Contoh Skripsi Lengkap Bahasa Jawa SMP Menulis Cerkak

Amongguru.com. Contoh Skripsi Lengkap Bahasa Jawa SMP Menulis Cerkak.

Judul :

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS CERKAK DENGAN METODE MIND MAP PADA SISWA KELAS IX A SMP NEGERI 1 PRINGAPUS KABUPATEN SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2009/2010

BAB I
PENDAHULUAN

A.  Belakang Masalah

Proses pembelajaran akan memunculkan pengalaman-pengalaman baru bagi siswa, sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang sesuai tujuan yang diharapkan. Proses pembelajaran pada hakekatnya adalah untuk mengembangkan aktifitas dan kreativitas siswa.

Siswa dapat mengembangkan aktivitas dan kreativitas belajarnya secara optimal sesuai dengan kemampuan masing-masing. Hal ini dapat dilakukan siswa melalui berbagai interaksi dan pengalaman belajar. Banyak cara yang dapat dilakukan guru untuk menciptakan belajar dalam suasana interaksi yang konduktif.

Metode pembelajaran yang diterapkan guru hendaknya juga dapat memberikan peluang kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan intelektualnya dan bermakna bagi diri siswa.

Tetapi dalam proses pembelajaran, beberapa guru kurang menyadari, banyak kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan ternyata kurang diminati siswa. Pembelajaran yang dilakukan guru cenderung monoton, sehingga mengakibatkan respon siswa menjadi rendah, keaktifan dan kreatifitas siswa berkurang karena dominasi guru dalam proses pembelajaran.

Bahasa Jawa sebagaimana tercantum dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan untuk Sekolah Menengah Pertama, merupakan salah satu mata pelajaran muatan lokal di sekolah.

Mata pelajaran Bahasa Jawa mencakup komponen kemampuan berbahasa dan bersastra. Aspek-aspek yang dipelajari dari komponen kemampuan berbahasa dan bersastra, meliputi aspek mendengarkan, berbicara, menulis, dan apresiasi sastra.

Berkurangnya penggunaan Bahasa Jawa sebagai alat komunikasi, berpengaruh terhadap perbendaharaan kosakata siswa. Diperparah lagi kurangnya peran serta orang tua sebagai unsur utama penanaman bahasa Jawa dalam keluarga.

Anak terbiasa dilatih berbahasa ngoko dengan orang tua, sehingga tidak ada variasi unggah-ungguh basa dalam keluarga. Sebagian siswa juga beranggapan, Bahasa Jawa merupakan mata pelajaran yang kurang berperan terhadap kelanjutan studi mereka, sehingga minat siswa untuk mempelajari Bahasa Jawa menjadi rendah.

Minat baca terhadap berbagai karya sastra Jawa juga rendah, sehingga kemampuan memperkaya ide-ide kreatif menjadi berkurang.

Beberapa fakta tersebut, tentu secara langsung atau pun tidak langsung berdampak pada kemampuan siswa menerima materi Bahasa Jawa yang diajarkan guru di sekolah. Siswa dengan perbendaharaan kosakata yang rendah, tidak dapat mengembangkan gagasannya dalam berbagai ragam bahasa dan dengan unggah-ungguh basa yang benar.

Hal tersebut tampak terlihat dari kurangnya kemampuan siswa dalam mengungkapkan gagasan pada menulis cerita cekak (cerkak). Menulis cerkak adalah salah satu bagian dari menulis susastra sederhana sebagai kompetensi dasar yang harus dicapai siswa kelas IX SMP.

Standar kompetensi yang ingin dicapai dalam kurikulum muatan lokal Bahasa Jawa SMP untuk aspek menulis adalah siswa mampu mengungkapkan pikiran, pendapat, dan perasaan secara tertulis dalam berbagai bentuk tulisan dan ragam bahasa Jawa sesuai dengan unggah ungguh basa yang benar.

Permasalahan yang sering muncul dalam menulis cerkak adalah siswa kurang mampu mengembangkan gagasan yang diberikan guru. Siswa kelas IX SMP 1 Pringapus kabupaten Semarang juga mengalami kesulitan dalam menulis cerkak.

Nilai rata-rata siswa pada pembelajaran menulis cerkak masih berada di bawah kriteria ketuntasan minimal (66). Sedangkan dari tujuh kelas yang ada, kelas IX A memiliki kemampuan menulis cerkak paling rendah dibanding kelas IX B, IX C, IX D, IX E, IX F, dan IX G. Rata-rata nilai ulangan harian siswa pada materi menulis cerkak  untuk ke enam kelas IX tersebut sebagai berikut.

  1. Kelas IX A      : 62,08
  2. Kelas IX B      : 64,40
  3. Kelas IX C      : 63,76
  4. Kelas IX D      : 65,38
  5. Kelas IX E      : 64,03
  6. Kelas IX F      : 65,32
  7. Kelas IX G      : 62,43

Rata-rata total : 93.91

(Sumber: Kumpulan Nilai Ulangan Harian Bahasa Jawa Siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Bergas Semester 1 Tahun Pelajaran 2009/2010).

Studi awal dilakukan peneliti untuk mengungkap permasalahan kesulitan siswa tersebut. Berdasarkan informasi dari guru mata pelajaran Bahasa Jawa kelas IX SMP 1 Pringapus, beberapa permasalahan yang dijumpai dalam pembelajaran menulis cerkak, diantaranya: (1) kurangnya kemampuan siswa mengembangkan gagasan dan tema; (2) ketidaksesuaian antara isi cerita dengan tema; (3) ketidakmampuan siswa menggunakan alur cerita secara urut dan logis; (4) tidak adanya penyelesaian masalah dari cerita yang ditulis; dan (6) kesalahan dalam penggunaan ejaan dan tanda baca.

Guru juga menuturkan bahwa pembelajaran menulis cerkak lebih banyak dilakukan menggunakan metode ceramah, dengan guru sebagai pembicara dan siswa sebagai sekelompok pendengar.

Siswa hanya bertugas mendengarkan dan menghapal apa yang disampaikan guru. Tidak ada variasi pembelajaran, karena tema dan gagasan penjelas dalam menulis cerkak sudah ditentukan guru, sehingga siswa tinggal mengembangkan.

Menulis merupakan aspek penting dalam bebahasa dan bersastra, karena kegiatan ini merupakan bentuk pengungkapan diri siswa. Penulisan cerkak merupakan proses menulis kreatif sastra.

Proses menulis cerkak dimulai dari munculnya ide dan pikiran penulis, menangkap dan merenungkan ide dalam benak penulis, mematangkan ide agar jelas dan utuh, membahasakan ide dan menatanya, dan menulsikan ide tersebut dalam bentuk karya sastra (Roekhan, 1991: 1).

Guru perlu menciptakan metode yang tepat untuk mengatasi kesulitan siswa dalam kegiatan pembelajaran menulis cerkak, khususnya dalam hal pengembangan gagasan siswa.

Salah satu metode yang sesuai digunakan dalam pembelajaran menulis cerkak bagi siswa adalah Mind Map atau peta pikiran. Kegiatan pembelajaran dengan metode Mind Map memberikan kesempatan pada siswa untuk menemukan konsep sendiri melalui observasi dengan daya nalar, daya pikir dan kreatifitas.

Penggunaan metode Mind Map dapat mengembangkan berbagai kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor melalui melalui berbagai kegiatan.

Mind Map bisa disebut sebuah peta rute yang digunakan ingatan, membuat kita bisa menyusun fakta dan fikiran sedemikian rupa sehingga cara kerja otak kita yang alami akan dilibatkan sejak awal sehingga mengingat informasi akan lebih mudah dan bisa diandalkan daripada menggunakan teknik mencatat biasa.

Mind Map sangat efektif bila digunakan untuk memunculkan ide terpendam yang kita miliki dan membuat asosiasi di antara ide tersebut.

Kaitannya dengan pembelajaran, Mujito mengemukakan pendapatnya bahwa, “Mind Map merupakan tehnik penyusunan catatan demi membantu siswa menggunakan seluruh potensi otak agar optimum.

Caranya, menggabungkan kerja otak bagian kiri dan kanan. Dengan metode Mind Map siswa dapat meningkatkan daya ingat hingga 78%” (Sumber: http://www.escaeva.com/tips-menulis/tips-fiksi/menulis-dengan-diagrambalon.html).

Mind Map merupakan cara mencatat yang kreatif dengan menggunakan imajinasi siswa. Mencatat adalah salah satu sarana penting untuk membantu siswa dalam memahami dan mengingat kembali materi yang telah diajarkan.

Metode Mind Map memungkinkan siswa untuk mengembangkan gagasan dengan cepat dan tepat. Proses ini dilandaskan anggapan bahwa sekelompok siswa yang saling bekerjasama dengan koordinasi yang baik akan memunculkan lebih banyak ide. Ide-de tersebut kemudian dituangkan dalam bentuk peta pikiran untuk dikembangkan sendiri oleh masing-masing siswa.

Semua gagasan yang berhubungan dengan tema dan ada dalam pikiran siswa dicatat, tidak ada yang dipilih-pilih, dikelompokkan berdasarkan sub tema. Melalui metode ini, pendapat dari orang lain tidak untuk ditanggapi.

Tujuan Mind Map adalah untuk membuat kompilasi atau kumpulan gagasan, pendapat, informasi, dan pengalaman siswa yang sama atau berbeda, yang hasilnya dijadikan peta pikiran untuk dikembangkan sendiri oleh tiap siswa.

Berdasarkan uraian tersebut, maka peneliti mencoba menerapkan metode Mind Map dalam pembelajaran menulis cerkak bagi siswa kelas IX A SMP 1 Pringapus melalui penelitian tindakan kelas yang peneliti rumuskan dalam judul: “Peningkatan Kemampuan Menulis Cerkak dengan Metode Mind Map pada Siswa Kelas IX A SMP 1 Pringapus Tahun Pelajaran 2009/2010.”

 B.  Identifikasi Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang masalah tersebut di atas, maka dapat dipaparkan faktor-faktor penghambat yang teridentifikasi dalam pembelajaran menulis cerkak. Secara garis besar, faktor penghambat kemampuan siswa dalam menulis cerkak dikelompokkan menjadi dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri siswa. Sebagian besar siswa merasa kurang tertarik dan menganggap mata pelajaran Bahasa Jawa tidak berperan penting terhadap kelanjutan studi mereka.

Hal tersebut berdampak pada rendahnya minat siswa untuk mempelajari Bahasa Jawa. Siswa menganggap Bahasa Jawa merupakan pelajaran yang membosankan, sehingga siswa kurang termotivasi untuk mengikuti.

Faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dari luar diri siswa. Faktor eksternal tersebut meliputi, faktor guru, faktor sarana, dan faktor lingkungan.

Strategi pembelajaran yang diterapkan guru masih kurang optimal, bersifat konvensional dalam bentuk ceramah. Hal ini mengakibatkan respon siswa menjadi rendah dan kreativitas siswa terbatas. Kemampuan guru dalam mengelola kelas dan menciptakan aktivitas dan kreatifitas siswa masih perlu ditingkatkan.

Keluarga juga berperan penting terhadap kemampuan siswa menerapkan unggah-ungguh basa dengan benar. Orangtua yang tidak mengajarkan anaknya berbahasa krama dalam percakapan sehari-hari di rumah, akan memberikan pengaruh yang kurang baik dan membatasi kemampuan siswa menerapkan unggah-ungguh basa.

C.  Pembatasan Masalah

Berdasarkan beberapa identifikasi masalah tersebut, maka batasan masalah yang akan dikaji lebih dalam pada penelitian ini adalah peningkatan kemampuan menulis cerita pendek (cerita cekak) dengan metode Mind Map pada siswa kelas IX A SMP Negeri 1 Pringapus Kabupaten Semarang tahun pelajaran 2009/2010.

D.  Perumusan Masalah

Perumusan masalah dalam penelitian ini sesuai dengan batasan masalah yang telah diuraikan sebagai berikut.

Apakah dengan menggunakan metode Mind Map dapat meningkatkan kemampuan menulis cerita pendek (cerita cekak) siswa kelas IX A SMP Negeri 1 Pringapus Kabupaten Semarang tahun pelajaran 2009/2010?

 E.  Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan menulis cerita pendek (cerita cekak) siswa kelas IX A SMP Negeri 1 Pringapus Kabupaten Semarang tahun pelajaran 2009/2010, yang ditunjukkan oleh nilai hasil belajar dan deskripsi hasil observasi.

 F.  Manfaat Penelitian

Secara teoretis hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai informasi bagi dunia pendidikan untuk mengembangkan strategi pembelajaran menulis cerkak pada siswa SMP, sehingga kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan.

Sedangkan dari segi praktis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada pihak-pihak berikut.

  1. Bagi guru
    • Mengenalkan metode pembelajaran yang tepat pada siswa dalam rangka memperbaiki dan meningkatkan pembelajaran menulis
    • Meningkatkan profesionalisme guru di bidang pendidikan, dengan terus berupaya mengembangkan strategi pembelajaran bahasa Jawa yang menarik dan konstruktif bagi siswa.
  2. Bagi siswa.
    • Meningkatkan prestasi belajar Bahasa Jawa, baik dari segi kualitatif maupun kuantitatif melalui metode pembelajaran Mind Map.
    • Meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis cerkak, khususnya dalam hal mengemukakan gagasan atau pun pengembangan gagasan.
  3. Bagi sekolah

Sebagai  sumbangan  untuk mengadakan perbaikan  kualitas  pembelajaran Bahasa Jawa.

G.  Sistematika Penulisan Skripsi

Secara garis besar, skripsi ini terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian awal, bagian isi, dan bagian akhir skripsi.

1. Bagian Awal Skripsi

Bagian awal skripsi berisi tentang halaman judul, persetujuan pembimbing, pengesahan, pernyataan, motto, persembahan, kata pengantar, abstrak, daftar isi, daftar tabel, daftar diagram.

2.  Bagian Isi Skripsi

Bagian isi skripsi terdiri lima bab, yaitu pendahuluan, landasan teori dan hipotesis, metode penelitian, hasil penelitian dan pembahasan, dan penutup.

Bab I   Pendahuluan

Pada bab ini memuat latar belakang, identifikasi masalah, pembatasan masalah,  perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan skripsi.

Bab II Landasan Teori, Kajian Pustaka, Kerangka Berpikir, dan Hipotesis Tindakan

Berisi tentang beberapa konsep teoritis yang mendasari penelitian ini dan selanjutnya dikemukakan kerangka berpikir dan hipotesis.

Bab III Metodologi Penelitian

Bab ini memuat jenis penelitian, lokasi penelitian, subjek penelitian, sumber data, variabel penelitian, instrumen penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisa data, indikator kinerja, dan prosedur penelitian.

Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan

Pada bab ini memuat tentang hasil penelitian dan pembahasan hasil penelitian.

Bab V Penutup

Bab ini memuat tentang simpulan dan saran.

3.  Bagian Akhir Skripsi

Bagian akhir skripsi terdiri atas daftar pustaka dan lampiran.

Contoh Skripsi Lengkap Bahasa Jawa SMP Menulis Cerkak di atas dapat Anda unduh melalui tautan berikut.

Demikian Contoh Skripsi Lengkap Bahasa Jawa SMP Menulis Cerkak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan