Download Aplikasi Penulisan Soal Pilihan Ganda dan Uraian Lengkap

Download Aplikasi Penulisan Soal Pilihan Ganda dan Uraian Lengkap

Amongguru.com. Salah satu tugas guru dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran adalah menyusun soal.

Di dalam menulis soal, guru perlu memahami kaidah penulisan soal agar diperoleh soal yang berkualitas.

Kaidah penulisan soal perlu dipahami untuk pedoman penulisan soal, sehingga soal mampu menjaring informasi yang diperlukan.

Aplikasi penulisan soal berfungsi membantu memudahkan guru dalam melakukan pengetikan soal, baik soal Pilihan Ganda maupun soal Uraian.

Tugas guru dalam mengetik soal pada aplikasi penulisan soal adalah menginput kisi soal yang akan dijadikan evaluasi, maka secara otomatis kartu soal, pedoman penskoran, dan naskah soal sudah tersusun.

Sebelum menggunakan aplikasi penulisan soal, ada baiknya guru memahami tentang tentang kisi-kisi, indikator, serta kaidah penyusunan soal.

Kisi-kisi Soal

Kisi-kisi merupakan suatu format atau matriks yang memuat tentang kriteria soal yang akan disusun.

Kisi-kisi juga dapat diartikan test blue-print atau table of specification merupakan deskripsi kompetensi dan materi yang akan diujikan.

Wujud kisi-kisi adalah sebuah tabel yang memuat tentang rincian materi dan tingkah laku beserta imbangan/proporsi yang dikehendaki oleh penilai.

Di dalam konteks penilaian hasil belajar, kisi-kisi disusun berdasarkan silabus setiap mata pelajaran.

Kriteria kisi-kisi yang baik harus mengacu pada materi pelajaran sesuai kurikulum yang sudah ditetapkan.

Selain itu, kisi-kisi tersebut harus memiliki sejumlah komponen dengan informasi yang jelas dan mudah dipahami.

Komponen-komponen yang diperlukan dalam sebuah kisi-kisi disesuaikan dengan tujuan tes. Komponen kisi-kisi pada umumnya terdiri atas komponen identitas dan komponen matriks. Komponen identitas diletakkan di atas komponen matriks.

Komponen identitas meliputi jenis/jenjang sekolah, program studi/jurusan, mata pelajaran, tahun ajaran, kurikulum yang diacu, alokasi waktu, jumlah soal, dan bentuk soal.

Sedangkan komponen-komponen matriks berisi kompetensi dasar yang diambil dari kurikulum, kelas dan semester, materi, indikator, level kognitif, dan nomor soal.

Baca juga : Panduan Cara Penyusunan KKM Kurikulum 2013 Terbaru Tahun 2017

Penyusunan kisi-kisi dimulai dari menentukan Kompetensi Dasar yang akan diukur, memilih materi yang esensial, dan merumuskan indikatornya..

Indikator Soal

Indikator merupakan penanda pencapaian Kompetensi Dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik,mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi.

Indikator memiliki kedudukan yang sangat strategis dalam mengembangkan pencapaian komopetensi peserta didik.

Indikator harus dirumuskan dengan singkat dan jelas dengan memperlihatkan hal-hal berikut.

1. Memuat ciri-ciri KD yang akan diukur

2. Memuat kata kerja operasional yang dapat diukur (satu kata kerja operasional untuk soal pilihan ganda, satu atau lebih dari satu kata kerja operasional untuk soal uraian)

3. Berkaitan dengan materi/konsep yang dipilih.

4. Dapat dibuat soalnya sesuai dengan bentuk soal yang telah ditetapkan Komponen-komponen indikator soal yang perlu diperhatikan adalah subjek, perilaku yang akan diukur, dan kondisi/konteks/stimulus

Kaidah Penulisan Soal Pilihan Ganda

Di dalam membuat soal-soal pilihan ganda perlu diperhatikan beberapa kaidahnya, agar soal dapat sesuai dengan tujuannya dan berkualitas.

Kaidah penulisan soal pilihan ganda dikelompokkan menjadi tiga bagian, yaitu kaidah yang menyangkut materi, kaidah yang menyangkut konstruksi, dan kaidah yang menyangkut bahasa.

1. Kaidah yang menyangkut materi

a. Soal harus sesuai dengan indikator, artinya soal harus menanyakan perilaku dan materi yang hendak diukur sesuai dengan tuntutan indikator.

b. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi, artinya semua pilihan jawaban harus berasal dari materi yang sama seperti yang ditanyakan oleh pokok soal, penulisannya harus setara dan semua pilihan jawaban harus berfungsi.

c. Setiap soal harus memiliki satu jawaban yang benar atau paling benar, artinya satu soal hanya mempunyai satu kunci jawaban, apabila terdapat beberapa jawaban yang benar, kunci jawaban adalah jawaban yang paling benar.

2. Kaidah yang menyangkut konstruksi

a. Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas, artinya kemampuan/materi yang akan diukur atau ditanyakan harus jelas, tidak menimbulkan pengertian atau penafsiran yang berbeda dengan maksud soal dan hanya mengandung satu permasalahan untuk setiap nomor. Bahasa yang dipergunakan harus komunikatif, sehingga mudah dimengerti oleh siswa.

b. Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja, artinya rumusan atau pernyataan yang sebetulnya tidak diperlukan tidak perlu dicantumkan.

c. Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban benar, artinya pada pokoksoal jangan sampai terdapat kata, frase atau ungkapan yang dapat memberikan petunjuk ke arah jawaban yang benar.

d. Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda, artinya pada pokok soal jangan sampai terdapat dua kata atau lebih yang mengandung arti negatif. Hal ini untuk mencegah terjadinya kesalahan penafsiran siswa terhadap arti pernyataan yang dimaksud.

e. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi, artinya semua pilihan jawaban harus berasal dari materi yang sama seperti yang ditanyakan pada pokok soal, penulisannya harus setara dan semua pilihan harus berfungsi.

f. Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama, artinya adanya kecenderungan siswa memilih jawaban yang paling panjang, karena seringkali jawaban yang yang lebih panjang lebih lengkap dan merupakan kunci jawaban.

j. Pilihan jawaban tidak boleh mengandung pernyataan “Semua pilihan jawaban di atas benar” atau “Semua pilihan jawaban di atas salah”.

k. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis waktunya.

l. Pengurutan angka dilakukan dari nilai angka paling kecil ke nilai angka paling besar atau sebaliknya, dan pengurutan waktu berdasarkan kronologis waktunya.

m. Gambar, grafik, tabel diagram dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi, artinya apa saja yang menyertai suatu soal yang ditanyakan harus jelas, terbaca, dapat dimengerti oleh siswa.

n. Butir soal jangan tergantung pada jawaban butir soal sebelumnya, ketergantungan pada soal sebelumnya menyebabkan siswa yang tidak dapat menjawab benar soal pertama tidak akan dapat menjawab benar soal berikutnya.

 3. Kaidah yang menyangkut Bahasa

a. Setiap butir soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia

b. Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat (daerah tertentu), apabila soal tersebut akan digunakan untuk beberapa daerah atau nasional.

c. Pilihan jawaban jangan mengulang kata atau frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian, letakkan kata atau frase tersebut pada pokok soal.

Baca juga : Download Aplikasi Analisis Butir Soal Bentuk Pilihan Ganda dan Uraian

Kaidah Penulisan Soal Uraian

Kaidah penulisan soal berbentuk uraian, meliputi segi materi, konstruksi soal, dan bahasa.

1. Kaidah yang Menyangkut Materi

a. Soal harus sesuai dengan indikator, artinya soal harus menanyakan perilaku dan materi yang hendak diukur sesuai dengan tuntutan indikator.

b. Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan (ruang lingkup) harus jelas.

c. Isi materi harus sesuai dengan pengukuran.

d. Isi materi yang ditanyakan sudah sesuai dengan jenjang, jenis sekolah, atau tingkat kelas.

2. Kaidah yang Menyangkut Konstruksi

a. Rumusan kalimat soal atau pertanyaan harus menggunakan kata-kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban terurai, seperti mengapa, uraikan, jelaskan, bandingkan, tafsirkan, buktikan, hitunglah. Jangan menggunakan kata tanya yang tidak menuntut jawaban uraian, misalnya siapa, di mana, dan kapan.

b. Rumusan kalimat soal harus komunikatif, yaitu menggunakan bahasa yang sederhana dan menggunakan kata-kata yang sudah dikenal siswa, serta baik dan benar dari segi kaidah Bahasa Indonesia, jangan menggunakan kata atau kalimat yang dapat menimbulkan salah pengertian atau dapat menimbulkan penafsiran ganda.

c. Buatlah petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal.

d. Buatlah pedoman penskoran segera setelah soalnya ditulis dengan caramenguraikan komponen yang akan dinilai atau kriteria penskorannya, besarnya skor setiap komponen, serta rentang skor yang dapat diperoleh untuk soal yang bersangkutan.

e. Hal lain yang menyertai soal seperti gambar, grafik, tabel diagram dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus disajikan dengan jelas, berfungsi dan terbaca, artinya tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda dan juga harus bermakna.

3. Kaidah yang Menyangkut Segi Bahasa

a. Rumusan butir soal harus menggunakan bahasa yang sederhana dan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.

b. Rumusan butir soal jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat (daerah tertentu), bila soal tersebut akan digunakan untuk beberapa daerah atau nasional.

c. Rumusan soal menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar,mempertimbangkan segi budaya dan tidak menggunakan kata-kata atau kalimat yang dapat menimbulkan penafsiran ganda atau salah pengertian.

Download aplikasi penulisan soal Pilihan Ganda dan Uraian lengkap pada link di bawah ini.

Aplikasi Penulisan Soal PG dan Uraian  (Download)

Demikian yang dapat admin bagikan terkait aplikasi penulisan soal Pilihan Ganda dan Uraian. Terima kasih sudah berkunjung dan semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan