Fakta Unik Tentang Edelweis Bunga Abadi yang Tidak Boleh Dipetik

Fakta Unik Tentang Edelweis Bunga Abadi yang Tidak Boleh Dipetik

Amongguru.com. Bunga Edelweis (Leontopodium alpinum) selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi para pendaki gunung yang melihatnya.

Bunga Edelweis merupakan tumbuhan endemik yang tumbuh di daerah pegunungan. Bunga ini biasa tumbuh pada ketinggian 1.800 sampai 3.000 meter di atas permukaan laut.

Fakta Unik Tentang Edelweis Bunga Abadi yang Tidak Boleh Dipetik
Fakta Unik Tentang Edelweis Bunga Abadi yang Tidak Boleh Dipetik

Bunga Edelweis memiliki ciri umum kelopak bunga berwarna putih yang biasanya mekar pada sekitar bulan April sampai dengan Agustus.

Bunga ini terkenal karena keindahan warna dan bentuknya. Selain itu, bunga Edelweis adalah bunga yang tidak mudah layu, sehingga dijuluki sebagai bunga abadi.

Untuk menjaga kelestariannya, maka keberadaan bunga Edelweis dilindungi oleh undang-undang. Mencabut dan membawa edelweis turun dari gunung adalah tindakan yang tidak diperbolehkan.

Pada setiap tempat pendakian telah dipasang aturan untuk mengimbau agar para pendaki tidak memetik Edelweis.

Selain melanggar kode etik pendakian gunung, mencabut Edelweis juga dapat terancam hukuman sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Hayati Ekosistem.

Berikut ini fakta unik tentang Edelweis bunga abadi yang tidak boleh dipetik.

1. Dijuluki sebagai Bunga Abadi

Edelweis dijuluki sebagai bunga abadi karenan kemampuannya untuk bertahan lama dan tidak mudah layu.

Kandungan hormon etilen pada bunga Edelweis menjadikan bunga tersebut tidak mudah gugur dan rontok. Adanya hormon ini dapat membuat bunga Edelweis mekar sampai 10 tahun lamanya.

2. Dijadikan sebagai logo dan simbol

Di negara Eropa. bunga Edelweis yang tersebar di beberapa dataran tinggi Eropa sering dijadikan simbol dan logo, misalnya simbol pada koin dan logo sebuah lembaga.

Sedangkan di Indonesia, bunga Edelweis Jawa pernah dijadikan sebagai gambar pada perangko oleh Pos Indonesia di tahun 2003.

3. Kata “Edelweis” berasal dari bahasa Jerman

Nama “Edelweis” atau “Edelweiss” berasal dari kombinasi dua kata bahasa Jerman, yaitu Edel yang memiliki arti “agung atau mulia” dan Weiss yang artinya “putih”

Bunga Edelwesi di Indonesia memiliki perbedaan dengan yang ada di Eropa. Bunga Edelweis di Indonesia memiliki nama latin Anaphalis javanica atau biasa disebut Edelweis Jawa.

4. Keberadaannya dilindungi oleh Undang-undang

Untuk mencegah kepunahan, maka pada setiap tempat pendakian gunung, aturan untuk tidak memetik bunga Edelweis telah ditetapkan. Meskipun demikian, masih banyak juga orang yang memetik bunga abadi ini dan mengabaikan larangannya.

Aturan tidak boleh memetik Edelweis ini tertuang dalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Hayati Ekosistem pasal 33 ayat 1.

5. Pertama Kali Ditemukan di Indonesia Tahun 1819

Di Indonesia, bunga Edelweis pertama kali ditemukan pada tahun 1819. Penemunya adalah seorang naturalis asal Jerman bernama Caspar Georg Carl Reinwardt. Dirinya menemukan bunga Edelweis di Gunung Gede, Jawa Barat.

6. Mampu bertahan hidup di tanah tandus

Bunga Edelweis sebagian besar hidup di daerah pegunungan, akan tetapi bunga ini juga mampu bertahan hidup di atas tanah yang tandus.

Hal ini disebabkan bunga Edelweis mampu membentuk mikoriza, yang dapat memperluas daerah penyerapan akar-akarnya. Mikoriza tersebut juga dapat memaksimalkan pencarian zat hara yang dibutuhkan tanaman tersebut.

7. Dapat dijadikan obat herbal alami 

Pada jaman peradaban kuno, bunga Edelweis dijadikan sebagai obat herbal alami untuk mengobati berbagai macam penyakit, seperti TBC, difteri, dan diare.

Kandungan antioksidan pada Edelweis mampu bersifat sebagai anti mikroba, mencegah jamur, dan anti radang (inflamasi).

Demikian ulasan mengenai Fakta Unik Tentang Edelweis Bunga Abadi yang Tidak Boleh Dipetik. Terima kasih sudah berkunjung dan semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan