Empat Fase Perkembangan Embrio dan Penjelasannya

Empat Fase Perkembangan Embrio dan Penjelasannya

Amongguru.com. Embrio adalah organise multsel sebagai hasil pembelahan zigot. Zigot merupakan sel diploid tunggal hasil peleburan antara sel sperma dengan sel telur (ovum).

Setelah terjadi pembuahan, zigot akan mulai membelah dan berkembang membentuk sel-sel dasar agar menjadi organisme dewasa.

Pada saat pembelahan sel dimulai maka zigot akan berubah menjadi embrio. Embrio terbentuk antara umur 3 – 5 minggu masa kehamilan.

Setelah menjadi embrio dewasa, daging bakal bayi akan merubah menjadi bentuk manusia atau yang dikenal dengan janin.

Fase Perkembangan Embrio

Fase perkembangan embrio dimulai dari stadium morula (morulasi), stadium blastula (blastulasi), stadium gastrula (gastrulasi), dan stadium organogenesis.

1. Morula

Pada fase ini, zigot akan mengalami pembelahan sel secara mitosis. Pada fase morula, pembelahan mitosis yang terjadi hanya menambah jumlah sel tanpa diikuti pertambahan massa sel. Pembelahan dimulai dari satu menjadi dua, dua menjadi empat, dan seterusnya.

Pembelahan sel ini pada fase morula ini tidak terjadi secara bersama-sama. Pembelahan sel pada bagian vertikal lebih cepat terjadi daripada bagian horisontal.

Pada bagian bertikal terdapat dua kutub yang aktif membelah, yaitu kutub fungsional (animal pole) dan kutub vegetatif (vegetal pole).

Pembelahan sel berlanjut sampai terbentuk 16 – 64 sel. Fase morula ditandai dengan terjadinya bentukan sel yang hampir mirip bentuk bola sebagai hasil pembelahan sel secara terus menerus.

Keberadaan sel satu dengan yang lainnya dengan komposisi sangat rapat inilah yang dinamakan morulasi. Morula selanjutnya bergerak menuju ke uterus dan akan menjadi blastula.

2. Blastula

Pada fase blastula, terjadi pembagian sitoplasma ke dalam dua kutub yang terbentuk pada fase morula. Kutub fungsional mendapatkan sitoplasma yang lebih sedikit dibandingkan kutub vegetatif. Konsentrasi sitoplasma yang berbeda tersebut menentukan arah pertumbuhan selanjutnya.

Di dalam fase blastula, kutub fungsional dan kutub vegetati telah selesai dibentuk. Hal tersebut ditandai dengan terbentuknya rongga di antara kedua kutub yang berisikan cairan dan disebut blastosol.

Embrio yang memiliki blastosol dinamakan blastula, sedangkan proses pembentukan blastosol disebut blastulasi.

3. Gastrulla

Fase gastrula terjadi pada minggu ke-3. Fase gastrulla ditandai proses diferensiasi embrio dengan mulai menghilangkan blastosol.

Sel-sel kutub fungsional akan membelah dengan cepat, sehingga sel-sel pada kutub vegettif akan membentuk lekukan ke arah dalam (invaginasi).

Lekukan ini selanjutnya membentuk dua formasi, yaitu lapisan luar (ektoderm) dan lapisan dalam (endoderm). Bagian ektoderm akan menjadi kulit, sedangkan bagian endoderm menjadi berbagai macam saluran.

Bagian luar yang terbuka pada gastrula disebut blastofor dan akan dipersiapkan menjadi anus. Pada bagian ujungnya yang membuka, akan menjadi mulut.

Pada fase gastrula, terjadi lanjutan diferensiasi sebagian endoderm menjadi bagian mesoderm. Dengan demikian, pada akhir fase gastrula telah terbentuk tiga jaringan embrional, yaitu lapisan endoderm, mesoderm, dan ektoderm.

4. Organogenesis

Tahapan selanjutnya, jaringan embrional akan mulai mengalami perubahan bentuk dan terdeferensiasi membentuk organ berdasarkan lapisannya.

Baca : Proses Fertilisasi dan Perkembangan Embrio Dalam Rahim (Uterus)

Proses ini dikendalikan oleh gen yang dibawa pada saat terjadi pembentukan kutub fungsional dan kutub vegetatif.

  • Lapisan luar (ektoderm) yang akan mengalami diferensiasi menjadi rangka, saraf, alat indera.
  • Lapisan tengah (mesoderm) yang kemudian mengalami diferensiasi menjadi rangka, otot, alat-alat peredaran darah, ekskresi dan organ reproduksi.
  • Lapisan dalam (endoderm) yang akan mengalami hal serupa menjadi alat-alat pencernaan dan alat pernapasan.

Demikian empat fase perkembangan embrio dan penjelasannya. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan