Fungsi Ginjal dalam Sistem Ekskresi Manusia Beserta Gambarnya

Amongguru.com. Fungsi Ginjal dalam Sistem Ekskresi Manusia Beserta Gambarnya.

Pada kesempatan kali ini, amin akan membagikan informasi mengenai Fungsi Ginjal dalam Sistem Ekskresi Manusia Beserta Gambarnya.

Postingan mengenai Fungsi Ginjal dalam Sistem Ekskresi Manusia beserta Gambarnya ini menguraikan tentang fungsi ginjal, ciri-ciri ginjal, tahapan pembentukan urine, dan sistem urinaria.

Fungsi Ginjal

Ginjal berfungsi untuk menyaring darah dari pengotornya yang berada dalam tubuh kita. Pengotor tersebut selanjutnya diproses oleh ginjal menjadi urine.

Ginjal orang dewasa dapat menyaring sekitar 180 liter darah untuk menghilangkan racun dari tubuh setiap harinya. Selain itu, ginjal juga berfungsi mempertahankan dan mengatur keseimbangan air dalam tubuh.

Ginjal juga berperan dalam menjaga keseimbangan kadar asam dan basa, dengan cara mengeluarkan kelebihan asam maupun basa melalui urine.

Ginjal harus selalu dijaga agar tidak mengalami gangguan. Apabila fungsi ginjal terganggu, maka kesehatan tubuh juga ikut terganggu.  Mengapa? Karena darah yang beredar ke seluruh tubuh masih bercampur dengan racun yang seharusnya dikeluarkan oleh tubuh.

Ciri-ciri Ginjal 

Secara fisik, bentuk ginjal seperti biji kacang,  berwarna merah keunguan, dengan panjang sekitar 10 – 15 cm, dan berat kurang lebih 200 gram.

Ginjal terlindungi dan terbungkus oleh yang dinamakan kapsul. Manusia memiliki sepasang ginjal yang terletak di belakang rongga perut, di atas pinggang. Posisi ginjal sebelah kanan lebih rendah daripada ginjal sebelah kiri. (Lihat : Letak Ginjal pada Manusia)

Bagian-bagian Ginjal

Struktur ginjal terbagi menjadi tiga bagian, yaitu kulit ginjal (korteks), sumsum ginjal (medulla), dan rongga ginjal (pelvis).

Fungsi Ginjal dalam Sistem Ekskresi Manusia Lengkap dengan Gambarnya
Bagian-bagian ginjal

1. Kulit ginjal (korteks)

Korteks adalah bagian terluar dari ginjal yang terletak antara kapsul ginjal dan medulla. Korteks merupakan tempat terjadinya penyaringan darah atau filtrasi. Di dalam korteks terdapat jutaan nefron yang terdiri dari badan malphigi.

Setiap badan malphigi tersusun atas glomerulus yang diselimuti oleh kapsula bowman dan tubulus (saluran), baik tubulus kontortus proksimal maupun tubulus kontortus distal.

Jumlah nerfron yan cukup banyak pada kulit ginjal menjadikan permukaan kapiler ginjal lebih luas, sehingga meningkatkan kemampuan dalam menyaring darah.

2. Sumsum ginjal (medulla)

Bagian ginjal setelah korteks adalah sumsum ginjal (medulla) yang berbentuk seperti piramid. Bagian utama dari medulla adalah 8 – 10 piramida renalis. Sumsum ginjal berperan dalam menyalurkan sisa hasil filtrasi dari tubulus kolektivus ke kaliks.

Pada medulla juga terdapat nefron yang memanjang dari bagian kulit ginjal, yaitu lengkung henle dan tubulus kolektivus. Lengkung henle merupakan penghubung antara tubulus kontortus proksimal dengan tubulus kontortus distal.

Sedangkan tubulus kolektivus berbentuk tabung panjang dan sempit untuk menampung urine yang akan disalurkan ke rongga ginjal (pelvis).

3. Rongga ginjal (pelvis)

Rongga ginjal berfungsi sebagai tempat untuk menampung sementara urine sebelum dialirkan ke kantong kemih melalui uretra.

Proses Pembentukan Urine

Urine terbentuk melalui tiga tahapan penting, yaitu filtasi, reabsorpsi, dan augmentasi.

  • Filtrasi

Filtrasi adalah tahapan penyaringan darah dari pengotornya. Proses filtrasi terjadi pada glomerulus dan kapsula bowman. Di dalam glomerulus juga terdapat beberapa proses lainnya, yaitu pengikatan kembali sel-sel darah, keping darah, dan protein plasma. Proses filtrasi akan menghasilkan urine primer.

  • Reabsorpsi

Reabsorpsi adalah proses penyerapan kembali zat-zat yang masih dapat digunakan oleh tubuh dari urine primer hasil filtrasi, misalnya glukosa dan asam amino. Proses reabsorpsi terjadi di tubulus kontortus proksimal.

Zat yang masih dapat digunakan tubuh tersebut akan dikembalikan lagi ke darah melalui pembuluh kapiler. Reabsorpsi menghasilkan urine sekunder.

  • Augmentasi

Urine sekunder yang dihasilkan pada tubulus kontortus proksimal akan dialikan ke tubulus kontortus distal melalui lengkung henle. Di tubulus kontortus distal inilah augmentasi berlangsung.

Augmentasi merupakan proses penambahan beberapa zat yang sudah tidak dibutuhkan oleh tubuh pada urine sekunder. Proses augmentasi akan menghasilkan urine sesungguhnya yang akan dikeluarkan melalui ureter.

Sistem Urinaria

Berdasarkan uraian tahapan pembentukan urine tersebut, maka urutan sistem urinaria atau sistem perkemihan pada manusia adalah sebagai berikut.

Glomerulus (filtrasi, hasil urine primer) -> tubulus proksimal (reabsorbsi, hasil urine sekunder) -> tubulus distal (augmentasi, hasil urine sesungguhnya) -> tubulus kolektivitus -> rongga ginjal -> ureter -> kantong kemih -> uretra -> urine keluar

Fungsi Ginjal dalam Sistem Ekskresi Manusia Lengkap dengan Gambarnya
Organ sistem urinaria manusia

Kandungan urine

Urine yang sehat akan mengandung zat-zat berikut.

  1. Air, kurang lebih 95%
  2. Zat sisa pembongkaran protein (urea, amonia, kreatinin)
  3. Bilirubin, zat warna kuning dari empedu
  4. Garam
  5. Zat yang bersifat racun atau toksin

Beberapa faktor yang mempengaruhi produksi urine :

  1. Jumlah air yang diminum setiap saat; semakin banyak kita minum air maka makin besar kapasitas urine yang dikeluarkan
  2. Cuaca; saat cuaca dingin produksi urine cenderung bertambah, sedangkan ketika cuaca panas maka produksi urine cenderung berkurang
  3. Kemampuan hormon antidiuritik (ADH), yaitu hormon yang mengatur kadar air dalam darah
  4. Banyaknya garam yang dikeluarkan dari darah untuk menjaga keseimbangan tekanan osmosis
  5. Stimulus atau syaraf yang dapat meningkatkan tingkat kecemasan atau ketakutan.

Baca juga :

Sekian pembahasan tentang Fungsi Ginjal dalam Sistem Ekskresi Manusia Beserta Gambarnya. Semoga materi ini dapat menambah referensi belajar IPA Anda.

 

Tinggalkan Balasan