Fungsi Uji Benedict dan Prosedurnya Untuk Mengetahui Kandungan Gula

Fungsi Uji Benedict dan Prosedurnya Untuk Mengetahui Kandungan Gula

Amongguru.com. Uji benedict adalah uji kimia untuk mengetahui adanya kandungan gula (karbohidrat) pereduksi.

Gula pereduksi meliputi semua jenis monosakarida dan beberapa jenis disakarida, seperti laktosa dan maltosa.

Nama Benedict sendiri merupakan nama seorang ahli kimia dari Amerika, Stanley Rossiter Benedict (14 Maret 1884 – 21 Desember 1936).

Larutan benedict mengandung ion-ion tembaga (II) yang kompleks dalam sebuah larutan basa. Selain itu, larutan benedict juga kompleks dengan ion-ion sitrat dalam larutan karbonat.

Tembaga sulfat dalam reagen benedict akan bereaksi dengan monosakarida dan disakarida membentuk endapan berwarna merah bata.

Monosakarida dan disakarida dapat bereaksi dengan reagen benedict karena keduanya mengandung aldehid atau pun keton bebas.

Hasil positif ditunjukkan dengan terjadinya perubahan warna larutan menjadi hijau, kuning, orange, atau merah bata. Hasil positif juga dapat dilihat dari munculnya endapan hijau, kuning, atau merah bata.

Monosakatida dan Disakarida

Monosakarida adalah karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis menjadi senyawa yang lebih sederhana lagi.

Monosakatida hanya terdiri dari satu gugus contoh. Contoh dari mononosakarida, yaitu glukosa, fruktosa, dan galaktosa.

Sedangkan disakarida merupakan senyawa yang terbentuk dari gabungan dua molekul atau lebih monosakarida. Contoh disakarida adalah sukrosa, maltosa, dan laktosa.

Uji Benedict Pada Makanan

Untuk mengetahui adanya kandungan monosakarida dan disakarida pereduksi pada makanan, maka sampel makanan dilarutkan dalam air dan ditambahkan beberapa tetes pereaksi benedict.

Larutan kemudian dipanaskan dalam waterbath selama 4 sampai 10 menit. Selama proses pemanasan ini, larutan akan berubah warna menjadi biru (tidak ada glukosa), hijau, kuning, orange, merah, atau merah bata bata (kandungan glukosa tinggi).

Fungsi dan Prosedur Uji Benedict Untuk Mengetahui Kandungan Gula

Sukrosa (gula pasir) tidak dapat terdeteksi oleh pereaksi benedict, karena sukrosa mengandung dua monosakarida (fruktosa dan glukosa) yang terikat melalui ikatan glikosidic, sehingga tidak mengandung gugus aldehid bebas atau keton bebas. Sukora juga tidak memiliki sifat sebagai pereduksi.

Uji Benedict Pada Penyakit Diabetes

Fungsi uji benedict selain untuk menguji kandungan gula pereduksi pada makanan, juga untuk mengetahui kandungan glukosa pada urine. Urine yang terbukti mengandung glukosa, dapat menjadi tanda adanya penyakit diabetes.

Meskipun di dalam tes urine tersebut diketahui adanya gula pereduksi, tetap harus dilakukan tes yang lebih jauh untuk memastkan jenis gula pereduksi dalam urine tersebut. Hanya glukosa dalam urine yang dapat menjadi indikasi seseorang terkena diabetes.

Urine yang akan digunakan dalam uji benedict harus urine 24 jam. Apabila kita bangun tidur, maka urine pertama kita buang, sedangkan urine kedua pada keesokan harinya ditampung untuk melakukan uji beneditc.

Baca :

Demikian ulasan mengenai fungsi uji benedict dan prosedurnya untuk mengetahui kandungan gula. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan