Download Buku Saku Gerakan Literasi Sekolah GLS Terbaru Tahun 2019

Download Buku Saku Gerakan Literasi Sekolah GLS Terbaru Tahun 2019

Amongguru.com. Gerakan Literasi Sekolah (GLS) adalah gerakan yang dicanangkan oleh pemerintah sebagai upaya menumbuhkan budi pekerti peserta didik melalui budaya membaca dan menulis.

Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015. Literasi berkembang tidak hanya sekadar membaca dan menulis, akan tetapi mencakup keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, digital, dan auditori.

Gerakan Literasi Sekolah sekarang ini sudah mencakup keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, dan auditori, yang disebut dengan literasi informasi.

Upaya yang ditempuh untuk mewujudkan Gerakan Literasi Sekolah berupa pembiasaan membaca yang dilakukan dengan kegiatan lima belas menit membaca.

Kegiatan rutin tersebut dilaksanakan untuk menumbuhkan minat baca peserta didik serta meningkatkan keterampilan membaca.

Materi baca dapat berisi nilai-nilai budi pekerti, berupa kearifan lokal, nasional, dan global yang disampaikan sesuai tahap perkembangan peserta didik.

Setelah pembiasaan membaca terbentuk, selanjutnya peserta didik akan diarahkan ke tahap pengembangan, dan pembelajaran. Variasi kegiatan dapat berupa perpaduan pengembangan keterampilan reseptif maupun produktif.

Tujuan Gerakan Literasi Sekolah

Tujuan umum Gerakan Literasi Sekolah adalah menumbuhkembangkan budi pekerti peserta didik melalui pembudayaan ekosistem literasi sekolah yang diwujudkan dalam Gerakan Literasi Sekolah agar mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Sedangkan tujuan khusus Gerakan Literasi Sekolah adalah sebagai berikut.

1. Menumbuhkembangkan budaya literasi di sekolah.

2. Meningkatkan kapasitas warga dan lingkungan sekolah agar literat.

3. Menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan dan ramah anak agar warga sekolah mampu mengelola pengetahuan.

4. Menjaga keberlanjutan pembelajaran dengan menghadirkan beragam buku bacaan dan mewadahi berbagai strategi membaca.

Komponen Literasi 

Komponen literasi dapat dibedakan menjadi enam sebagai berikut.

1. Literasi Dini (Early Literacy)

Literasi dini menyangkut kemampuan untuk menyimak, memahami bahasa lisan, dan berkomunikasi melalui gambar dan lisan yang dibentuk oleh pengalamannya berinteraksi dengan lingkungan sosialnya di rumah.

2. Literasi Dasar (Basic Literacy)

Literasi Dasar adalah kemampuan untuk mendengarkan, berbicara, membaca, menulis, dan menghitung (counting) berkaitan dengan kemampuan analisis untuk memperhitungkan (calculating), mempersepsikan informasi (perceiving), mengomunikasikan, serta menggambarkan informasi (drawing) berdasarkan pemahaman dan pengambilan kesimpulan pribadi.

3. Literasi Perpustakaan (Library Literacy)

Literasi perpustakaan antara lain dalam bentuk memberikan pemahaman cara membedakan bacaan fiksi dan nonfiksi, memanfaatkan koleksi referensi dan periodikal, memahami penggunaan katalog dan pengindeksan, hingga memiliki pengetahuan dalam memahami informasi.

4. Literasi Media (Media Literacy)

Literasi media adalah kemampuan untuk mengetahui berbagai bentuk media yang berbeda, seperti media cetak, media elektronik (media radio, media televisi), media digital (media internet), dan memahami tujuan penggunaannya.

5. Literasi Teknologi (Technology Literacy)

Literasi teknologi adalah kemampuan memahami kelengkapan yang mengikuti teknologi seperti peranti keras (hardware), peranti lunak (software), serta etika dan etiket dalam memanfaatkan teknologi.

6. Literasi Visual (Visual Literacy)

Literasi visual adalah pemahaman tingkat lanjut antara literasi media dan literasi teknologi, yang mengembangkan kemampuan dan kebutuhan belajar dengan memanfaatkan materi visual dan audiovisual secara kritis dan bermartabat.

Prinsip-prinsip Literasi Sekolah

Praktik-praktik yang baik dalam Gerakan Literasi Sekolah harus menekankan prinsip-prinsip sebagai berikut.

1. Perkembangan literasi berjalan sesuai tahap perkembangan yang dapat diprediksi

Memahami tahap perkembangan literasi peserta didik dapat membantu sekolah untuk memilih strategi pembiasaan dan pembelajaran literasi yang tepat sesuai kebutuhan perkembangan mereka.

2. Program literasi yang baik bersifat berimbang

Sekolah yang menerapkan program literasi berimbang menyadari bahwa tiap peserta didik memiliki kebutuhan yang berbeda, sehingga strategi membaca dan jenis teks yang dibaca perlu divariasikan dan disesuaikan dengan jenjang pendidikan.

3. Program literasi terintegrasi dengan kurikulum

Pembiasaan literasi di sekolah adalah tanggung jawab semua guru di semua mata pelajaran karena pembelajaran apapun membutuhkan bahasa, terutama membaca dan menulis. Dengan demikian, pengembangan profesional guru dalam hal literasi perlu diberikan kepada guru semua mata pelajaran.

4. Kegiatan literasi mengembangkan budaya lisan

Kelas berbasis literasi yang kuat diharapkan memunculkan berbagai kegiatan lisan berupa diskusi tentang buku selama pembelajaran di kelas. Peserta didik perlu belajar untuk menyampaikan perasaan dan pendapatnya, saling mendengarkan, dan menghormati perbedaan pandangan.

5. Kegiatan literasi perlu mengembangkan kesadaran terhadap keberagaman

Warga sekolah perlu menghargai perbedaan melalui kegiatan literasi di sekolah. Bahan bacaan untuk peserta didik perlu merefleksikan kekayaan budaya Indonesia agar mereka memiliki pengalaman multikultural.

Strategi Membangun Budaya Literasi di Sekolah

Sekolah memiliki peran penting dalam menanamkan budaya literal pada peserta didik. Untuk itu, setiap sekolah tanpa terkecuali harus memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan literasi.

Pada sekolah yang budaya literasinya tinggi, peserta didik akan cenderung berhasil dalam pembelajaran.

Berikut ini beberapa strategi untuk menciptakan budaya literasi  di sekolah.

1. Mengkondisikan lingkungan fisik yang ramah literasi.

2. Mengupayakan lingkungan sosial yang afektif sebagai model komunikasi literat.

3. Mengupayakan sekolah sebagai lingkungan akademik yang literat.

Tahapan Gerakan Literasi Sekolah

Program Gerakan Literasi Sekolah dilaksanakan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan sekolah di seluruh Indonesia.

Kesiapan ini mencakup kapasitas sekolah (ketersediaan fasilitas, bahan bacaan, sarana, prasarana literasi), kesiapan warga sekolah, dan kesiapan sistem pendukung lainnya (partisipasi publik, dukungan kelembagaan, dan perangkat kebijakan yang relevan).

Untuk memastikan keberlangsungan Gerakan Literasi Sekolah dalam jangka panjang, maka dapat dilakukan 3 (tiga) tahap berikut.

1. Pembiasaan

Menumbuhkan minat baca melalui kegiatan 15 menit membaca (Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015).

2. Pengembangan

Meningkatkan kemampuan literasi melalui kegiatan menanggapi buku pengayaan.

3. Pembelajaran

Meningkatkan kemampuan literasi di semua mata pelajaran dan menggunakan buku pengayaan  serta strategi membaca pada semua mata pelajaran.

Download Buku Saku Gerakan Literasi Sekolah GLS Terbaru Tahun 2019

Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menerbitkan Buku Saku Gerakan Literasi Sekolah.

Buku saku ini merupakan penjelasan singkat buku Desain Induk Gerakan Literasi Sekolah. Download Buku Saku Gerakan Literasi Sekolah GLS Terbaru Tahun 2019 pada link di bawah ini.

BUKU SAKU GERAKAN LITERASI SEKOLAH (Download)

Silakan download juga buku kelengkapan pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah lainnya pada link berikut.

(1) Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah GLS Terbaru 2019 (Download)

(2) Desain Induk Gerakan Literasi Sekolah GLS Tahun 2019 (Download)

(3) Panduan Gerakan Literasi Sekolah GLS SD SMP SLB SMA SMK Terbaru (Download)

Source : http://dikdasmen.kemdikbud.go.id

Demikian yang dapat admin bagikan terkait Buku Saku Gerakan Literasi Sekolah GLS Terbaru Tahun 2019. Terima kasih sudah berkunjung dan semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan