Contoh Skripsi Lengkap Bahasa Indonesia Menulis Puisi Teknik Kata Kunci

Amongguru.com. Contoh Skripsi Lengkap Bahasa Indonesia Menulis Puisi Teknik Kata Kunci.

Judul :

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI  MELALUI TEKNIK KATA KUNCI DENGAN MEDIA GAMBAR SISWA KELAS VII G SMP NEGERI 1 PRINGAPUS KABUPATEN SEMARANG SEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN 2010/2011

Contoh Skripsi Lengkap Bahasa Indonesia Menulis Puisi Teknik Kata Kunci

BAB I

PENDAHULUAN

 A.  Latar Belakang

Rendahnya minat menulis siswa telah menjadi wacana umum sebagai fenomena yang terjadi pada dunia pendidikan di Indonesia saat ini. Hal tersebut merupakan suatu kenyataan yang ironis.

Fenomena ini muncul semata-mata bukan sekedar akibat dari faktor intern siswa, tetapi juga pengaruh dari faktor lingkungan, baik di rumah maupun di sekolah. Guru mempunyai andil yang cukup besar dalam membentuk kebiasaan siswa yang kurang termotivasi untuk menjadi gemar menulis.

Kegiatan menulis bersifat sangat kompleks karena menulis melibatkan berbagai keterampilan berbahasa yang lain, yaitu menyimak, berbicara, dan membaca, untuk mengungkapkan ide, pikiran, pengetahuan, pengalaman-pengalaman hidup dalam bahasa tulis yang runtut dan ekspresif.

Dalam dunia pendidikan, menulis mempunyai arti penting.  Siswa yang gemar menulis akan menjadi siswa yang terampil, kreatif, dan terarah kemampuan berekspresinya. Secara tidak langsung kegiatan menulis akan mempertajam kemampuan berpikirnya.

Aspek keterampilan menulis selain dalam pengajaran bahasa juga diberikan dalam pengajaran sastra. Aspek bersastra memiliki kedudukan yang sama penting dengan aspek berbahasa, bahkan keduanya tidak dapat dipisahkan karena bahasa adalah media pengucapan karya sastra.

Belajar bahasa adalah belajar berkomunikasi, sedangkan belajar sastra adalah belajar menghargai manusia dan kemanusiaannya.

Oleh karena itu, pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan siswa untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia baik secara lisan maupun tulis serta menimbulkan penghargaan terhadap hasil cipta manusia Indonesia.

Sedangkan keterampilan bersastra diperkaya oleh fungsi utama sastra untuk penghalusan budi, peningkatan rasa kemanusiaan dan kepedulian sosial, penumbuhan apresiasi budaya dan penyaluran gagasan, imaginasi, dan ekspresi secara kreatif dan konstruktif, baik secara lisan maupun tulis.

Pada dasarnya pembelajaran sastra meliputi dua jenis, yaitu apresiasi sastra dan ekspresi sastra. Apresiasi sastra adalah mendengarkan karya sastra yang dilisankan atau dibacakan dan memahami pikiran, perasaan, dan imajinasi yang terkandung di dalamnya dan membaca karya sastra tulis.

Ekspresi sastra merupakan kegiatan menulis sastra, yaitu mengekspresikan pikiran, perasaan, dan imajinasi dengan menggunakan bahasa tulis. Ekspresi tulis sastra adalah segala kegiatan yang memungkinkan kita mendapatkan artistik dalam menulis sastra.

Dalam pembelajaran sastra, siswa ditempatkan sebagai pusat pada dunia pendidikan bahasa yang mengkoordinasikan komunikasi lisan, eksplorasi sastra, dan perkembangan pengalaman individu.

Sastra dalam pembelajaran dapat membantu pembelajaran kebahasaan, karena sastra dapat meningkatkan empat keterampilan berbahasa, yaitu menyimak, membaca, menulis, dan berbicara.

Salah satu pembelajaran sastra adalah menulis puisi. Mengacu pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan bahwa keterampilan menulis puisi terdapat pada pembelajaran mulai tingkat SD, SMP, dan SMA. Tetapi pada kenyataannya, pembelajaran menulis puisi di sekolah masih banyak kendala dan cenderung dihindari.

Di dalam pelaksanaannya, pembelajaran menulis puisi belum sepenuhnya mengarah pada aspek apresiatif produktif. Pembelajaran menulis puisi masih didominasi oleh teori-teori puisi, misalnya ciri-ciri puisi, nama pengarang dan karyanya, berasal dari angkatan mana, dan lain-lain.

Selain itu, kendala yang masih banyak dialami antara lain terbatasnya alokasi waktu yang tersedia, minimnya sarana dan prasarana, partisipasi dan kreativitas siswa yang masih rendah, guru mendominasi proses pembelajaran, minimnya metode atau media inovatif dalam pembelajaran menulis puisi, sistem penilaian yang dilaksanakan guru juga masih menekankan pada aspek kognitif.

Proses pendidikan kita saat ini memang masih mementingkan perkembangan aspek kognitif pada tataran pengetahuan dengan mengabaikan persoalan kreativitas. Proses pengajarannya juga lebih mementingkan target pencapaian kurikulum, yaitu nilai ketuntasan belajar dibandingkan nilai keterampilan

Menulis puisi merupakan salah satu Kompetensi Dasar yang menjadi bagian dari Standar Kompetensi bersastra siswa kelas VII G Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Madrasah Tsanawiyah (MTs) pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

Standar Kompetensi tersebut mengharapkan siswa mampu mengungkapkan keindahan alam dan pengalaman melalui menulis kreatif puisi.

Pentingnya pembelajaran sastra di sekolah, termasuk pembelajaran menulis kreatif puisi, guru harus berusaha untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis kreatif puisi dengan berbagai upaya dan metode yang diajarkan, karena pembelajaran sastra khususnya puisi sampai saat ini masih menghadapi berbagai masalah.

Masalah yang dihadapi antara lain jumlah dan mutu pengajar, jumlah dan mutu buku teks yang dipergunakan, proses pembelajaran yang cenderung monoton dan hasil belajar siswa yang kurang memuaskan, hal ini menimbulkan kurang minatnya siswa terhadap pembelajaran sastra tersebut, sehingga hasil karya puisi siswa tidak mengandung unsur keindahan.

Keindahan puisi yang bersifat etis adalah keindahan yang berupa nilai-nilai yang ingin disampaikan penyair dalam puisinya. Nilai tersebut diperoleh di luar karya sastra atau unsur ekstrinsik.

Unsur ekstrinsik puisi yaitu nilai didaktis atau pendidikan nilai sosial, nilai kebangsaan dan nilai ketuhanan. Keindahan puisi yang bersifat estetis adalah keindahan puisi yang bersumber dari unsur pembangun yang berasal dari dalam puisi atau unsur instrinsik.

Unsur intrinsik puisi yaitu tema, imajinasi, diksi, majas, rima, irama, dan suasana. Nilai ekstrinsik dan intrinsik pada puisi dapat menjadikan siswa arif dan bijaksana dalam menyikapi kehidupan.

Menulis puisi bagi kebanyakan orang merupakan pelajaran yang memberatkan siswa dan guru. Pembelajaran menulis puisi harus lebih banyak bersifat aplikatif. Berupa pelatihan-pelatihan kegiatan menulis.

Untuk bisa terampil menulis puisi perlu latihan secara terus-menerus. Karena kemampuan menulis bukanlah suatu keterampilan yang dapat diajarkan melalui uraian atau penjelasan semata-mata. Pembelajaran menulis puisi memerlukan praktik bukan teori, yaitu dengan melakukan kegiatan menulis secara

Menulis puisi sering dianggap bakat oleh siswa, sehingga siswa yang tidak mempunyai bakat takut untuk menulis puisi. Padahal anggapan tersebut terbukti kecil karena bakat tidak ada artinya tanpa latihan.

Menulis puisi memerlukan latihan secara rutin, tanpa bakat pun bila siswa sering berlatih akan terampil menulis puisi. Dengan keterampilan menulis puisi siswa dipacu untuk kreatif menggunakan daya imajinasinya.

Menulis puisi membutuhkan imajinasi yang tinggi dan kemampuan siswa dalam merangkai kata demi kata sehingga menjadi rangkaian kata-kata yang indah.

Kemampuan tersebut pada umumnya belum dikuasai sepenuhnya oleh siswa karena pembelajaran puisi belum dilaksanakan secara maksimal, terutama dalam membangun daya imajinasi siswa untuk berkreasi pada proses menulis puisi.

Dalam mewujudkan pembelajaran yang berkualitas harus didukung dari berbagai faktor, antara lain: siswa dan guru sebagai subjek utama, sarana dan prasarana sebagai sumber pendukung utama, kurikulum, lingkungan, dan proses belajar mengajar.

Akan tetapi tidak semua faktor pendukung tersebut dilaksanakan seimbang di semua sekolah. Ketika siswa dibatasi oleh wilayah belajar yang sempit, akan berpengaruh terhadap pembelajaran yang berlangsung sehingga siswa kurang leluasa dalam belajar.

Beberapa faktor teknis dalam menulis puisi yang berasal dari siswa, antara lain: kesulitan siswa dalam menemukan ide, kesulitan siswa menemukan kata pertama dalam puisinya, kesulitan siswa mengembangkan ide menjadi puisi karena minimnya penguasaan kosa kata, dan siswa kurang terbiasa mengemukakan perasaan, pemikiran dan imajinasinya ke dalam puisi.

Selain itu siswa kurang mengetahui adanya prinsip Licentia Poetica (kebebasan penyair), rima yang digunakan siswa kurang dengan suasana puisi, siswa dalam pembaitan kurang tepat, penampilan atau tipografi yang kurang menarik sehingga siswa menganggap menulis puisi sangat sulit.

Rendahnya kemampuan siswa dalam menulis puisi disebabkan oleh minat siswa dalam belajar menulis masih kurang. Sebagian siswa merasa bahwa membuat puisi adalah pekerjaan yang sulit dan siswa juga belum mengetahui tujuan serta manfaat menulis puisi.

Selain hal tersebut, masalah penilaian yang hanya menekankan pada hasil pembelajaran kurang sesuai digunakan dalam pembelajaran menulis puisi, karena dengan menilai hasilnya saja, guru tidak dapat mengetahui perubahan perilaku siswa dan proses belajar siswa yang seharusnya dapat dipantau melalui penilaian

Berdasarkan observasi di SMP Negeri 1 Pringapus, kemampuan pembelajaran bersastra masih rendah, khususnya menulis puisi.

Hal ini dapat dilihat dari kemampuan menulis puisi yang belum baik seperti, siswa belum mampu menyesuaikan isi dengan tema, kesulitan dalam menentukan diksi yang tepat, rima yang digunakan siswa kurang mampu mendukung suasana puisi, serta penampilan puisi yang kurang menarik sehingga pembelajaran keterampilan menulis puisi perlu

Usaha untuk meningkatkan keterampilan puisi memerlukan teknik pembelajaran yang sesuai dan menarik. Salah satu teknik yang dapat digunakan dalam pembelajaran menulis puisi adalah teknik kata kunci dengan media gambar.

Untuk mengatasi kesulitan siswa untuk memulai menulis puisi dapat diatasi dengan menggunakan teknik kata kunci. Teknik kata kunci yang digunakan merupakan teknik yang dapat membantu siswa untuk mencari gagasan dan menciptakan kata-kata awal dalam sebuah puisi.

Penggunaan media gambar dalam pembelajaran keterampilan menulis puisi bertujuan untuk memberikan pengaruh dan rangsangan bagi siswa untuk mengungkapkan kata kunci. Dengan menggunakan gambar siswa lebih mudah menemukan ide untuk menulis puisi.

Guru menampilkan gambar yang berhubungan dengan tema tertentu, sehingga dengan mudah siswa dalam menentukan diksi yang tepat untuk menulis puisi. Media gambar ini dapat terdiri atas berbagai macam gambar, salah satunya dapat berupa gambar keindahan alam.

Guru memilih media gambar sebagai alat bantu dalam pembelajaran menulis puisi karena cukup efektif untuk membantu merangsang daya pikir siswa dalam mengemukakan ide. Media gambar yang menarik akan mampu meningkatkan perhatian siswa terhadap pembelajaran menulis puisi yang dilakukan guru.

Berdasarkan latar belakang tersebut maka perlu diadakan penelitian dengan judul Peningkatan Keterampilan Menulis Puisi melalui Teknik Kata Kunci dengan Media Gambar Siswa Kelas VII G SMP Negeri 1 Pringapus Kabupaten Semarang Semester 2 Tahun Pelajaran 2010/2011.

B.  Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah duraikan di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menulis puisi bagi siswa masih rendah dan belum maksimal. Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi permasalahan tersebut, yaitu faktor yang berasal dari guru, maupun faktor yang berasal dari siswa.

Faktor yang berasal dari guru yaitu guru yaitu pertama, guru lebih banyak menekankan teori dan pengetahuan bahasa daripada  keterampilan. Kedua, guru masih menggunakan metode ceramah.

Metode atau teknik pembelajaran yang kurang tepat atau kurang menarik sehingga siswa malas dan bosan. Ketiga, sebagian guru merasa rendah diri, kebanyakan guru bahasa Indonesia kurang berminat mengajarkan sastra, khususnya puisi.

Siswa yang merupakan subjek dalam proses pembelajaran tersebut lebih banyak mengalami permasalahan dalam mengikuti pembelajaran menulis puisi. Permasalahan yang dirasakan siswa terutama yaitu dalam hal menemukan dan menuangkan ide mereka ke dalam bentuk kata-kata indah. Selain itu siswa juga merasa kesulitan untuk memulai menulis sebuah puisi.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, guru perlu menggunakan teknik pembelajaran yang sesuai dan menarik perhatian siswa sehingga mampu mendorong dan memotivasi siswa mengikuti pembelajaran menulis puisi.

Salah satu teknik yang dapat digunakan adalah teknik kata kunci dengan media gambar. Melalui media gambar, guru memberikan pancingan kepada siswa untuk menemukan kata kunci yang sesuai dengan media gambar tersebut. Dalam hal ini, media gambar yang digunakan adalah dengan tema keindahan alam.

C.  Pembatasan 

Dari faktor-faktor yang mempengaruhi kurangnya kemampuan siswa kelas VII G SMP Negeri 1 Pringapus Kabupaten Semarang dalam menulis puisi di atas, peneliti membatasi permasalahan yang akan diteliti dilihat dari kurangnya kemampuan siswa dalam menuangkan ide-idenya ke dalam bentuk tulisan dan kesulitan siswa untuk menulis sebuah puisi, serta kesulitan siswa dalam menemukan ide untuk menulis puisi.

Kesulitan yang dialami siswa dalam menuangkan ide ke dalam bentuk puisi dan kesulitan siswa memulai untuk menulis sebuah puisi dapat diatasi dengan meggunakan teknik kata kunci. Sedangkan untuk mengatasi kesulitan siswa dalam menemukan ide untuk menulis sebuah puisi dapat diatasi dengan menggunakan media gambar.

D.  Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut.

  1. Seberapa besar peningkatan keterampilan menulis puisi siswa kelas VII G SMP Negeri 1 Pringapus setelah menggunakan teknik kata kunci dengan media gambar?
  2. Bagaimanakah perubahan perilaku belajar siswa kelas VII G SMP Negeri 1 Pringapus dalam menulis puisi setelah menggunakan teknik kata kunci dengan media gambar?

E.  Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini sebagai berikut.

  1. Mendeskripsikan peningkatan keterampilan menulis puisi pada siswa kelas VII G SMP Negeri 1 Pringapus Kabupaten Semarang setelah menggunakan teknik kata kunci dengan media gambar.
  2. Untuk mengetahui perubahan perilaku siswa kelas VII G SMP Negeri 1 Pringapus Kabupaten Semarang dalam pembelajaran keterampilan menulis puisi dengan menggunakan teknik kata kunci dengan media gambar.

F.  Manfaat Penelitian

Manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah manfaat teoretis dan manfaat praktis. Secara teoretis, penelitian ini dapat menjadi sumber referensi bagi  penelitian penulisan karya ilmiah selanjutnya.

Hasil yang akan dibahas dalam penelitian ini dapat menjadi gambaran secara konseptual terhadap guru untuk memberikan alternatif bagi guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan.

Secara praktis, penelitian ini akan bermanfaat bagi guru, siswa dan sekolah. Bagi guru, penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam pemecahan masalah yang berkaitan dengan upaya guru dalam meningkatkan keterampilan menulis puisi.

Selain itu, dapat juga bermanfaat untuk memperbaharui cara pembelajaran menulis puisi sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran menulis puisi keindahan alam melalui teknik kata kunci dengan media gambar.

Bagi siswa, penelitian ini dapat memberikan pengalaman menulis puisi yang dapat digunakan siswa dalam kegiatan tertentu. Hasil penelitin ini diharapkan juga dapat memberikan motivasi dan memberi kemudahan siswa dalam menulis puisi.

Bagi pihak sekolah, penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan yang baik, berupa perbaikan pembelajaran menulis puisi kepada siswa.

Contoh Skripsi Lengkap Bahasa Indonesia Menulis Puisi Teknik Kata Kunci dapat Anda unduh pada link berikut.

Demikian Contoh Skripsi Lengkap Bahasa Indonesia Menulis Puisi Teknik Kata Kunci. Semoga bermanfaat.

 

Tinggalkan Balasan