Contoh Skripsi Lengkap PKn SMP Kerjasama Guru PKN dan BK

Amongguru.com. Contoh Skripsi Lengkap PKn SMP Kerjasama Guru PKN dan BK

Judul :

KERJASAMA GURU BIMBINGAN KONSELING DAN GURU PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM UPAYA PENANAMAN NILAI-NILAI MORAL PADA SISWA SMP NEGERI 1 BANYUBIRU

BAB I

PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat serta meningkatnya arus globalisasi membawa konsekuensi dalam persaingan di berbagai bidang kehidupan. Sumber daya manusia yang berkualitas dibutuhkan untuk menghadapi tantangan berat tersebut.

Salah satu upaya mencetak sumber daya manusia berkualitas adalah melalui peningkatan mutu pendidikan. Pemerintah telah berupaya melakukan beberapa perbaikan agar mutu pendidikan dapat meningkat, tetapi tujuan yang ingin dicapai belum seperti apa yang diharapkan.

Dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak yang berkompeten dengan pendidikan, sehingga peningkatan mutu dapat terelasasikan.  Perbaikan yang telah dilakukan pemerintah tidak akan ada artinya, jika tanpa dukungan dari guru, orang tua siswa, siswa, dan masyarakat yang turut serta dalam meningkatkan mutu pendidikan tersebut.

Output dari pembelajaran, tidak semata-mata dilihat dari nilai kuantitatif saja, tetapi juga nilai kualitatif sebagai bentuk nilai kepribadian yang diperoleh dari sebuah pembelajaran.

Keduanya, baik nilai kuantitatif maupun nilai kualitatif merupakan tolok ukur mutu sebuah pendidikan yang tidak dapat dipandang hanya secara parsial, tetapi merupakan satu kesatuan utuh dari produk pendidikan.

Permasalahan dalam dunia pendidikan kita sekarang ini adalah masih rendahnya mutu pendidikan nasional. Salah satu indikator rendahnya mutu pendidikan dapat dilihat dari prestasi akademik, dimana proses pembelajaran masih menekankan pada aspek akademis saja.

Sementara itu, aspek-aspek non akademis, seperti nilai-nilai moral belum diberdayakan secara optimal. Nilai-nilai moral adalah bagian penting dalam pembentukan kepribadian siswa. Moral merupakan nilai atau norma yang berlaku di masyarakat sebagai pedoman untuk bertingkah laku.

Siswa yang bertingkah laku tidak sesuai dengan norma yang berlaku dimasyarakat, dapat dikatakan memiliki moral yang rendah atau bahkan dianggap tidak bermoral tergantung batasan nilai-nilai moral itu sendiri.

Penilaian terhadap moral adalah bersifat abstrak, karena keabstrakannya ini maka pembentukan nilai-nilai moral dapat dilakukan dengan cara menanamkannya pada pembelajaran.

Penanaman nilai-nilai moral saat ini hanya diberikan pada pelajaran tertentu secara terintegrasi, tetapi belum membawa hasil seperti yang diharapkan. Peran keluarga dalam ikut meningkatkan nilai-nilai moral siswa, sebagai bagian dari prestasi non akademis tersebut juga belum optimal.

Bahkan ada kecenderungan perhatian orangtua terhadap perkembangan belajar anaknya semakin berkurang karena kesibukan pekerjaan. Banyaknya kasus-kasus amoral yang dilakukan oleh siswa disinyalir berasal dari kurangnya perhatian orangtua dalam keluarga.

Sekolah dan keluarga merupakan dua lembaga yang saling berperan dalam pembentukan nilai-nilai moral dalam diri siswa.

Penyebab rendahnya nilai-nilai moral siswa adalah karena tidak dimilikinya sistem nilai sebagai pedoman dalam kehidupanya. Siswa yang tidak memiliki sistem nilai akan sangat mudah untuk mengadopsi sesuatu yang negatif di masyarakat tetapi dianggap positif oleh mereka.

Degradasi moral yang terjadi saat ini juga tidak terlepas dari ketidaksiapan siswa menerima arus informasi dan teknologi di era globalisasi. Kontrol diri yang kurang dan pemanfaatan teknologi yang keliru menyebabimbingan konselingan siswa mudah terjebak dalam pergaulan bebas yang tidak berujung.

Sekolah sebagai penyelenggara pendidikan formal harus dapat merubah sistem pembelajaran yang berfokus pada aspek kognitif, menuju ke sistem pembelajaran yang menyeimbangkan antara aspek kognektif, afektif, dan psikomotor.

Perpaduan ketiga aspek tersebut jika diterapkan dengan baik dalam pembelajaran akan menciptakan sistem nilai dan memberikan bekal yang kuat kepada siswa untuk hidup dalam masyarakat.

Penanaman sistem nilai kepada siswa di sekolah dapat dilakukan dalam berbagai strategi dengan melibatkan kerjasama beberapa guru bidang studi yang berbeda.

Pendidikan Kewarganegaraan dan Bimbingan Konseling salah dua mata pelajaran yang berperan dalam penanaman nilai-nilai moral siswa. Pendidikan Kewarganegaraan merupakan salah satu mata pelajaran yang memiliki arti penting dalam perkembangan dan pembentukan diri siswa.

Pendidikan Kewarganegaraan bertujuan untuk membentuk diri siswa menjadi warganegara yang dapat memahami serta mampu melaksanakan hak dan kewajibannya sebagai warga negara yang baik, cerdas, terampil, dan berkarakter seperti yang diamanatkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan tidak hanya bertujuan menanamkan pengetahuan saja, tetapi juga mampu menerapkan pembentukan sikap positif dan kreatifitas siswa, sebagai bagian dari nilai-nilai moral.

Sedangkan Bimbingan Konseling merupakan bentuk kegiatan pelayanan bantuan yang diberikan oleh guru kepada siswa. Kehadirannya diperlukan dalam rangka membimbing siswa menghadapi perubahan transisi dari anak menuju ke jenjang dewasa.

Fungsi bimbingan konseling diharapkan tidak hanya muncul pada saat siswa mengalami permasalahan, tetapi juga memberikan kontribusi aktif dalam penanaman nilai-nilai moral kepada siswa melalui sebuah program rutin dan berkelanjutan.

Kerjasama antara guru Pendidikan Kewarganegaraan dengan guru Bimbingan Konseling dalam meningkatkan nilai-nilai moral siswa perlu dirumuskan secara baik, karena sementara ini terkesan berjalan sendiri-sendiri.

Bentuk-bentuk kerjasama antara guru Pendidikan Kewarganegaraan dengan guru Bimbingan Konseling dalam penanaman nilai-nilai moral siswa di sekolah, hendaknya juga dapat menyentuh aspek-aspek kepribadian siswa secara nyata dan mendorong perkembangan potensinya.

Berdasarkan uraian tersebut, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian terhadap bentuk-bentuk kerjasama antara guru Pendidikan Kewarganegaraan dengan guru Bimbingan Konseling dalam penanaman nilai-nilai moral kepada siswa, khususnya di SMP Negeri 1 Banyubiru Kabupaten Semarang.

Peneliti menganggap penting melakukan penelitian ini, karena penanaman nilai-nilai moral dalam pembelajaran akan lebih efektif jika melibatkan kerjasama antara guru Pendidikan Kewarganegaraan dengan guru Bimbingan Konseling melalui pelaksanaan program rutin dan berkelanjutan.

Karena sifatnya yang abstrak dan hasilnya yang tidak dapat langsung dilihat, maka perumusan strategi perlu disusun secara tepat oleh guru Pendidikan Kewarganegaraan dan guru Bimbingan Konseling, agar penanaman nilai-nilai moral kepada siswa dapat dijadikan sebagai bekal dan diterapkan dengan baik di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

B.  Perumusan Masalah

Perumusan masalah dalam penelitian ini sesuai dengan latar belakang masalah yang telah diuraikan adalah sebagai berikut.

  1. Apakah bentuk-bentuk kerjasama antara guru Pendidikan Kewarganegaraan dengan guru Bimbingan Konseling dalam penanaman nilai-nilai moral kepada siswa SMP Negeri 1 Banyubiru Kabupaten Semarang?
  2. Bagaimanakah penanaman nilai-nilai moral yang dilakukan oleh guru Pendidikan Kewarganegaraan dan guru Bimbingan Konseling terhadap siswa SMP Negeri 1 Banyubiru Kabupaten Semarang?

C.  Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut.

  1. Untuk mengetahui bentuk-bentuk kerjasama antara guru Pendidikan Kewarganegaraan dengan guru Bimbingan Konseling dalam penanaman nilai-nilai moral kepada siswa SMP Negeri 1 Banyubiru Kabupaten Semarang.
  2. Untuk mengetahui upaya penanaman nilai-nilai moral yang dilakukan oleh guru Pendidikan Kewarganegaraan dan guru Bimbingan Konseling terhadap siswa SMP Negeri 1 Banyubiru Kabupaten Semarang.

 D.  Manfaat Penelitian

  1. Manfaat Teoritis

Secara teoritis hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai informasi bagi dunia pendidikan mengenai upaya dan bentuk-bentuk kerjasama yang dapat diterapkan antara guru Pendidikan Kewarganegaraan dengan guru PK dalam penanaman nilai moral kepada siswa.

1.  Manfaat praktis

Dari segi praktis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada pihak-pihak berikut.

  • Bagi guru

Memberikan informasi tentang upaya dan bentuk-bentuk kerjasama antara guru Pendidikan Kewarganegaraan dengan guru Bimbingan Konseling dalam penanaman nilai-nilai moral siswa.

  • Bagi siswa.

Sebagai umpan balik siswa dalam memperbaiki dan meningkatkan nilai-nilai moral untuk pedoman belajar di sekolah dan pedoman hidup di keluarga serta lingkungan masyarakat.

2.  Bagi sekolah

Sumbangan informasi yang baik untuk mengadakan peningkatan penanaman nilai-nilai moral siswa sebagai bagian pencapaian tujuan pembelajaran di sekolah.

E.  Definisi Operasional

Definisi operasional dalam skripsi ini bertujuan untuk memberi batasan pengertian dan gambaran tentang judul proposal penelitian. Beberapa definisi operasional dalam judul proposal ini adalah sebagai berikut.

  1. Bimbingan Konseling

Bimbingan Konseling adalah layanan bantuan kepada individu agar dengan potensi yang dimiliki mampu mengembangkan diri secara optimal dengan jalan memahami diri, memahami lingkungan, dan mengatasi hambatan untuk menentukan rencana masa depan yang lebih baik.

  1. Pendidikan Kewarganegaraan

Pendidikan Kewarganegaraan adalah pendidikan atau pengajaran untuk mengembangkan kesadaran akan diri siswa sebagai warga negara, dengan hak-hak dan tanggung jawabnya.

  1. Nilai-nilai Moral

Nilai-nilai moral merupakan nilai-nilai atau norma-norma yang dijadikan sebagai pegangan bagi seseorang atau sekelompok orang dalam mengatur tingkah lakunya.

Berdasarkan beberapa definisi istilah tersebut, maka dapat dijelaskan bahwa pengertian dari judul skripsi Kerjasama Guru Bimbingan Konseling dan Guru Pendidikan Kewarganegaraan dalam Upaya Penanaman Nilai-nilai Moral kepada Siswa SMP Negeri 1 Banyubiru adalah bentuk-bentuk kerjasama yang dilakukan oleh guru Bimbingan Konseling sebagai pemberi layanan bantuan kepada siswa dengan guru Pendidikan Kewarganegaraan sebagai pemberi pendidikan pengembangan kesadaran diri siswa sebagai warga negara dalam upaya penanaman nilai-nilai atau norma-norma sebagai pegangan siswa dalam bertingkah laku.

 F.  Sistematika Skripsi

Skripsi ini terdiri dari tiga bagian yaitu bagian awal, bagian pokok, dan bagian akhir. Bagian awal skripsi memuat tentang halaman judul, persetujuan pembimbing, halaman pengesahan, pernyataan, motto dan persembahan, kata pengantar, sari, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, dan daftar lampiran.

Bagian pokok skripsi terdiri lima bab, yaitu: Bab I, Bab II, Bab III, Bab IV, dan Bab V. Bab 1 Pendahuluan; bertujuan untuk memberikan gambaran latar belakang permasalahan yang dibahas, meliputi: latar belakang, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, penegasan istilah, dan sistematika skripsi.

Bab II Landasan Teori; bertujuan untuk membahas permasalahan penelitian berdasarkan teori yang merupakan tinjauan dari buku-buku referensi, meliputi: tinjauan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, tinjauan tentang Bimbingan Konseling, tinjauan tentang nilai-nilai moral, dan usaha-usaha penanaman nilai moral. Selain itu juga dikemukakan kerangka berpikir dan pengajuan hipotesis.

Bab III Metode Penelitian; berisi metode-metode yang digunakan dalam melakukan penelitian, meliputi: jenis dan metode penelitian, satuan analisis, satuan pengamatan, sumber informasi, lokasi penelitian, teknik pengumpulan data, dan teknik analisa data.

Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan; berisi tentang uraian hasil penelitian dan pembahasannya dengan teori-teori pendukung. Bab V Penutup; berisi tentang simpulan dan saran terkait penelitian yang telah dilakukan. Sedangkan bagian akhir terdiri dari daftar pustaka dan lampiran-lampiran yang mendukung penelitian ini.

Contoh Skripsi Lengkap PKn SMP Kerjasama Guru PKN dan BK dapat Anda unduh pada tautan berikut.

Demikian Contoh Skripsi Lengkap PKn SMP Kerjasama Guru PKN dan BK. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan