Contoh Proposal Skripsi Lengkap PKn Pengaruh Kedisiplinan terhadap Prestasi Belajar

Amongguru.com. Contoh Proposal Skripsi Lengkap PKn Pengaruh Kedisiplinan terhadap Prestasi Belajar.

Judul :

Pengaruh Kedisiplinan Mematuhi Tata Tertib terhadap Prestasi Belajar PKn Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Pringapus Kabupaten Semarang Semester Genap Tahun Pelajaran 2010/2011.

BAB I

PENDAHULUAN

 A.  Latar Belakang Masalah

Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa pendidikan nasional bertujuan mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Pendidikan pada akhirnya harus diajukan pada upaya mewujudkan sebuah masyarakat yang ditandai dengan adanya keseluhuran budi dalam diri individu, keadilan dalam negara, dan sebuah kehidupan yang lebih bahagia dan saleh dari setiap individunya.

Penyelenggaraan pendidikan pada hakekatnya memiliki tujuan utama untuk menghasilkan dan menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Selain itu juga menghasilkan lulusan dan anak didik yang bisa mengikuti perkembangan jaman.

Pendidikan yang bermutu ditunjang oleh guru yang bermutu dan profesional. Keberhasilan pendidikan dapat dicapai apabila didukung oleh kurikulum yang bermutu, materi pendidikan yang berbobot dan berdaya guna, tenaga pendidik yang profesional, penentu kebijakan pendidikan yang berkompeten, lingkungan masyarakat yang turut berperan, dan tersedianya sarana dan prasarana yang menunjang.

Kualitas pendidikan merupakan hal yang signifikan bagi keberhasilan lembaga pendidikan. Masalah klasik dalam pendidikan di Indonesia adalah masih rendahnya kualitas hasil belajar dan kurangnya minat siswa terhadap pembelajaran di sekolah.

Salah satu penyebab permasalahan tersebut adalah kurangnya partisipasi siswa dalam pembelajaran. Proses pembelajaran akan lebih efektif dan bermakna apabila siswa berpartisipasi secara aktif, karena sebagian ciri kebermaknaan dalam proses pembelajaran adanya keterlibatan siswa.

Tugas guru selanjutnya adalah membentuk iklim pembelajaran yang kondusif, sehinggga menciptakan situasi yang merangsang siswa untuk belajar dengan melibatkan berbagai komponen pembelajaran.

Iklim pembelajaran yang kondusif dapat dicapai dengan perencanaan yang baik. Perencanaan pembelajaran yang baik akan ikut mempengaruhi pengembangan keaktifan dan kreatifitas siswa.

Peningkatan mutu pendidikan di sekolah berkaitan langsung dengan siswa sebagai anak didik dan guru sebagai tenaga pendidik.

Tolok ukur keberhasilan pendidikan di sekolah dapat diketahui dari intensitas siswa dalam belajar. Intensitas siswa dalam belajar juga menunjukkan tingkat kedisiplinan dalam mematuhi tata tertib sekolah.

Siswa dengan intensitas belajar tinggi akan memiliki tingkat disiplin yang tinggi terhadap tata tertib sekolah, demikian sebaliknya. Sekolah merupakan lembaga formal sebagai wadah untuk kegiatan pembelajaran.

Proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar, jika seluruh siswa mematuhi tata tertib dengan rasa disiplin yang tinggi. Tata tertib sekolah sebagai bentuk peraturan dalam tingkatan hierarki terendah tata perundang-undangan memuat adanya aspek pendidikan moral dan rule of law.

Peraturan yang dibuat tidak hanya legal formal, tetapi menuntut adanya penerapan nilai-nilai moral di dalamnya. Internalisasi nilai-nilai moral kepada siswa dapat dilakukan antara lain dengan penerapan kedisiplinan mematuhi tata tertib sekolah.

Disiplin menurut Andi Rasdiyanah (1995: 28) adalah kepatuhan untuk menghormati dan melaksanakan suatu sistem yang mengharuskan orang untuk tunduk pada keputusan, perintah, atau peraturan yang berlaku.

Di dalam proses pembelajaran, kedisiplinan diperlukan untuk menunjang keberhasilan siswa. Kedisiplinan tercermin salah satunya dari aktivitas pembelajaran sebagai pembentukan sikap yang sangat positif bagi perkembangan siswa di masa yang akan datang.

Siswa yang memiliki disiplin dan kepatuhan tinggi akan menunjukkan kesiapannya dalam mengikuti pelajaran di kelas, memperhatikan dan melaksanakan proses pembelajaran dengan lebih baik.

Proses pembelajaran tidak hanya menekankan pada aspek akademis saja, tetapi faktor non akademis juga perlu diperhatikan. Kedisiplinan merupakan aspek non akademis yang perlu diberdayakan secara optimal dalam diri siswa.

Karena sifatnya yang abstrak, maka penanaman nilai-nilai kedisiplinan ini harus terintegrasi dalam setiap pembelajaran. Tata tertib disusun oleh sekolah sebagai aturan yang mengikat, sehingga diperlukan kedisiplinan dalam mematuhinya.

Belajar merupakan suatu perubahan dalam kepribadian (Winkel, 1987: 161). Pengertian tersebut menyiratkan bahwa hasil belajar sangat erat dengan usaha pembiasaan siswa dan pembiasaan itu muncul karena ada kedisiplinan.

Iklim sekolah merupakan lingkungan belajar yang mendorong perilaku positif dan kepribadian sama sehingga menciptakan proses pembelajaran yang optimal. Iklim sekolah yang kondusif dipadu dengan kesadaran yang tinggi untuk mentaati tata tertib sekolah, akan meningkatkan kedisiplinan dan kepatuhan belajar siswa. Implementasinya tidak hanya dilihat dan dirasakan di sekolah, tetapi juga dalam kehidupan siswa di rumah dan lingkungannya.

Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) merupakan salah satu mata pelajaran yang memiliki arti penting dalam perkembangan dan pembentukan diri siswa. Pendidikan kewarganegaraan bertujuan untuk membentuk diri siswa menjadi warganegara yang dapat memahami serta mampu melaksanakan hak dan kewajibannya sebagai warga negara.

Pembelajaran PKn tidak hanya bertujuan menanamkan pengetahuan saja, tetapi juga mampu menerapkan pembentukan sikap positif dan kreatifitas siswa. Pembentukan pola pikir ke arah cermat dan kritis terhadap permasalahan yang berhubungan dengan kewarganegaraan merupakan tujuan penting dari upaya menerapkan strategi pembelajaran PKn  bagi siswa.

Studi awal peneliti terhadap siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Pringapus Kabupaten Semarang menunjukkan bahwa siswa yang memiliki beberapa pelanggaran terhadap tata tertib sekolah memperoleh hasil belajar PKn yang lebih rendah dibandingkan dengan yang memiliki kedisiplinan tata tertib.

Berdasarkan keterangan dari guru mata pelajaran PKn, diketahui beberapa siswa yang sering melakukan pelanggaran dan tidak mematuhi tata tertib, baik di tingkat kelas maupun sekolah sebenarnya prestasi belajar PKn-nya masih berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).

Tetapi karena tuntutan dari sekolah bahwa nilai PKn tidak boleh berada di bawah KKM, maka guru PKn terpaksa memberikan nilai pada batas KKM tersebut. Hal ini tentu menjadi dilema bagi guru, karena di satu sisi pemberian nilai yang murni tersebut sudah sesuai dengan ketentuan, tetapi di sisi lain guru harus mengikuti aturan dari sekolah.

Beberapa bentuk pelanggaran terhadap tata tertib sekolah yang dilakukan oleh siswa SMP Negeri 1 Pringapus, antara lain: membolos, berkelahi, meroko, seragam tidak sesuai ketentuan, mencontek, penampilan yang tidak sesuai peraturan sekolah, dan berperilaku tidak sopan. Jika dilihat dari bentuk pelanggaran tersebut, maka sebenarnya pelanggaran yang terjadi masih bersifat umum dan belum ada pelanggaran yang sangat berat dilakukan oleh siswa.

Tetapi, ternyata perolehan nilai siswa yang sering melakukan pelanggaran tersebut menunjukkan hasil yang lebih rendah pada beberapa mata pelajaran dibandingkan siswa yang tidak melakukan pelanggaran di sekolah.

Hal tersebut mengindikasikan bahwa siswa dengan tingkat kedisiplinan mematuhi tata tertib rendah akan memiliki hasil belajar yang tidak maksimal.

Bertolak dari uraian tersebut, maka peneliti kemudian tertarik untuk melakukan penelitian tentang pengaruh kedisiplinan tata tertib terhadap hasil belajar PKn siswa dalam judul skripsi: ”Pengaruh Kedisiplinan Mematuhi Tata Tertib terhadap Prestasi Belajar PKn Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Pringapus Kabupaten Semarang Tahun Pelajaran 2010/2011″.

B.  Perumusan Masalah

Permasalahan dalam penelitian ini sesuai dengan latar belakang yang telah diuraikan adalah sebagai berikut.

”Adakah pengaruh yang signifikan kedisiplinan mematuhi tata tertib terhadap prestasi belajar siswa SMP Negeri 1 Pringapus Kabupaten Senarang semester genap tahun pelajaran 2010/2011?”

C.  Tujuan Penelitian

Secara objektif, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan penerapan tata tertib sekolah di SMP Negeri 1 Pringapus Kabupaten Semarang. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk ketidakdisiplinan siswa dalam mematuhi tata tertib sekolah di SMP Negeri 1 Pringapus Kabupaten Semarang.

Sedangkan secara subjektif, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kedisiplinan mematuhi tata tertib terhadap prestasi belajar PKn siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Pringapus Kabupaten Semarang semester genap tahun pelajaran 2010/2011.

D.  Manfaat Penelitian

  1. Manfaat Teoritis
    • Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan pada khususnya, maupun masyarakat pada umumnya mengenai pengaruh kedisiplinan mematuhi tata tertib terhadap prestasi belajar PKn pada siswa.
    • Memberikan tambahan wawasan dan pengetahuan, khususntya mengenai kedisplinan mematuhi tata tertib dan prestasi belajar PKn siswa.
  2. Manfaat Praktis
  • Menyebarluaskan informasi mengenai arti pentingnya kedisiplinan mematuhi tata tertib untuk mendukung pencapaian prestasi belajar secara optimal.
  • Sebagai dasar untuk memecahkan masalah yang muncul sehubungan dengan pencapaian prestasi belajar PKn siswa.
  • Sebagai bahan masukan dan pertimbangan bagi sekolah untuk pengambilan kebijakan selanjutnya.

E.  Penegasan istilah

Penegasan istilah dimaksudkan untuk menghindari terjadinya perbedaan penafsiran judul penelitian. Beberapa penegasan istilah dalam penelitian ini sebagai berikut.

  1. Pengaruh

Pengaruh adalah daya yang timbul dari sesuatu (seperti benda, orang) yang membentuk watak, kepercayaan atau perbuatan seseorang (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1989: 595). Pengertian pengaruh pada penelitin ini adalah daya yang diakibatkan oleh disiplin dan kepatuhan tata tertib terhadap prestasi belajar siswa.

  1. Kedisiplinan

Kedisiplinan merupakan kepatuhan menaati peraturan atau ilmu pengetahuan (Totok Santoso, 1998:1). Kedisiplinan dalam penelitian ini dibatasi pada kedisiplinan terhadap tata tertib sekolah.

  1. Prestasi Belajar

Prestasi belajar merupakan penguasaan pengetahuan atau ketrampilan yang dikembangkan (Depdikbud, 1982:4). Prestasi belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah hasil belajar PKn pada Ulangan Tengah Semester Genap Tahun Pelajaran 2010/2011.

  1. Siswa

Siswa atau peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu, (Undang-undang nomor 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional).

Jadi yang dimaksud pengaruh kedisiplinan mematuhi tata tertib terhadap prestasi belajar PKn siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Pringapus Kabupaten Semarang semester genap tahun pelajaran 2010/2011 adalah pengaruh kedisiplinan mematuhi tata tertib sekolah terhadap pengetahuan atau ketrampilan yang ditunjukkan oleh nilai hasil belajar PKn pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Pringapus Kabupaten Semarang semester genap tahun pelajaran 2010/2011.

F.  Sistematika Skripsi

Skripsi ini terdiri dari tiga bagian yaitu bagian awal, bagian pokok, dan bagian akhir.

  1. Bagian awal skripsi ini memuat tentang halaman judul, persetujuan pembimbing, halaman pengesahan, pernyataan, motto dan persembahan, kata pengantar, sari, daftar isi, daftar tabel, daftar grafik, daftar bagan, dan daftar lampiran.
  2. Bagian pokok skripsi terdiri lima bab, sebagai berikut.
    • Bab 1 Pendahuluan

Bertujuan untuk memberikan gambaran latar belakang permasalahan yang dibahas, meliputi: latar belakang, perumusan masalah, tujuan peneitian, manfaat penelitian, penegasan istilah, dan sistematika skripsi.

  • Bab II Landasan Teori

Bertujuan untuk membahas permasalahan penelitian berdasarkan teori yang merupakan tinjauan dari buku-buku referensi, meliputi: kedisiplinan, tata tertib, dan prestasi belajar. Selain itu juga dikemukakan kerangka berpikir dan pengajuan hipotesis.

  • Bab III Metode Penelitian

Berisi metode-metode yang digunakan dalam melakukan penelitian, meliputi: jenis penelitian, lokasi penelitian, variabel penelitian, populasi dan sampel penelitian, metode pengumpulan data, dan analisis data.

  • Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan

Berisi tentang uraian hasil penelitian dan pembahasannya dengan teori-teori pendukung.

  • Bab V Penutup

Berisi tentang simpulan dan saran terkait penelitian yang telah dilakukan.

  1. Bagian akhir terdiri dari daftar pustaka dan lampiran-lampiran yang mendukung penelitian ini.

Contoh Proposal Skripsi Lengkap PKn Pengaruh Kedisiplinan terhadap Prestasi Belajar versi doc. dapat Anda unduh di sini.

Demikian Contoh Proposal Skripsi Lengkap PKn Pengaruh Kedisiplinan terhadap Prestasi Belajar. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan