Download Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah GLS Terbaru 2019

Download Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah GLS Terbaru 2019

Amongguru.com. Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan sebuah gerakan untuk menumbuhkan budi pekerti peserta didik melalui budaya membaca dan menulis, sehingga tercipta pembelajaran sepanjang hayat.

Di dalam perkembangannya, Gerakan Literasi Sekolah tidak lagi sekadar membaca dan menulis saja.

Gerakan Literasi Sekolah saat ini sudah mencakup keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, dan auditori, yang disebut dengan literasi informasi.

Gerakan Literasi Sekolah sebagai upaya menyeluruh yang melibatkan semua warga sekolah baik guru, peserta didik, orang tua, wali murid, dan masyarakat, sebagai bagian dari ekosistem pendidikan. Dengan demikian, gerakan ini membutuhkan dukungan kolaboratif berbagai elemen.

Upaya yang ditempuh untuk mewujudkan Gerakan Literasi Sekolah berupa pembiasaan membaca yang dilakukan dengan kegiatan lima belas menit membaca. Guru membacakan buku dan warga sekolah membaca dalam hati.

Kegiatan rutin ini dilaksanakan untuk menumbuhkan minat baca peserta didik serta meningkatkan keterampilan membaca.

Materi baca dapat berisi nilai-nilai budi pekerti, berupa kearifan lokal, nasional, dan global yang disampaikan sesuai tahap perkembangan peserta didik.

Setelah pembiasaan membaca terbentuk, selanjutnya peserta didik akan diarahkan ke tahap pengembangan, dan pembelajaran. Variasi kegiatan dapat berupa perpaduan pengembangan keterampilan reseptif maupun produktif.

Tujuan Gerakan Literasi Sekolah

Gerakan Literasi Sekolah memiliki dua tujuan, yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum Gerakan Literasi Sekolah adalah menumbuhkembangkan budi pekerti peserta didik melalui pembudayaan ekosistem literasi sekolah yang diwujudkan dalam Gerakan Literasi Sekolah agar mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Sedangkan tujuan khusus Gerakan Literasi Sekolah adalah sebagai berikut.

  1. Menumbuhkembangkan budaya literasi di sekolah.
  2. Meningkatkan kapasitas warga dan lingkungan sekolah agar literat.
  3. Menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan dan ramah anak agar warga sekolah mampu mengelola pengetahuan.
  4. Menjaga keberlanjutan pembelajaran dengan menghadirkan beragam buku bacaan dan mewadahi berbagai strategi membaca.

Komponen Literasi 

Komponen literasi adalah sebagai berikut.

1. Literasi Dini (Early Literacy)

Literasi dini menyangkut kemampuan untuk menyimak, memahami bahasa lisan, dan berkomunikasi melalui gambar dan lisan yang dibentuk oleh pengalamannya berinteraksi dengan lingkungan sosialnya di rumah.

2. Literasi Dasar (Basic Literacy)

Literasi Dasar adalah kemampuan untuk mendengarkan, berbicara, membaca, menulis, dan menghitung (counting) berkaitan dengan kemampuan analisis untuk memperhitungkan (calculating), mempersepsikan informasi (perceiving), mengomunikasikan, serta menggambarkan informasi (drawing) berdasarkan pemahaman dan pengambilan kesimpulan pribadi.

3. Literasi Perpustakaan (Library Literacy)

Literasi perpustakaan antara lain dalam bentuk memberikan pemahaman cara membedakan bacaan fiksi dan nonfiksi, memanfaatkan koleksi referensi dan periodikal, memahami Dewey Decimal System, memahami penggunaan katalog dan pengindeksan, hingga memiliki pengetahuan dalam memahami informasi.

4. Literasi Media (Media Literacy)

Literasi media adalah kemampuan untuk mengetahui berbagai bentuk media yang berbeda, seperti media cetak, media elektronik (media radio, media televisi), media digital (media internet), dan memahami tujuan penggunaannya.

5. Literasi Teknologi (Technology Literacy)

Literasi teknologi adalah kemampuan memahami kelengkapan yang mengikuti teknologi seperti peranti keras (hardware), peranti lunak (software), serta etika dan etiket dalam memanfaatkan teknologi.

6. Literasi Visual (Visual Literacy)

Literasi visual adalah pemahaman tingkat lanjut antara literasi media dan literasi teknologi, yang mengembangkan kemampuan dan kebutuhan belajar dengan memanfaatkan materi visual dan audiovisual secara kritis dan bermartabat.

Prinsip-prinsip Gerakan Literasi Sekolah

Praktik-praktik yang baik dalam Gerakan Literasi Sekolah harus menekankan prinsip-prinsip sebagai berikut.

1. Perkembangan literasi berjalan sesuai tahap perkembangan yang dapat diprediksi

Memahami tahap perkembangan literasi peserta didik dapat membantu sekolah untuk memilih strategi pembiasaan dan pembelajaran literasi yang tepat sesuai kebutuhan perkembangan mereka.

2. Program literasi yang baik bersifat berimbang

Sekolah yang menerapkan program literasi berimbang menyadari bahwa tiap peserta didik memiliki kebutuhan yang berbeda, sehingga strategi membaca dan jenis teks yang dibaca perlu divariasikan dan disesuaikan dengan jenjang pendidikan.

3. Program literasi terintegrasi dengan kurikulum

Pembiasaan literasi di sekolah adalah tanggung jawab semua guru di semua mata pelajaran karena pembelajaran apapun membutuhkan bahasa, terutama membaca dan menulis.

Dengan demikian, pengembangan profesional guru dalam hal literasi perlu diberikan kepada guru semua mata pelajaran.

4. Kegiatan literasi mengembangkan budaya lisan

Kelas berbasis literasi yang kuat diharapkan memunculkan berbagai kegiatan lisan berupa diskusi tentang buku selama pembelajaran di kelas.

Peserta didik perlu belajar untuk menyampaikan perasaan dan pendapatnya, saling mendengarkan, dan menghormati perbedaan pandangan.

5. Kegiatan literasi perlu mengembangkan kesadaran terhadap keberagaman

Warga sekolah perlu menghargai perbedaan melalui kegiatan literasi di sekolah. Bahan bacaan untuk peserta didik perlu merefleksikan kekayaan budaya Indonesia agar mereka memiliki pengalaman multikultural.

Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah GLS Terbaru 2019

Semenjak tahun 2016 sampai dengan 2019, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menerbitkan beberapa Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS).

Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah diharapkan dapat membantu para pemangku kepentingan dalam penerapan GLS.

Ditjen Dikdasmen juga mendorong warga sekolah, penggiat literasi, dan pemangku literasi lain untuk membuat dan menerbitkan buku-buku literasi yang sesuai dengan kekhasan daerah masing-masing.

Berikut ini adalah daftar buku literasi terbitan Ditjen Dikdasmen 2016-2019. Buku dapat dibaca dan diunduh dengan memindai (scan) QR Code-nya.

Untuk mempermudah masyarakat membaca dan mengunduh buku-buku elektronik ini, daftar buku dapat dicetak (print) dan diletakkan di lokasi yang mudah diakses orang. Download Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah GLS terbaru 2019 di sini.

Silakan download juga buku kelengkapan pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah lainnya pada link berikut.

(1) Buku Saku Gerakan Literasi Sekolah GLS Terbaru Tahun 2019 (Download)

(2) Buku Manual Pendukung Gerakan Literasi Sekolah GLS 2019 (Download)

(3) Desain Induk Gerakan Literasi Sekolah GLS Tahun 2019 (Download)

(4) Panduan Gerakan Literasi Sekolah GLS SD SMP SLB SMA SMK Terbaru (Download)

Source : http://dikdasmen.kemdikbud.go.id

Demikian yang dapat admin bagikan terkait Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah GLS Terbaru 2019. Terima kasih sudah berkunjung dan semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan