Contoh Laporan Lengkap PTK Matematika Permainan Dakon

Contoh Laporan Lengkap PTK Matematika Permainan Dakon

Amongguru.com. Berikut ini admin bagikan contoh laporan lengkap PTK Matematika Permainan Dakon untuk referensi Anda yang sedang membuat laporan Penelitian Tindakan Kelas, khususnya pada bidang Matematika.

Judul :

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT MELALUI ALAT PERAGA PERMAINAN DAKON PADA PESERTA DIDIK KELAS IV SD NEGERI 05 WANGON KABUPATEN BANYUMAS SEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN 2010/2011

 A.  Latar Belakang

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang memiliki arti penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pembelajaran matematika tidak hanya bertujuan menanamkan pengetahuan saja, tetapi juga mampu menerapkan pembentukan sikap positif dan kreativitas peserta didik.

Pembentukan pola pikir ke arah cermat dan kritis merupakan tujuan penting dari upaya menerapkan strategi pembelajaran matematika bagi peserta didik.

Tetapi yang terjadi adalah pola pembelajaran matematika saat ini masih belum banyak memberikan kontribusi pemikiran ke arah tersebut.

Diperparah lagi dengan pandangan dari sebagian besar peserta didik bahkan orang tua peserta didik bahwa matematika merupakan materi pelajaran yang sulit untuk dimengerti dan dipahami.

Sistem pembelajaran yang diterapkan guru dimungkinkan menjadi penyebab dari hal tersebut. Pembelajaran yang diterapkan guru selama ini cenderung menuntut peserta didik untuk memahami materi tanpa memperhatikan bagaimana upaya agar peserta didik tertarik belajar matematika.

Pada kemampuan matematika, anak akan menganalisa atau menjabarkan alasan secara logis, serta kemampuan mengkonsruksikan solusi dari sebuah persoalan yang timbul.

Banyak permainan eksplorasi yang dapat digunakan untu mengasah kemampuan logika anak yang disesuaikan dengan usia anak.

Dengan bermain, akan membuat anak dapat mengekspresikan gagasan dan perasaannya, sehingga anak menjadi lebih kreatif.

Melalui bermain, juga akan melatih kognisi atau kemampuan belajar anak berdasarkan apa yang dialami dan diamati dari sekelilingnya.

Saat memainkan pemainan yang menantang, anak memiliki kesempatan dalam memecahkan masalah.

Di dalam bermain, anak dihadapkan pada masalah tetapi bukan masalah sebenarnya, melainkan sebuah permainan yang harus dikerjakan anak.

Salah satu materi pokok mata pelajaran matematika di SD yang dapat diajarkan dengan memafaatkan permainan adalah operasi hitung bilangan bulat.

Sebagai materi baru yang belum pernah diterima sebelumnya, maka masih banyak kendala yang dihadapi peserta didik dalam memahami materi tersebut.

Salah satu kendalanya adalah ketidakmampuan peserta didik dalam operasi hitung bilangan bulat sejenis (khususnya penjumlahan dan pengurangan dua bilangan negatif) dan operasi hitung bilangan bulat tidak sejenis (penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif atau sebaliknya).

Peserta didik tidak mengalami kesulitan menjumlahkan sesama bilangan bulat positif karena hal tersebut sudah pernah diterima di kelas sebelumnya.

Kesulitan lain yang dialami peserta didik adalah melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dengan menggunakan garis bilangan.

Ada dugaan bahwa penggunaan garis bilangan pada operasi hitung bilangan bulat hanya akan membuat peserta didik menjadi bosan, karena setiap menyelesaikan soal, peserta didik harus membuat garis bilangan.

Tidak sedikit peserta didik yang lebih memilih menghitung menggunakan alat bantu lain daripada menggunakan garis bilangan, karena dianggap terlalu lama.

Kendala dalam mempelajari operasi hitung bilangan bulat juga dialami oleh peserta didik kelas IV SD Negeri 05 Wangon Kabupaten Banyumas.

Materi pelajaran berhitung sebenarnya sudah dipelajari peserta didik sejak kelas I dan terus menerus dipelajari sampai kelas VI.

Tetapi dalam kenyataannya, penguasaan peserta didik terhadap materi berhitung masih sangat kurang.

Hal tersebut terbukti setelah peneliti melakukan analisis terhadap nilai pretest materi operasi hitung bilangan bulat.

Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa rerata nilai pretest peserta didik hanya sebesar 54.5 dengan ketuntasan belajar klasikal hanya 45%.

Rerata nilai tersebut masih jauh berada di bawah batas kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan, yaitu 70.

Karena pencapaian hasil belajar yang masih rendah tersebut, maka guru membutuhkan pengulangan atau perbaikan proses pembelajaran.

Diperlukan sebuah alat peraga yang dapat menggantikan fungsi garis bilangan sebagai alat bantu dalam mempelajari konsep operasi hitung bilangan bulat.

Dakon adalah salah satu alternatif alat peraga permainan yang dapat digunakan guru dalam menjelaskan materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat.

Permainan dakon adalah salah satu permainan tradisional masyarakat Jawa. Di luar Jawa, permainan ini lebih dikenal dengan nama congklak.

Permainan tradisional tersebut, selain sebagai sarana belajar juga bermanfaat untuk melatih kemampuan motorik, terutama kekuatan jari tangan untuk menulis.

Melalui permainan dakon yang dimodifikasi secara sederhana, maka diharapkan dapat membantu peserta didik dalam memahami konsep penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Adanya unsur permainan, juga akan membuat peserta didik merasa senang dan tidak jenuh.

B. Rumusan Masalah

Perumusan masalah dalam penelitian ini sesuai dengan batasan masalah yang telah diuraikan adalah sebagai berikut.

Apakah melalui pemanfaatan alat peraga permainan dakon dapat meningkatkan hasil belajar Matematika materi operasi hitung bilangan bulat pada peserta didik kelas IV SD Negeri 05 Wangon Kabupaten Banyumas semester II tahun pelajaran 2010/2011?

E.  Tujuan Penelitian

Dalam penelitian ini, terdapat dua tujuan yang ingin dicapai, yaitu tujuan umum dan tujuan khusus.

1.  Tujuan Umum

Tujuan umum merupakan tujuan untuk kalangan sekolah dasar dan sederajat. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Matematika sekolah dasar melalui pemanfaatan alat peraga.

2.  Tujuan Khusus

Tujuan khusus adalah tujuan yang ingin dicapai oleh subjek penelitian, yaitu untuk meningkatkan hasil belajar Matematika materi operasi hitung bilangan bulat pada peserta didik kelas IV SD Negeri 05 Wangon Kabupaten Banyumas semester II tahun pelajaran 2010/2011.

Meningkatnya hasil belajar tersebut ditandai dengan ketuntasan belajar dan aktivitas peserta didik secara menyeluruh dalam pembelajaran.

F.  Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan muncul dari penelitian ini adalah sebagai berikut.

1.  Manfaat Teoritis

Secara teoritis, hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memantapkan pemahaman teori tentang peningkatan hasil belajar Matematika.

2.  Manfaat Praktis

Dari segi praktis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada pihak-pihak berikut.

  • Bagi guru

Hasil penelitian ini dapat djadikan sebagai informasi tentang alat peraga permainan pengganti garis bilangan untuk meningkatkan pemahaman konsep penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat.

Pemanfaatan alat peraga dalam pembelajaran Matematika, akan semakin meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan guru, ditandai dengan meningkatnya hasil belajar dan keaktifan peserta didik.

  • Bagi peserta didik

Penelitian ini merupakan umpan balik dalam memecahkan permasalahan yang timbul dalam pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat sehingga mampu meningkatkan kemampuannya dan minat peserta didik dalam pembelajaran matematika semakin bertambah.

  • Bagi sekolah

Hasil penelitian ini dapat memberikan sumbangan yang baik dalam rangka perbaikan pembelajaran Matematika, khususnya pada sekolah tempat penelitian, yaitu SD Negeri 05 Wangon Kabupaten Banyumas dan sekolah lain pada umumnya.

Contoh Laporan Lengkap PTK Matematika Permainan Dakon tersebut dapat Anda unduh pada link berikut.

Baca juga :

Demikian contoh laporan lengkap PTK Matematika Permainan Dakon. Terima kasih sudah berkunjung dan semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan