Draf Peta Jalan Pendidikan Indonesia Tahun 2020 – 2035 Belum Final

Draf Peta Jalan Pendidikan Indonesia Tahun 2020 – 2035 Belum Final

Amongguru.com. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memastikan bahwa draf Peta Jalan Pendidikan 2020-2035 yang sudah beredar di masyarakat bukan merupakan dokumen final.

Pernyataan tersebut sekaligus menanggapi kritikan dari banyak pihak terkait hilangnya frasa agama dalam draf Peta Jalan Pendidikan 2020-2035.

Draf peta jalan pendidikan Indonesia tahun 2020 – 2035 ini masih belum final, sehingga nantinya akan dilakukan beberapa penyempurnaan.

Sebenarnya di dalam peta pendidikan Indonesia 2020 -2035 sudah tercantum profil Pelajar Pancasila sebagai SDM Unggul.

Di antara profil tersebut adalah pelajar yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia.

Pengemvangan SDM Unggul harus bersifat folistik dan tidak hanya berfokus pada kemampuan kognitif saja.

Peta jalan pendidikan Indonesia tahun 2020 – 2035 dirancang agar ekosistem agar ekosistem pendidikan dirancang agar ekosistem pendidikan mampu menghasilkan anak-anak Indonesia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia.

Agama menjadi esensial bagi bangsa Indonesia dan direfleksikan pada profil Pelajar Pancasila. Kemendikbud tidak pernah berencana menghilangkan pelajaran agama, sehingga akan tetap ada.

Secara garis besar, draf peta pendidikan Indonesia 2020 – 2035 berisi tentang tren global dan masa pepan pembelajaran, gambaran pendidikan di Indonesia dan tantangannya, serta peta jalan pendidikan Indonesia.

Berikut ini beberapa informasi pada draf peta pendidikan Indonesia tahun 2020 – 2035. 

Perubahan teknologi, sosial, dan lingkungan sedang terjadi secara global

1. Teknologi

Disrupsi teknologi akan berdampak pada semua sektor

  • Penerapan otomatisasi, AI (Artificial Intelligence), dan big data di semua sektor.
  • Konektivitas 5G yang memungkinkan teknologi lainnya saling terhubung, seperti kendaraan otonom dan drones.
  • Pencetakan 3D (3D printing), smart wearables, augmented dan realitas maya
    (virtual reality) (AR dan VR).
2. Sosiokultural

Perubahan demografi, profil sosioekonomi dari populasi dunia.

  • Meningkatnya usia harapan hidup dan usia lama bekerja
  • Tumbuhnya migrasi, urbanisasi, keragaman budaya, dan kelas menengah.
  • Meningkatnya tenaga kerja yang terus bergerak (mobile) dan fleksibel
  • Munculnya kepedulian konsumen terhadap etika, privasi, dan kesehatan
3. Lingkungan

Habisnya bahan bakar fosil, krisis air, perubahan iklim, permukaan laut naik.

  • Meningkatnya kebutuhan energi dan air serta berkurangnya sumber daya alam
  • Meningkatnya perhatian terhadap energi alternatif untuk melawan perubahan iklim
  • Upaya berkelanjutan pada isu lingkungan, seperti plastik dan limbah nuklir

Pandemi virus Covid19 telah mendorong terjadinya perubahan struktural yang sangat cepat di bidang pendidikan dan dunia kerja.

  • Melaksanakan pembelajaran jarak jauh; Sekolah-sekolah di seluruh dunia harus cepat beradaptasi dengan sistem digital untuk memfasilitasi pembelajaran jarak jauh.
  • Institusi banyak mendapat tekanan finansial; Banyak sekolah dan universitas mendapatkan tekanan finansial – salah satunya karena orang tua dan siswa meminta rabat dan mendorong institusi untuk menurunkan biaya kuliah.
  • Mempercepat akses digital di semua industri; Karena konsumen dan pelaku usaha semakin bergantung kepada teknologi, industri perlu mempercepat proses digitalisasi untuk tetap relevan dan meningkatkan efisiensi.
  • Tekanan lebih besar untuk memperbaharui keterampilan (misalnya: cyber security); Para pekerja dari berbagai industri perlu dengan cepat menyesuaikan diri dengan cara kerja baru dan memperbaiki keterampilan mereka untuk tetap kompetitif.
  • Lokalisasi peluang kewirausahaan; Para pelaku wirausaha akan menjadi pendorong penting pemulihan ekonomi dalam menciptakan cara-cara yang inovatif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Cara bekerja pada masa depan akan jauh berbeda jika dibandingkan dengan hari ini.

  • Munculnya jenis pekerjaan baru
  • Tenaga kerja multigenerasi dan beragam
  • Tidak dibatasi struktur dan tempat
  • Karier ditentukan oleh pekerja, bukan perusahaan
  • Digitalisasi dan otomatisasi
  • Akses dan pengolahan data semakin masif

Sistem pendidikan Indonesia juga akan mengalami perubahan.

  • SDM unggul yang dibutuhkan di masa depan tidak bisa diciptakan oleh perkembangan ilmu yang dibentuk berdasarkan tren masa lalu.
  • Indonesia juga akan mengalami perubahan demografis yang signifikan.
  • Indonesia akan menjadi lebih berliterasi digital, stabil secara politik, dan sukses dalam memberantas kemiskinan.
  • Indonesia juga akan mengalami perubahan pasar tenaga kerja.
  • Indonesia membutuhkan SDM yang terpelajar, luhur, adaptif, dan kolaboratif untuk mencapai target pembangunan 2045.

Visi Pendidikan Indonesia 2035

“Membangun rakyat Indonesia untuk menjadi pembelajar seumur hidup yang unggul, terus berkembang, sejahtera, dan berakhlak mulia dengan menumbuhkan nilai-nilai budaya Indonesia dan Pancasila.”

SDM yang unggul merupakan pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Draf peta jalan pendidikan Indonesia tahun 2020 – 2035 (belum final) selengkapnya dapat dibaca dan diunduh pada link di bawah ini.

Unduh

Demikian yang dapat dibagikan mengenai draf peta jalan Pendidikan Indonesia tahun 2020 – 2035. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan