Contoh Skripsi Lengkap Sosiologi Antropologi Mobilitas Sosial Warga Pendatang

Amongguru.com. Contoh Skripsi Lengkap Sosiologi Antropologi Mobilitas Sosial Warga Pendatang.

Judul :

MOBILITAS SOSIAL WARGA PENDATANG DI KELURAHAN KARANGJATI KECAMATAN BERGAS

KABUPATEN SEMARANG

BAB I

PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang

Permasalahan kependudukan di Indonesia tidak hanya terjadi dari jumlah penduduk yang besar, tetapi juga karena pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi. Pertumbuhan penduduk yang tinggi tersebut diperparah dengan tingginya angkatan kerja dan terbatasnya kesempatan kerja.

Pada sisi lain, permasalahan-permasalahan tersebut akan menimbulkan aktivitas kependudukan dalam upaya untuk  merebut kesempatan kerja yang tersedia. Salah satu aspek kependudukan yang tampak semakin tinggi intensitasnya dewasa ini adalah mobilitas penduduk.

Ketimpangan pertumbuhan antarwilayah ekonomi membawa dampak pada ketimpangan kesempatan kerja dan pendapatan, sehingga timbul arus migrasi penduduk dari daerah-daerah miskin ke daerah pusat-pusat pertumbuhan ekonomi.

Menurut Paul B. Horton dan Hunt (1999), mobilitas sosial adalah suatu gerak perpindahan dari satu kelas sosial ke kelas sosial lainnya atau gerak pindah dari strata yang satu ke strata yang lainnya.

Mobilitas sosial juga dapat diartikan perpindahan status dalam stratifikasi sosial. Mobillitas sosial menyebabkan terjadinya perubahan, pergeseran, peningkatan, atau penurunan tingkat sosial seseorang atau sekelompok orang. Dalam dunia modern seperti sekarang ini, banyak orang berupaya melakukan mobilitas sosial.

Mereka yakin bahwa hal tersebut akan membuat orang menjadi lebih bahagia dan memungkinkan melakukan jenis pekerjaan yang paling cocok bagi diri mereka. Jika tingkat mobilitas sosial tinggi, meskipun latar belakang sosial berbeda, maka mereka tetap dapat merasa mempunyai hak yang sama dalam mencapai kedudukan sosial yang lebih tinggi.

Mobilitas sosial lebih mudah terjadi pada masyarakat terbuka karena lebih memungkinkan untuk berpindah strata. Sebaliknya, pada masyarakat yang sifatnya tertutup kemungkinan untuk perpindahan strata lebih sulit.

Mobilitas antar wilayah di Indonesia semakin meningkat frekuensinya disebabakan oleh adanya perkembangan masyarakat yang semakin pesat baik regional, nasional, maupun internasional.

Hal ini dapat dimengerti karena mobilitas penduduk dipandang sebagai suatu kegiatan untuk dapat meningkatkan kehidupan yang layak bagi  penduduk dari daerah yang tingkat ekonominya rendah.

Pada dasarnya, setiap warga dalam suatu masyarakat mempunyai kesempatan yang sama untuk menaikkan kelas sosial mereka dalam struktur sosial masyarakat yang bersangkutan. Banyak faktor yang mendorong masyarakat untuk melakukan mobilitas sosial.

Minat masyarakat di bidang pertanian yang semakin berkurang menjadi salah satu penyebab pergeseran kehidupan masyarakat, dari bidang pertanian ke bidang industri.

Sempitnya lahan pertanian dan perubahan fungsi lahan pertanian, juga memaksa sebagian penduduk untuk mencari pekerjaan ke luar Kelurahan dalam sektor nonformal di luar sektor pertanian.

Tersedianya lapangan pekerjaan dan kesempatan untuk bekerja di daerah tujuan adalah faktor pendorong yang kuat untuk melakukan  mobilitas sosial.

Faktor lain yang ikut memengaruhi terjadinya mobilitas sosial adalah perubahan standar hidup. Kebutuhan hidup yang semakin tinggi seperti sekarang ini, mengakibatkan terjadinya perubahan standar hidup.

Harapan untuk dapat hidup secara layak dan terpenuhinya kebutuhan hidup ditandai dengan kenaikan penghasilan yang diperoleh di tempat bekerja yang baru. Kenaikan penghasilan tidak menaikan status secara otomatis, melainkan akan mereflesikan suatu standar hidup yang lebih tinggi dan hal ini akan mempengaruhi peningkatan status.

Untuk meningkatkan status sosial, maka seseorang berpindah tempat tinggal dari tempat tinggal yang lama ke tempat tinggal yang baru atau melakukan mobilitas sosial.

Pada umumnya, tenaga kerja yang melakukan mobilitas sosial dan bekerja di sektor non pertanian, seperti buruh dan pekerja pabrik memiliki latar belakang pendidikan yang terbatas.

Sehingga, sebagian besar dari mereka bekerja di tempat yang tidak membutuhkan persyaratan pendidikan dan keterampilan khusus.

Mobilitas sosial juga menyebabkan terjadinya interaksi sosial, yaitu penyesuaian hidup antar unsur-unsur yang berbeda dalam kehidupan sosial, sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan yang serasi. Individu-individu dari berbagai latar belakang yang berbeda akan hidup selaras dalam hal kepentingan hidup.

Fenomena mobilitas penduduk tersebut, juga terjadi di Kelurahan Karangjati Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang. Mobilitas penduduk yang terjadi di Kelurahan Karangjati terbilang cukup tinggi.

Hampir setiap tahun terjadi perpindahan penduduk dari kabupaten lain di luar kabupaten Semarang, baik yang dilakukan secara individu maupun secara kelompok.

Mobilitas terbesar terjadi pada tenaga kerja di bidang industri, karena Kelurahan Karangjati merupakan salah satu sentra industri di Kabupaten Semarang. Sebagian lainnya, mobilitas dilakukan oleh penduduk yang bergerak di bidang informal (jasa dan perdagangan) dan sektor formal pemerintahan.

Kemampuan pengelolaan sektor industri, jasa, dan perdagangan, khususnya di Kelurahan Karangjati Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang dalam menciptakan kesempatan kerja, telah menjadi daya tarik bagi tenaga kerja dari kabupaten sekitarnya, bahkan dari luar propinsi untuk datang dan bekerja di wilayah ini.

Perpindahan penduduk yang terjadi di Kelurahan Bergas, terutama bagi mereka yang masih dalam usia kerja membawa dampak positif, baik bagi daerah asal maupun daerah penerima. Bagi daerah penerima, kedatangan para pekerja ini telah memenuhi kebutuhan akan tenaga kerja di bidang industri.

Pendapatan asli daerah juga meningkat dengan berkembangnya sektor industri   di daerah tersebut. Berjalannya kegiatan di sektor industri ini, juga berimplikasi positif pada sektor informal lainnya, yaitu jasa dan perdagangan.

Selain berdampak positif, mobilitas sosial juga dapat berpengaruh negatif terhadap kehidupan sosial di daerah penerima, mulai dari munculnya kebisingan, polusi, dan limbah industri yang berbahaya bagi lingkungan dan juga persentuhan budaya yang dapat menimbulkan masalah sosial.

Berdasarkan uraian tersebut, maka peneliti tertarik untuk mengungkap lebih dalam tentang mobilitas penduduk yang terjadi di Kelurahan Karangjati Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang.

Peneliti menganggap perlu mengadakan penelitian tentang mobilitas penduduk di Kelurahan Bergas ini, karena peneliti memandang tingkat mobilitas yang terjadi di daerah tersebut cukup tinggi, sehingga perlu diketahui kehidupan sosial warga pendatang, faktor-faktor pendorong mobilitas, dan juga dampak mobilitas terhadap kehidupan sosial masyarakat setempat.

B.  Identifikasi Masalah

Identifikasi masalah dalam penelitian ini berdasarkan uraian latar belakang tersebut di atas adalah sebagai berikut.

  1. Ketimpangan pertumbuhan antarwilayah ekonomi membawa dampak pada ketimpangan kesempatan kerja dan pendapatan, sehingga terjadi mobilitas sosial dari daerah-daerah miskin ke daerah pusat-pusat pertumbuhan ekonomi.
  2. Mobilitas sosial dipandang sebagai suatu kegiatan untuk menaikkan kelas sosial dalam struktur sosial masyarakat yang bersangkutan.
  3. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya mobilitas sosial. Faktor-faktor mobilitas sosial diantaranya sulitnya mencari pekerjaan di daerah asal, tersedianya lapangan pekerjaan dan kesempatan untuk bekerja di daerah tujuan, serta perubahan standar hidup.
  4. Mobilitas sosial dapat menyebabkan terjadinya interaksi sosial, yaitu penyesuaian hidup antar unsur-unsur yang berbeda dalam kehidupan sosial, sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan yang serasi.
  5. Mobilitas sosial di Kelurahan Karangjati Kabupaten Semarang setiap tahun mengalami peningkatan. Kemampuan pengelolaan sektor industri, jasa, dan perdagangan, khususnya di Kelurahan Karangjati dalam menciptakan kesempatan kerja, telah menjadi daya tarik bagi tenaga kerja dari daerah lain untuk melakukan mobilitas sosial.

C.  Perumusan Masalah

Perumusan masalah berdasarkan identifikasi masalah dalam penelitian ini sebagai berikut.

  1. Bagaimana kehidupan sosial warga pendatang di Kelurahan Karangjati Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang?
  2. Bagaimana mobilitas sosial warga pendatang di Kelurahan Karangjati Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang?

 D.  Tujuan Penelitian

Berdasarkan perumusan masalah yang telah dikemukakan, maka tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah sebagai berikut.

  1. Untuk mengetahui tentang kehidupan sosial warga pendatang di Kelurahan Karangjati Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang yang meliputi data demografi (usia, jenis kelamin, dan status) serta data sosial ekonomi (pendidikan dan pendapatan)
  2. Untuk mengetahui mobilitas sosial warga pendatang ke Kelurahan Karangjati Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang.

E.  Manfaat Penelitian

  1. Manfaat Teoritis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sebagai informasi khususnya bagi perkembangan ilmu sosial tentang  faktor-faktor pendorong mobilitas sosial di daerah industri dan dampaknya terhadap pelaku mobilitas.

  1. ManfaatPraktis

Dari segi praktis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada pihak-pihak berikut.

  • Kelurahan Karangjati

Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai data pelengkap statistik kependudukan di kelurahan Karangjati, sehingga pemerintahan Kelurahan dapat merumuskan kebijakan pembangunan Kelurahan sesuai dengan arus mobilitas warga pendatang.

  • Pemerintah Daerah Kabupaten Semarang

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi Pemerintah Daerah kabupaten Semarang untuk dapat melihat potensi tenaga kerja warga pendatang, sehingga pembangunan di sektor industri, jasa, dan perdagangan dapat lebih diperluas dan dikembangkan dengan tetap memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat setempat.

F.  Penegasan Istilah

Penegasan istilah dalam penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas tentang judul skripsi sehingga tidak terjadi kesalahan penafsiran. Penegasan istilah dalam penelitian ini sebagai berikut.

  1. Mobilitas Sosial

Mobilitas berasal dari bahasa latin mobilis, yang berarti mudah dipindahkan atau banyak bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain. Kata sosial yang ada pada istilah mobilitas sosial untuk menekankan bahwa istilah tersebut mengandung makna gerak yang melibatkan seseorang atau sekelompok warga dalam kelompok sosial jadi.

Di dalam sosiologi mobilitas sosial berarti perpindahan status dalam stratifikasi sosial. Soekanto (1990) mendefinisikan gerak sosial sebagai suatu gerak dalam struktur sosial, yaitu pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial.

Paul B. Horton dan Hunt (1999) berpendapat bahwa mobilitas sosial adalah suatu gerak perpindahan dari satu kelas sosial ke kelas sosial lainnya atau gerak pindah dari strata yang satu  ke strata yang lainnya.

Berdasarkan beberapa pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa mobilitas sosial adalah sebuah gerak sosial yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dari satu kelas sosial ke kelas sosial yang lain, sehingga terjadi pergeseran dan perubahan  kelas sosial yang baru.

  1. Warga Pendatang

Warga pendatang dalam penelitian ini adalah penduduk dari wilayah lain yang melakukan mobilitas sosial, bekerja, dan menetap di Kelurahan Karangjati untuk jangka waktu yang tidak ditentukan.

  1. Kelurahan Karangjati

Kelurahan Karangjati merupakan salah satu bagian wilayah dari Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang. Secara geografis, Kelurahan Karangjati terletak di bagian utara Kabupaten Semarang. Jarak dari pusat pemerintahan kabupaten (Ungaran) adalah sekitar 7 km, sedangkan jarak dari pusat perintahan provinsi (Semarang) sekitar 28 km.

Sesuai dengan beberapa penegasan istilah tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa pengertian dari judul skripsi: ”Mobilitas Sosial Warga Pendatang di Kelurahan Karangjati Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang” adalah gerak sosial yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dari wilayah lain ke Kelurahan Karangjati Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang, sehingga terjadi pergeseran dan perubahan  kelas sosial yang baru.

 G.  Sistematika Skripsi

Skripsi ini terdiri dari tiga bagian yaitu bagian awal, bagian pokok, dan bagian akhir.

  1. Bagian awal skripsi ini memuat tentang halaman judul, persetujuan pembimbing, halaman pengesahan, pernyataan, motto dan persembahan, kata pengantar, abstrak, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, dan daftar lampiran.
  2. Bagian pokok skripsi terdiri lima bab, yaitu :

Bab I   Pendahuluan.

Pada bab ini memuat latar belakang, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, penegasan istilah, dan sistematika skripsi.

Bab II Landasan Teori.

Pada bab ini memuat tentang beberapa konsep teoritis yang mendasari penelitian ini.

Bab III Metode Penelitian.

Pada bab ini memuat tentang pendekatan yang digunakan, langkah-langkah penelitian, metode dan alat pengumpul data, dan teknik analisis data.

Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan.

Pada bab ini memuat tentang hasil penelitian dan uraian pembahasan dari hasil penelitian tersebut.

Bab V Penutup.

Pada bab ini memuat tentang simpulan dan saran.

3.  Bagian akhir terdiri dari daftar pustaka dan lampiran-lampiran yang mendukung penelitian ini.

Contoh Skripsi Lengkap Sosiologi Antropologi Mobilitas Sosial Warga Pendatang dapat Anda unduh pada link berikut.

Demikian Contoh Skripsi Lengkap Sosiologi Antropologi Mobilitas Sosial Warga Pendatang. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan