Fakta tentang Cacing Parasit Anisakis sp pada Ikan Sarden

Amongguru.com. Fakta tentang Cacing Parasit Anisakis sp pada Ikan Sarden.

Beberapa hari belakangan, media sempat dihebohkan dengan pemberitaan tentang adanya cacing parasit pada sarden atau makarel kaleng. Berita ini cepat menyebar, setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) merilis 27 merk ikang sarden atau makarel yang positif mengandung cacing parasit.

Dari jumlah 27 jenis merk ikan sarden tersebut, 16 merk ikan sarden kaleng adalah produk impor dan 11 merk lainnya merupakan produk dalam negeri.

Cacing Anisakis sp adalah nama cacing parasit yang ditemukan menempel pada tubuh ikan sarden kaleng. Cacing ini merupakan golongan nematoda dari keluarga jenis cacing Anisakidae.

Nematoda termasuk golongan cacing yang berbentuk bulat panjang (gilig) atau seperti benang. Cacing nematoda hidup parasit pada hewan, manusia, dan tumbuhan.

Fakta tentang Cacing Parasit Anisakis sp pada Ikan Sarden
Fakta tentang Cacing Parasit Anisakis sp pada Ikan Sarden

Nematoda hidup secara bebas dengan memakan sampah organik, kotoran hewan, tanaman yang membusuk, ganggang, jamur, dan juga hewan kecil lainnya. Karena bersifat parasit, maka pada umumnya nematoda merugikan dan menyebabkan berbagai penyakit.

Pada tumbuhan, nematoda dapat menjadi vektor dari virus pada sebagian tanaman. Cacing kremi merupakan contoh nematoda yang sering menjadi cacing parasit pada anak-anak.

Pada awalnya, cacing Anisakis sp yang terdapat di ikan sarden memiliki habitat di laut wilayah subtropis. Itulah sebabnya, berita munculnya jenis cacing ini cukup mengejutkan, mengingat terjadi perpindahan habitat cacing menuju ke wilayah tropis, termasuk Indonesia.

Cacing Anisakis sp hidup pada tubuh ikan laut, misalnya ikan kerapu, ikan kakap, ikan kembung, dan beberapa jenis ikan karbivora lainnya. Cacing ini biasanya menempel pada otot-otot ikan atau organ bagian dalam pada tubuh ikan.

Perpindahan habibat cacing Anisakis sp ini diduga akibat pengaruh dari perubahan ikllim secara global, yang kemudian menyebabkan ikan-ikan di negara subtropis bermigrasi ke negara tropis.

Temuan tentang cacing Anisakis sp pada ikan sarden ini sebenarnya sudah cukup lama, yaitu pada tahun 2000, dimana ditemukan adanya cacing Anisakis pada satu kontainer ikan sarden.

Semenjak itu, penelitian terhadap keberadaan cacing tersebut terus dilakukan dan hasilnya menunjukkan bahwa populasi cacing Anisakis terus mengalami peningkatan secara signifikan pada tubuh beberapa ikan laut.

Secara tidak langsung, apabila manusia mengkonsumsi ikan sarden atau makarel yang didalamnya ada cacing Anisakis sp, tidak berakibat apa-apa. Ikan sarden sudah dimasak dengan pemanasan suhu yang tinggi, dan cacing dalam tubuh ikan akan mati jika ikan dimasak di atas suhu 120 derajat.

Cacing Anisakis sp akan tetpat hidup dan dapat menyerang manusia jika manusia mengkonsumsi daging ikan secara mentah atau setengah matang. Telur cacing akan tetap hidup dan menimbulkan infeksi pada tubuh manusia apabila larva dari cacing masuk menembus usus manusia.

Gejala yang dapat timbul jika cacing tersebut sudah mnginfeksi manusia, antara lain sakit perut, muntah, demam, dan diare. Gejala tersebut dapat berlanjut dengan gangguan pernapasan atau munculnya ruam pada tubuh.

Sedangkan pada ibu hamil larva cacing ini dapat membuat kekebalan tubuhnya melemah, sehingga membahayakan janin yang dikandungnya.

Kasus cacing parasit pada ikan sarden ini menjadi pelajaran buat kita bersama untuk lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi ikan laut. Mengkonsumsi ikan laut tidaklah berbahaya, asalkan sebelumnya dilakukan proses pemasakan yang benar, sehingga cacing yang menempel pada tubuh ikan dipastikan benar-benar mati.

Sangat disarankan ketika Anda membeli ikan sarden untuk memasaknya ulang sebelum ikan tersebut dikonsumsi.

Demikian ulasan Fakta tentang Cacing Parasit Anisakis sp pada Ikan Sarden. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan