Fakta Unik Cacing Pita, Parasit yang Menyerang Usus Manusia

Fakta Unik Cacing Pita, Parasit yang Menyerang Usus Manusia

Amongguru.com. Cacing pita, sesuai dengan namanya, memiliki struktur tubuh yang pipih memanjang seperti pita.

Cacing pita termasuk hewan multiseluler (terdiri dari banyak sel). Hewan ini memiliki tiga lapisan lembaga, yaitu endoderm (lapisan dalam), mesoderm (lapisan tengah), dan ektoderm (lapisan luar).

Tubuh cacing pita bersegmen (proglotid) dan tertutup oleh kutikula atau zat lilin. Cacing jenis ini sangat berbahaya, karena dapat masuk ke dalam tubuh manusia dimana saja dan kapan saja tanpa disadari.

Infeksi cacing pita akan semakin meningkat jika manusia berada dalam kondisi sanitasi lingkungan yang buruk atau konsumsi makanan yang tidak diolah dengan baik.

Telur cacing pita yang berhasil masuk ke dalam sistem pencernaan, dapat menetas hingga menyebabkan terjadinya infeksi usus.

Baca : Fakta Unik Cacing Pipih, Mampu Melakukan Fragmentasi Tubuh

Untuk mengetahui lebih banyak informasi tentang cacing pita, berikut adalah beberapa fakta unik cacing pita, parasit yang menyerang usus manusia.

1. Dapat mencapai panjang hingga 25 meter

Secara umum, panjang cacing pita dewasa sekitar 5 sampai dengan 10 meter. Akan tetapi, cacing pita dapat mencapai panjang hingga 35 meter jika mampu hidup selama 30 tahun.

Kemampuannya untuk bertambah panjang hingga 25 meter ini jika cacing pita dapat hidup dengan baik pada kondisi yang diinginkan.

2. Memiliki alat isap, tetapi tidak mempunyai mulut

Pada bagian kepala cacing pita terdapat alat isap yang memiliki kait (skoleks) dan terbuat dari zat kitin.

Meskipun mempunyai kait, akan tetapi cacing pita tidak mempunyai mulut, sehingga hewan tersebut menyerap nutrisi menggunakan permukaan tubuhnya.

3. Infeksi bisa berawal dari konsumsi makanan

Infeksi cacing pita bisa berawal dari mengonsumsi makanan yang mengandung larva atau telur cacing pita.

Cacing pita juga dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui konsumsi daging sapi, daging babi, dan ikan yang tidak dimasak matang.

4. Tubuh cacing bertambah panjang karena menginfeksi usus

Pada saat terjadi infeksi usus karena cacing pita, maka bagian kepala cacing pita akan menempel di dinding usus dan bagian tubuhnya akan terrus bertambah panjang dan memproduksi telur,

Baca : Fakta tentang Cacing Parasit Anisakis sp pada Ikan Sarden

Infeksi usus akibat cacing pita tergolong ringan, akan tetapi jika infeksi cacing menyebar ke otak akan menjadi sangat berbahaya.

5. Mengenali infeksi cacing dari tinja

Infeksi usus akibat cacing pita dapat dikenali melalui tinja yang mengandung telur cacing atau juga bagian tubuh dari cacing.

Ciri-cirinya adalah berwarna putih, berukuran kecil seperti butiran beras, dan kadang bergerak-gerak.

6. Termasuk hewan hermaprodit

Cacing pita adalah hewan hermaprodit, karena pada tiap bagian proglotidnya memiliki organ reproduksi jantan dan betina.

Hewan hermaprodit adalah hewan yang memiliki dua alat kelamin dalam satu individu. Sebagian besar hewan hermaprodit tidak bisa bereproduksi sendiri, karena waktu dan proses pematangan gametnya berbeda.

7. Siklus hidup yang kompleks

Cacing pita tidak mengalami perkembangbiakan generatif (aseksual) dalam hidupnya. Siklus hidup cacing pita termasuk kompleks, dengan melibatkan setidaknya satu inang perantara dan satu inang primer.

Cacing pita dapat menjadi parasit yang berbahaya bagi manusia, misalnya Taenia saginata (cacing pita sapi) dan Taenia solium (cacing pita babi).

Cacing pita adalah hewan parasit, sehingga hewan ini memerlukan tubuh inang agar dapat berkembang biak. Usus halus manusia adalah satu-satunya tuan rumah cacing pita.

8. Menyerap sari-sari makanan manusia

Di dalam tubuh manusia, cacing pita sangat diuntungkan, karena mengambil sari-sari makanan pada tubuh manusia.

Manusia selanjutnya menjadi pihak yang dirugikan, karena sari-sari makanan yang seharusnya digunakan untuk metabolisme menjadi berkurang diserap oleh cacing pita tersebut.

9. Sapi dan babi sering menjadi inang

Pada saat telur cacing pita keluar dari tubuh manusia, ada kemungkinan telur tersebut dapat berpindah ke inang lain.

Babi dan sapi adalah dua jenis hewan yang sering menjadi inang dari cacing taenia. Sapi dan babi terinfeksi cacing ini dengan mengonsumsi pangan ternak yang terkontaminasi telur cacing pita.

Di dalam usus binatang, larva akan menetas menjadi embrio cacing, kemudian menyerang dinding usus dan masuk dalam sistem peredaran darah pada hewan tersebut.

Larva kemudian menyebar ke bagian bagian tubuh hewan yang lain, seperti di otot lidah, jantung, hati, sistem limfatik, dan bahu. Embrio cacing pita dapat bertahan selama beberapa tahun di dalam tubuh hewan tersebut.

Demikian beberapa fakta unik cacing pita, parasit yang menyerang usus manusia. Terima kasih sudah berkunjung dan semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan