Fakta Unik dan Menarik dari Semut yang Perlu Anda Ketahui

Fakta Unik dan Menarik dari Semut yang Perlu Anda Ketahui

Amongguru.com. Semut dapat dikatakan sebagai hewan paling dekat dengan kehidupan manusia. Hampir tidak ada sudut di dalam ruangan rumah yang tidak pernah disinggahi semut.

Bentuknya yang kecil mungil dan jumlahnya yang banyak, menjadikan semut sebagai hewan yang selalu ada di sekitar kita.

Semut dimasukkan dalam ordo Hymenoptera dan memiliki hubungan kekerabatan dengan tawon.

Beberapa ahli zoologi meyakini bahwa semut pertama kali muncul selama periode Cretaceous dan merupakan produk evolusi tawon yang berasal dari periode Jurassic.

Para ilmuwan memperkirakan semut telah hidup di bumi selama lebih dari 100 juta tahun yang lalu.

Berikut ini adalah klasifikasi ilmiah semut.

  • Kingdom: Animalia
  • Phylum: Arthropoda
  • Class: Insecta
  • Order: Hymenoptera
  • Suborder: Apocrita
  • Superfamily: Vespoidea
  • Family: Formicidae

Semut hidup hampir di seluruh daratan bumi. Semut hidup secara berkoloni besar dengan pembagian tugas yang sangat rapi antar anggota koloni. Di dalam satu koloni semut, akan beranggotakan ratusan hingga jutaan ekor.

Koloni umumnya memiliki satu atau dua betina subur yang disebut ratu, beberapa pejantan subur yang disebut drone, dan sejumlah besar betina steril yang disebut “pekerja”.

Ratu dan semut jantan bertanggung jawab untuk reproduksi. Semut pekerja dibagi dalam beberapa kategori berdasarkan tugas yang mereka lakukan antara lain mengumpulkan makanan, melindungi koloni, serta merawat larva, telur, dan pupa.

Berikut ini beberapa fakta unik dan menarik dari semut yang perlu Anda ketahui.

1.  Semut merupakan hewan tercerdas dari kelas serangga

Semut memiliki ukuran otak paling besar proporsinya jika dibandingkan dengan keseluruhan tubuhnya.

Semut memiliki 250.000 sel otak di kepalanya dan diyakini sebagai spesies paling cerdas diantara kelas serangga lainnya.

2.  Semut adalah hewan yang ahli dalam berperang

Di dalam upayanya mempertahankan wilayah atau koloni, maka semut akan mati-matian bertarung satu dengan yang lainnya. Pertempuran ini dapat terjadi selama berhari-hari bahkan berminggu-minggu.

Sebelum menyerang lawannya, biasanya semut akan melakukan observasi terlebih dahulu ke daerah lawan secara sembunyi-sembunyi.

Setelah dua hari, maka semut akan menyerang dan menaklukkan lawan secara tidak terduga. Semut lawan yang panik akan dengan mudah ditaklukkan untuk selanjutnya dijadikan budak.

3.  Umur semut jantan dan pekerja lebih pendek daripada semut ratu

Semut pekerja memiliki umur hanya sekitar 40 sampai 60 hari saja. Sedangkan semut ratu dapat bertahan hidup hingga usia 20 tahun.

Dengan usia yang cukup panjang tersebut, maka semut ratu dapat menghasilkan ribuan telur semut selama hidupnya.

Ketika semut ratu mati, maka koloni semut tersebut hanya mampu bertahan dalam beberapa bulan saja.

4.  Terdapat pembagian kasta dalam koloni semut

Hal unik dan menarik lainya dari semut adalah adanya pembagian kasta dalam koloni semut. Semut ratu yang memiliki ukuran lebih besar dari semut lainnya merupakan pemimpin dari koloni semut yang mampu memproduksi ribuan telur selama hidupnya.

Semut jantan memiliki ukuran tubuh lebih kecil dari semut ratu dan bertugas membuahi semut ratu. Semut jantan akan hidup dalam beberapa hari saja setelah melakukan perkawinan.

Semut pekerja bertugas dalam mencari makan, merawat telur dan bayi-bayi semut, membangun sarang dan menjaga koloni dari serangan musuh.

5.  Semut adalah serangga yang ahli di bidang pertanian

Semut sudah menerapkan teknik hortikulutura sejak ratusan juta tahun lalu sebelum manusia mengenal bercocok tanam.

Semut menerapkan cara bertani yang baik dengan mengekskresikan zat kimia yang kaya antibiotik untuk mengambat pertumbuhan jamur, sehingga sarang mereka tidak membusuk.

Sarang semut juga dibangun denga sistem yang canggih untuk mengontrol suhu dan kelembapan.

6.  Semut ahli dalam menyimpan dan menjaga makanan

Semut akan menyimpan biji-bijian sebagai makanan mereka selama musim dingin berlangsung. Apabila biji-bijian tersebut rusak karena terkena hujan, semut akan mengeringkannya.

Setelah kering, maka biji-bijian tersebut disimpan kembali. Hal ini menunjukkan bahwa semut termasuk hewan yang cerdas, karena memahami bahwa kelembapan mampu membusukkan makanan.

7.  Semut memiliki alat komunikasi super canggih

Bagaimana caranya semut dapat selalu mengetahui keberadaan gula atau benda-benda lain yang bisanya selalu dikerumuni semut? Jawabannya karena semut memiliki sistem komunikasi yang canggih, yaitu feromon.

Feromon, salah satu senyawa kimia hidrokarbon, memiliki peranan penting dalam sistem komunikasi serangga, termasuk semut.

Feromon berasal dari kata “fer” yang artinya membawa dan “hormon” sehingga feromon berarti “pembawa hormon”.

Feromon merupakan isyarat yang digunakan di antara hewan satu spesies dan biasanya diproduksi dalam kelenjar khusus untuk disebarkan.

Ada banyak fungsi dari feromon, di antaranya sebagai jejak menuju sumber makanan dan sebagai zat tanda bahaya yang disekresikan saat musuh menyerang.

Ketika menggigit, semut akan meninggalkan feromon ini sebagai penanda bagi koloninya bahwa ada bahaya.

Baca juga :

Demikian ulasan mengenai Fakta Unik dan Menarik dari Semut yang Perlu Anda Ketahui. Semoga bermanfaat.

 

Tinggalkan Balasan