Edaran Pembelajaran Pendidikan Tinggi Masa Darurat Covid-19

Edaran Pembelajaran Pendidikan Tinggi Masa Darurat Covid-19

Amongguru.com. Direktorat Jenderal Pendidikan TInggi (Dirjen Dikti), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, telah menerbitkan surat edaran tentang Pembelajaran Selama Masa Darurat Pandemi Covid-19.

Surat Edaran tersebut bernomor 262/E.E2/KM/2020 tertanggal 23 Maret 2020. Surat Edaran ditujukan kepada pimpinan Perguruan Tinggi seluruh Indonesia. Tembusan diberikan pada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Sekretaris Jenderal Kemdikbud.

Edaran diterbitkan mengingat semakin meningkatnya jumlah orang yang terdeteksi positif Covid-19 dan meluasnya pandemi Covid-19 secara global.

Selain itu, edaran diterbitkan karena melihat situasi saat ini yang mengharuskan untuk semuanya beraktifitas dari rumah (work from home dan study from home).

Mempertimbangkan kondisi darurat ini, maka diputuskan bahwa proses penyelenggaraan pendidikan tinggi dapat dilakukan dengan pendekatan yang tepat. Pendekatan tersebut juga sekaligus dapat membantu menahan laju wabah Covid-19.

Sehubungan dengan hal tersebut, maka Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) mengimbau para pimpinan Perguruan Tinggi agar dapat mengatur pembelajaran dari rumah yang dapat dilakukan dalam berbagai bentuk kegiatan positif.

Kegiatan positif ini dapat berupa pembelajaran daring (dalam jaringan) maupun luring (luar jaringan). Kegiatan positif lainnya bisa berupa kegiatan pembelajaran berbasis semangat merdeka belajar : Kampus Merdeka, seperti project based learning, relawan kemanusiaan, atau penelitian yang relevan dengan upaya menahan laju penyebaran wabah Covid-19.

Bentuk Pembelajaran Pendidikan Tinggi

Alternatif bentuk kegiatan pembelajaran pendidikan tinggi selama masa darurat Covid-19, misalnya untuk pendidikan yang terkait dengan bidang kesehatan dapat menugaskan mahasiswa untuk melakukan KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi), membantu call center atau screening.

Bidang keinsinyuran, contohnya dapat menugaskan mahasiswa untuk membuat bahan dan peralatan kesehatan.

Bidang ilmu sosial, misalnya melakukan kajian-kajian sosial, komunikasi masyarakat, dan kebjiakan publik.

Bidang komputer dan teknologi informasi, dapat membantu mengembangkan algoritma prediksi dan mitigasi.

Bidang agro dapat membantu pengadaan pangan yang sehat dan murah bagi kesehatan dan masyarakat.

Hasil-hasl pembelajaran tersebut dapat disetarakan dengan SKS atau kompetensi yang diperoleh mahasiswa.

Kegiatan relawan kemanusiaan dapat disetarakan dengan KKN, tugas-tugas dapat disetarakan dengan mata kuliah yang relevan atau skripsi.

Pembobotan penyetaraan SKS dapat ditetapkan oleh Pimpinan Perguruan Tinggi sesuai dengan kurikulum dan program yang dijalankan.

Sebagai gambaran, kegiatan kemanusiaan selama 6 (enam) bulan penuh dapat disetarakan dengan 20 SKS pembelajaran mahasiswa.

Pelaksanaan Ujian Semester

Selama masa darurat Covid-19, maka pelaksanaan Ujian Tengah Semester atau Ujian Akhir Semester dapat disesuaikan dengan kondisi, baik jadwal maupun metodenya.

Ujian Semester tersebut dapat dilakukan dengan model penilaian dan evaluasi capaian pembelajaran yang beragam, bisa dalam bentuk tugas mandiri, proyek, essay, dan lain sebagainya.

Baca : Edaran Dikti tentang Masa Belajar Penyelenggaraan Program Pendidikan

Melalui upaya-upaya kecil tersebut, secara akumulatif diharapkan akan menjadi gerakan masal untuk menghadapi pandemi Covid-19.

Hasil pembelajaran tidak hanya menambah kompetensi mahasiswa, akan tetapi juga menjadi karya nyata untuk masyarakat dan bangsa, bagian dari solusi melawan pandemi.

Surat Edaran tentang pembelajaran pada Pendidikan Tinggi selama masa darurat Covid-19 secara lengkap dapat di unduh di sini.

Tinggalkan Balasan