Contoh Tesis Lengkap PAI Profesionalitas Guru dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran

Contoh Tesis Lengkap PAI Profesionalitas Guru dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran.

Amongguru.com. Berikut ini admin bagikan contoh tesis Pendidikan Agama Islam yang dapat Anda download untuk referensi dalam membuat karya ilmiah pendidikan.

Judul :

PROFESIONALITAS GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN

(Studi Kasus di MTs Maarif NU 1 Wangon  Kabupaten Banyumas Tahun 2014)

BAB I

PENDAHULUAN

 A.  Latar Belakang Masalah

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dari waktu ke waktu yang semakin pesat, membawa konsekuensi terhadap peningkatan pelaksanaan pendidikan. Pendidikan formal yang memberikan kontribusi cukup besar pada diri siswa, mengharuskan pemerintah untuk terus berupaya meningkatkan layanan pendidikan, khususnya di bidang kemampuan akademis.

Kualitas lulusan pendidikan merupakan salah satu masalah dalam usaha pengembangan pendidikan, selain permasalahan perluasan kesempatan belajar, efisiensi dan efektifitas, serta relevansi lulusan dengan dunia kerja.

Dalam usaha memecahkan masalah mutu pendidikan, banyak upaya yang sudah dilakukan pemerintah, salah satunya adalah perbaikan dan pengembangan kurikulum.

Kurikulum dikembangkan dan disempurnakan untuk meningkatkan mutu pendidikan secara nasional. Selanjutnya, mutu pendidikan yang tinggi diperlukan untuk menciptakan kehidupan yang cerdas, damai, terbuka, demokratis, dan mampu bersaing, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan warga negara.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 pasal 39 ayat (2), disebutkan bahwa guru merupakan salah satu pendidik yang memegang peran esensial dalam sistem pendidikan.

Peran, tugas, dan tanggung jawab guru sangat bermakna dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, meningkatkan kualitas manusia Indonesia, dan mewujudkan masyarakat Indonesia yang maju, adil, makmur, dan beradab.

Sebagai pendidik, guru adalah tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat[1].

Guru memiliki posisi sentral dan strategis dalam keseluruhan kegiatan pendidikan. Karena posisinya tersebut, baik dari kepentingan pendidikan nasional maupun tugas fungsional guru, semuanya menuntut agar pendidikan dilaksanakan secara profesional.

Upaya untuk menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas, berbasis pengetahuan, dan memiliki daya saing yang tinggi.telah dilakukan Pemerintah.  Pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan melalui peluncuraan sejumlah peraturan perundang-undangan, misalnya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Di dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dalam menghadapi globalisasi, pemerintah juga telah menetapkan Standar Nasional Pendidikan (SNP) melalui Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005. Standar Nasional Pendidikan ini kemudian dijabarkan kembali menjadi sejumlah Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas).

Di dalam era global, peran pendidikan tidak hanya sebagai wahana transfer ilmu  pengetahuan, tetapi juga sebagai penghasil sumber daya manusia seutuhnya. Fungsi guru dalam dunia modern juga semakin meningkat, dari sekedar mengajar menjadi pengelola belajar sehingga konsekuensinya, tugas dan tanggung jawab guru menjadi lebih kompleks dan berat.

Guru bukan saja harus memiliki sejumlah kompetensi akademis, tetapi harus memiliki kematangan dan ketegaran kepribadian. Profesionalitas guru memang menjadi salah satu syarat untuk mewujudkan pembelajaran yang bermutu sesuai dengan tuntutan dunia modern tersebut.

Profesionalitas menunjuk kualitas suatu proses atau pekerjaan sesuai dengan standar yang diinginkan dan mendapatkan pengakuan secara positif atas hasil yang dicapai dari profesi yang dilakukannya. Kualitas profesi seorang guru ditunjukkan oleh keinginan untuk selalu menampilkan perilaku hasil kerja yang mendekati atau sesuai standar ideal, selalu berusaha meningkatkan dan memelihara citra profesinya, memiliki keinginan untuk mengembangkan profesinya, mengutamakan kualitas dalam profesi, dan memiliki kebanggaan dalam prestasi[2].

Profesionalitas guru adalah cerminan dari kompetensi profesional sebagai standar idealnya. Kompetensi sebagaimana yang tertuang dalam Permendiknas Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional[3].

Sehingga tolok ukur profesionalitas seorang guru adalah indikator pada aspek kompetensi profesional yang meliputi: kemampuan merencanakan program pembelajaran, kemampuan melaksanakan proses pembelajaran, dan kemampuan mengevaluasi pembelajaran.

MTs Maarif NU 1 Wangon Kabupaten Banyumas merupakan salah satu Madrasah Tsanawiyah di Kabupaten Banyumas yang memiliki perkembangan cukup pesat, baik secara kuantitas maupun kualitas. Dari sisi kualitas, MTs Maarif NU 1 Wangon mengalami peningkatan prestasi di bidang akademik maupun non-akademik.

Sedangkan dari sisi kuantitas, MTs Maarif NU 1 Wangon selalu mengalami peningkatan jumlah siswa setiap tahunnya, bahkan melebihi sekolah lain pada jenjang yang sama di kabupaten Banyumas. Jumlah pendaftar pada awal tahun pembelajaran sering melebihi kapasitas yang direncanakan, sehingga sekolah berupaya mengimbangi dengan terus menambah lokal gedung.

Berdasarkan hasil wawancara singkat dengan Kepala Sekolah, apabila dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu, sebelum adanya sertifikasi guru (sebelum tahun 2007), animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di MTs Maarif NU 1 Wangon masih rendah. Tetapi setelah adanya sertifikasi guru dan guru menyandang gelar tenaga profesional, maka antusias orangtua untuk menyekolahkan anak-anak mereka ke MTs Maarif NU 1 Wangon sangat tinggi.

Meskipun tidak secara langsung ada korelasi antara keinginan orangtua menyekolahkan anak dengan gelar tenaga profesional yang disandang guru, tetapi peningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan guru setelah menyandang gelar tersebut terbukti mampu meningkatkan mutu pembelajaran di MTs NU 1 Wangon. Peningkatan mutu inilah yang dijadikan pertimbangan orangtua dalam menyekolahkan anak-anak mereka ke MTs NU 1 Wangon.

Berdasarkan uraian tersebut, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian terkait profesionalitas guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di MTs Maarif NU 1 Wangon kabupaten Banyumas. Relevan dengan bidang kajian dalam penelitian ini, maka subjek yang akan diteliti adalah guru Pendidikan Agama Islam di MTs Maarif NU 1 Wangon.

Profesionalitas guru Pendidikan Agama Islam di MTs Maarif NU 1 Wangon akan dikaji lebih dalam sesuai aspek kompetensi profesional pada Permendiknas Nomor 19 tahun 2005 tentang Sistem Pendidikan  Nasional .

Alasan peneliti mengambil  judul  thesis ini  adalah:  Pertama, peneliti sangat  tertarik  dengan  pembahasan  yang  berkaitan  dengan  masalah profesionalitas guru.  Peneliti berpendapat  bahwa  profesionalitas guru  dalam  pendidikan  sangat  berpengaruh  terhadap  kemajuan pembelajaran.

Kedua,  peneliti berpendapat  bahwa  kegagalan  pendidikan  di Indonesia  salah  satu  penyebabnya  adalah  tingkat  profesionalitas guru  yang kurang baik, sehingga peneliti ingin mengetahui pembenaran asumsi  tersebut melalui  penelitian  langsung  ke  MTs  Maarif NU 1 Wangon.

Ketiga, guru Pendidikan Agama Islam memegang peran penting dalam kemajuan belajar siswa di bidang pembentukan pribadi dan kecerdasan spiritual, sehingga diperlukan kinerja yang profesional untuk mencapai kemajuan tersebut.

B.  Definisi Operasional

Definisi operasional dalam penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas tentang judul tesis sehingga tidak terjadi kesalahan penafsiran. Definisi operasional pada penelitian ini sebagai berikut.

  1. Profesionalitas

Profesionalitas menggambarkan kualitas suatu proses atau pekerjaan sesuai dengan standar yang diinginkan dan mendapatkan pengakuan secara positif atas hasil yang dicapai dari profesi yang dilakukannya.[4]

Pengertian profesionalitas dalam penelitian ini mengacu pada profesionalitas guru yang  diartikan sebagai kualitas kinerja guru sesuai dengan standar kompetensi yang diakui dan diwujudkan dalam bentuk sertifikat pendidik.

  1. Pendidikan Agama Islam

Pendidikan  agama  Islam  dapat diartikan sebagai upaya  mendidik  ajaran Islam agar menjadi  jalan hidup (Way of Life).

Pendidikan Agama Islam merupakan  usaha  sadar  dan  terencana  untuk menyiapkan siswa dalam meyakini, menghayati, dan mengamalkan ajaran agama  Islam  melalui  kegiatan  bimbingan,  pengajaran, dan  atau  latihan. Pendidikan Agama Islam dalam penelitian ini merupakan mata pelajaran agama pada jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs).

  1. Kualitas Pembelajaran

Pembelajaran  merupakan proses  interaktif  yang  berlangsung  antara  guru  dan  siswa  dengan  tujuan  untuk  memperoleh  pengetahuan,  keterampilan  atau  sikap serta menetapkan apa yang dipelajari[5].

Kualitas pembelajaran dapat diukur dari pencapaian pengetahuan, keterampilan, atau sikap siswa setelah dilakukan proses pembelajaran oleh guru. Di dalam penelitian ini, kualitas pembelajaran yang dimaksud adalah kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam).

 C.  Rumusan Masalah

Sesuai latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

  1. Bagaimanakah profesionalitas guru Pendidikan Agama Islam di MTs Maarif NU 1 Wangon kabupaten Banyumas dalam meningkatkan kualitas pembelajaran ditinjau dari aspek kompetensi profesionalnya, meliputi kemampuan merencanakan program pembelajaran, kemampuan melaksanakan proses pembelajaran, dan kemampuan mengevaluasi pembelajaran?
  2. Apa faktor pendukung dan penghambat peningkatan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam di MTs Maarif NU 1 Wangon kabupaten Banyumas ?

D.  Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan sebagai berikut.

  1. Untuk mengetahui profesionalitas guru Pendidikan Agama Islam di MTs Maarif NU 1 Wangon kabupaten Banyumas dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, ditinjau dari indikator tiap aspek kompetensi profesionalnya sesuai Permendiknas Nomor 19 tahun 2005. Aspek kompetensi profesional tersebut meliputi: kemampuan merencanakan program pembelajaran, kemampuan melaksanakan proses pembelajaran, dan kemampuan mengevaluasi pembelajaran.
  2. Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat peningkatan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam di MTs Maarif NU 1 Wangon kabupaten Banyumas.

E.  Manfaat Penelitian

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat, baik secara teoritis maupun secara praktis.

  1. Manfaat Teoritis

Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pengetahuan dalam hal pengembangan kompetensi, khususnya pada ranah kompetensi profesional.

  1. Manfaat Praktis

Hasil dari penelitian ini secara praktis diharapkan dapat memberikan manfaat kepada pihak-pihak berikut.

  1. Guru : sebagai bahan referensi dalam menambah wawasan dan pengetahuan tentang kompetensi profesional, khususnya bagi guru Pendidikan Agama Islam pada jenjang SMP/MTs.
  2. Sekolah : sebagai bahan rujukan bagi sekolah untuk mengadakan pengembangan profesionalitas guru.
  3. Penulis : sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar Magister Pendidikan Islam (M.PdI) Program Pascasarjana, Universitas Sains Alqur’an Wonosobo.

[1] Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, (t.k. t.p. t.t), hal. 15.

[2] Dadi Permadi dan Daeng Arifin, Panduan Menjadi Guru Profesional, (Bandung: CV Nuansa Aulia, 2013), hal. 13.

[3] Permendiknas Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, (t.k. t.p. t.t.), hal. 11

[4] Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa, (Jakarta: Gramedia: 2008), Cet. Ke-2, hal. 1104.

[5] E. Mulyasa,  Kurikulum  Berbasis  Kompetensi,  Konsep,  Karakteristik  dan  Implementasi, (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2003), hal.100.

Contoh Tesis Lengkap PAI Profesionalitas Guru dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran versi doc. dapat Anda unduh pada tautan berikut.

Demikian Contoh Tesis Lengkap PAI Profesionalitas Guru dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran. Semoga bermanfaat.

2 Replies to “Contoh Tesis Lengkap PAI Profesionalitas Guru dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran

  1. assalamu alaikum wr wb
    Bapak/ibu yang saya hormati
    Saya membaca web among guru sungguh bermanfaat bagi saya yang sedang menambah pengalaman dalam berselancar di web. Ada yang tertarik di web among guru yaitu tentang karya ilmiah tentang ” PROFESIONALITAS GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN ”

    (Studi Kasus di MTs Maarif NU 1 Wangon Kabupaten Banyumas Tahun 2014)

    Setelahnya saya donlod dan membaca judul tersebut ada yang tidak lengkap yaitu pada Bab II.
    Sudikiranya pada web among guru untuk melengkapi isi file pada Bab II.
    Atas bantuannya saya ucapkan trima kasih jazakumullah khaira jaza.
    wassalamu alaikum wr wb

    1. waalaikum slm wr. wb. terima kasih sudah berkunjung. Terima kasih atas koreksinya, sudah sy lengkapi untuk Bab II nya, silakan Anda download kembali.

Tinggalkan Balasan