Gempa Megathrust Penyebab dan Dampaknya Terhadap Potensi Tsunami

Gempa Megathrust Penyebab dan Dampaknya Terhadap Potensi Tsunami

Amongguru.com. Gempa megathrust merupakan sebuah peristiwa gempa bumi dengan kekuatan besar yang mencapai 8,0 hingga 9,7 skala richter.

Megathrust (dorongan kuat) adalah nama yang diberikan untuk Zona Subduksi yang memiliki sejarah gempa dengan kekuatan besar.

Zona subinduksi tersebut contohnya adalah daerah bentangan Sunda Megathrust yang berada di Sumatra yang membentang dari Selat Sunda sampai pada Kepulauan Nikobar (gugusan pulau di India).

Sumatra pernah mengalami dua kali gempa megathrust, yang pertama pada tahun 1833 berkekuatan 8,8 hingga 9,2 Mw (Magnitude momen) dan gempa kedua pada tahun 2004 yang berkekuatan 9,3 Mw atau 8,9 skala richter.

Menurut para peneliti, zona tumbukan lempeng bumi yang berada di bawah laut Selat Sunda dapat diistilahkan seperti “raksasa tidur” (silent giant) yang sewaktu-waktu dapat terbangun dan berpotensi menimbulkan gempa bumi hingga skala 9,0 Mw, yang sering disebut sebagai gempa megathrust.

Zona kosong gempa (seismic gap) sepanjang 350-550 km berada  pada zona subduksi Selat Sunda yang kemungkinan besar menjadi penyebab terjadinya gempa megathrust.

Zona kosong gempa itu sangat mungkin menyimpan potensi gempa, karena energi dari gesekan dua lempeng bumi masih tersimpan.

Gempa Megathrust Berpotensi Tsunami

Gempa Megathrust Penyebab dan Dampaknya Terhadap Potensi Tsunami
Gempa Megathrust Penyebab dan Dampaknya Terhadap Potensi Tsunami

Gempa megathrust dapat memicu gelombang tsunami hingga ketinggian 20 meter. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mencatat, sejak 1900 hingga 2014, sedikitnya telah terjadi 16 kali gempa bumi yang merusak di sekitar Megathrust Mentawai, Sumatera Barat. Empat diantaranya telah menimbulkan tsunami hebat.

Ketinggian tsunami dapat diukur dengan melihat jejak air pada dinding bangunan dan cabang pohon yang terpatahkan.

Ketinggian tsunami juga dapat diprediksi dari sampah yang tertinggal di antara cabang pohon atau bangunan yang masih berdiri. Hal yang menarik adalah ketinggian tsunami juga terlihat di bukit yang mengalami penggundulan.

Pengukuran ketinggian tsunami dapat dilakukan dengan menggunakan alat yang dinamakan laser rangefinder. Melalui alat tersebut kita bisa memperoleh data nilai ketinggian tsunami.

Ketinggian tsunami maksimum dapat dijumpai di Pantai Barat Aceh, saat terjadinya gema megatrhrust.

Ketinggian tsunami terukur pada bangunan pabrik semen, setinggi lebih dari 30 m. Kondisi Aceh yang relatif landai dan datar menyebabkan tsunami lebih jauh masuk ke daratan.

Selain tsunami, hal yang perlu diwaspadai dari gempa megathrust adalah dampak guncangan terhadap bangunan.

Bangunan yang berada di atas tanah endapan atau aluvial akan menambah amplifikasi guncangan, sehingga dampak kerusakan terhadap bangunan semakin hebat.

Baca juga :

Demikian ulasan mengenai gempa Megathrust penyebab dan dampaknya terhadap potensi tsunami. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan