Contoh Laporan Lengkap Penelitian Tindakan Kelas IPS Metode SQ3R

Contoh Laporan Lengkap Penelitian Tindakan Kelas IPS Metode SQ3R

Amongguru.com. Berikut ini admin bagikan contoh laporan lengkap Penelitian Tindakan Kelas IPS Metode SQ3R untuk referensi Anda yang sedang membuat laporan Penelitian Tindakan Kelas, khususnya pada bidang IPS.

Judul :
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR DAN KEAKTIFAN PESERTA DIDIK MELALUI PENGGUNAAN METODE SQ3R (SURVEY, QUESTION, READ,RECITE, REVIEW) DALAM PEMBELAJARAN KOOPERATIF PADA MATA PELAJARAN IPS  MATERI SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIAKELAS VIII SEMESTER 2 SMP NEGERI 1 PRINGAPUS TAHUN PELAJARAN 2012/2013
BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang

Indikator ketercapaian pembelajaran merupakan salah satu aspek yang perlu dipertimbangkan dalam membuat rencana pembelajaran.

Dalam proses pencapaiannya, guru dituntut untuk dapat membentuk iklim pembelajaran yang kondusif.

Pembelajaran kondusif akan menciptakan situasi belajar yang merangsang peserta didik berpartisipasi secara aktif dan terlibat secara keseluruhan dalam pembelajaran.

Pada dasarnya tujuan dari pembelajaran IPS adalah untuk mendidik dan memberi bekal kemampuan kepada peserta didik untuk mengembangkan diri sesuai dengan bakat, minat, kemampuan, dan lingkungannya serta berbagai bekal bagi peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Pembelajaran IPS tidak hanya bertujuan menanamkan pengetahuan saja, tetapi juga mampu mengembangkan diri sesuai kreatifitas peserta didik.

Pembentukan pola pikir ke arah cermat dan kritis terhadap permasalahan yang berhubungan dengan pembelajaran IPS merupakan tujuan penting dari upaya menerapkan strategi pembelajaran IPS yang menarik dan konstruktif  bagi peserta didik.

Berdasarkan hasil observasi awal dengan guru mata pelajaran IPS dan peserta didik di SMP Negeri 1 Pringapus diperoleh hasil bahwa sebagian besar peserta didik kelas VIII masih pasif dalam pembelajaran.

Beberapa kebiasaan peserta didik seperti rasa malu, malas, kurang berani untuk bertanya dan menjawab pertanyaan, serta mengungkapkan pendapat menyebabkan proses pembelajaran menjadi monoton.

Guru lebih banyak berpartisipasi dalam pembelajaran, sementara peserta didik hanya menjadi sekelompok pendengar.

Hal lain yang menjadikan peserta didik kurang berminat dalam belajar IPS adalah adanya anggapan sebagian peserta didik bahwa IPS adalah mata pelajaran yang membosankan, karena sebagian besar materi pelajarannya bersifat hafalan.

Hasil wawancara dengan guru mata pelajaran IPS juga diperoleh keterangan bahwa salah satu kesulitan yang dihadapi oleh peserta didik dalam memahami materi IPS adalah memahami isi bacaan.

Baca juga : Contoh Laporan Lengkap PTK Matematika Permainan Dakon.

Hal tersebut dapat dilihat pada saat peserta didik disuruh untuk membaca materi, kemudian guru memberikan pertanyaan yang berkaitan dengan materi bacaan, ternyata sebagian besar peserta didik tidak dapat menjawab pertanyaan dari guru.

Peserta didik tidak memahami tentang apa yang mereka baca, sehingga berakibat pada rendahnya hasil belajar.

Seperti diketahui bahwa materi dalam pelajaran IPS lebih banyak berupa uraian teks, dimana kompetensi dasar yang harus dicapai adalah mendeskripsikan uraian materi.

Diperlukan keterampilan peserta didik dalam membaca dan memahami materi, sehingga kompetensi dasar yang dikehendaki dapat tercapai.

Indikator rendahnya hasil belajar peserta didik ini dapat dilihat dari nilai ulangan harian peserta didik sebagai refleksi kegiatan pembelajan yang telah dilakukan.

Nilai ulangan harian siswa untuk beberapa materi IPS kelas VIII menunjukkan rerata di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), salah satunya adalah pada materi Sistem Perekonomian Indonesia.

Sistem Perekonomian Indonesia adalah materi pembelajaran IPS untuk  kelas VIII yang berupa uraian teks, dimana kompetensi dasar yang dicapai adalah kemampuan mendeskripsikan pelaku-pelaku ekonomi dalam Sistem Perekonomian Indonesia, sehingga diperlukan keterampilan peserta didik dalam membaca dan memahami materi.

Untuk memahami materi tersebut diperlukan suatu cara agar dalam proses belajar berlangsung efektif, sehingga peserta didik dapat memahami tentang apa yang mereka pelajari sehingga berdampak pada peningkatan hasil belajar peserta didik.

Kualitas dan keberhasilan pembelajaran sangat dipengaruhi oleh kemampuan dan keterampilan guru dalam memilih dan menggunakan metode pembelajaran (Solihatin dan Raharjo, 2007: 1).

Baca juga : Sistematika Penyusunan Laporan Penelitian Tindakan Kelas dan Contohnya.

Sebuah alternatif model pembelajaran yang dapat membantu meningkatkan kemampuan membaca dan memahami materi IPS adalah metode SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, dan Review) dalam pembelajaran Cooperative Learning.

Menurut Thabrany (1994), metode SQ3R merupakan metode belajar yang mempunyai tujuan agar kegiatan membaca dapat dilaksanakan sesingkat mungkin, tetapi dengan daya serap yang tinggi.

Langkah-langkah metode belajar SQ3R meliputi sebagai berikut.

  1. Survey; adalah proses cepat sebelum membaca secara terinci isi sebuah buku, yaitu kegiatan mencari ide pokok atau membaca ringkasan dan kesimpulan.
  2. Question; adalah proses menyusun pertanyaan sendiri atau pertanyaan yang diberikan oleh guru yang jelas dan relevan dengan pokok kajian.
  3. Read; adalah proses membaca seluruh pokok kajian untuk mencari jawaban dari pertanyaan yang telah dibuat.
  4. Recite; adalah kegiatan memahami isi bacaan dan memahami setiap jawaban yang telah ditemukan.
  5. Review; adalah kegiatan meninjau ulang jawaban-jawaban atas pertanyaan yang telah dibuat tanpa membuka catatan.

Sedangkan Cooperative Learning mengandung pengertian sebagai suatu sikap atau perilaku bersama dalam bekerja atau membantu diantara sesama dalam struktur kerja sama yang teratur dalam kelompok.

Cooperative Learning dapat juga diartikan sebagai struktur tugas bersama dalam suasana kebersamaan diantara sesama anggota kelompok (Solihatin dan Raharjo 2007: 4).

Melalui metode SQ3R dalam pembelajaran kooperatif diharapkan efektif untuk meningkatkan hasil belajar dan keaktifan peserta didik dalam pembelajaran IPS.

Baca juga : Contoh Laporan Lengkap Penelitian Tindakan Kelas IPA Kartu Klasifikasi.

Berkaitan dengan hal tersebut, maka metode SQ3R dipandang sangat sesuai dengan karakteristik materi Sistem Perekonomian Indonesia yang berupa uraian teks.

Dengan demikian, peserta didik diharapkan lebih memahami materi secara lebih mendalam dan keaktifan peserta didik dalam pembelajaran akan meningkat secara signifikan.

Berdasarkan uraian tersebut, peneliti kemudian tertarik untuk mencoba mengenalkan dan menerapkan strategi pembelajaran SQ3R dalam pembelajaran IPS secara Cooperative Learning kepada peserta didik melalui serangkaian tindakan pembelajaran dalam penelitian tindakan kelas dengan judul:

“Upaya Meningkatkan Hasil Belajar dan Keaktifan Peserta didik Melalui Penggunaan Metode Penggunaan SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) dalam Pembelajaran Kooperatif Mata Pelajaran IPS Materi Sistem Perekonomian Indonesia Kelas VIIIA SMP Negeri 1 Pringapus Kabupaten Semarang Semester 2 Tahun Pelajaran 2012/2013″.
B.  Identifikasi Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang, maka masalah dalam penelitian ini dapat diidentifikasi sebagai berikut.

  1. Kesulitan peserta didik memahami materi bacaan IPS, karena sebagian besar berupa uraian teks.
  2. Anggapan sebagian besar peserta didik bahwa mata pelajaran IPS bersifat membosankan, karena lebih banyak menghapal.
  3. Tingkat keaktifan peserta didik dalam pembelajaran IPS masih rendah, terbukti kebiasaan peserta didik yang masih malu dalam bertanya, menjawab pertanyaan, dan mengemukakan pendapatnya saat proses pembelajaran berlangung.
  4. Rendahnya hasil belajar peserta didik untuk beberapa materi pembelajaran IPS, salah satunya adalah pada materi Sistem Perekonomian Indonesia. Perolehan nilai ulangan harian peserta didik pada materi Sistem Perekonomian Indonesia sebagian besar berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan sebesar 7
  5. Metode SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) dalam Pembelajaran Kooperatif dipandang sangat sesuai dengan karakteristik materi Sistem Perekonomian Indonesia yang berupa uraian teks.
C.  Perumusan Masalah

Perumusan masalah dalam penelitian ini sesuai dengan identifikasi masalah yang telah diuraikan adalah sebagai berikut

Apakah dengan penerapan metode SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) dalam pembelajaran kooperatif mata pelajaran IPS materi sistem perekonomian Indonesia dapat meningkatkan hasil belajar dan keaktifan peserta didik kelas VIII A SMP Negeri 1 Pringapus semester 2 tahun pelajaran 2012/2013.

D.  Pembatasan Masalah

Berdasarkan perumusan masalah tersebut, maka batasan masalah yang akan dikaji lebih dalam pada penelitian ini adalah sebagai berikut.

1. Subjek penelitian,

Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIII A SMP Negeri 1 Pringapus Kabupaten Semarang Tahun Pelajaran 2012/2013.

2. Objek penelitian

Objek penelitian ini adalah metode Survey, Question, Read, Recite, Review (SQ3R) dalam pembelajaran kooperatif, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan hasil belajar IPS materi Sistem Perekonomian Indonesia, serta keaktifan peserta didik secara menyeluruh dalam pembelajaran, ditunjukkan oleh analisis nilai tes, dan deskripsi hasil observasi.

D.  Cara Pemecahan Masalah

Sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan keaktifan peserta didik dalam pembelajaran IPS pada materi Sistem Perekonomian Indonesia, maka dilakukan penelitian tindakan kelas dengan memberikan tindakan pada peserta didik Kelas VIIIA SMP Negeri 1 Pringapus Kabupaten Semarang.

Penelitian yang dilakukan adalah mengajarkan materi Sistem Perekonomian Indonesia kepada siswa melalui metode SQ3R dalam pembelajaran kooperatif.

Secara garis besar, langkah-langkah metode Survey, Question, Read, Recite, Review (SQ3R) dalam pembelajaran dapat dijelaskan sebagai berikut.

  1. Guru merancang lembar observasi yang akan digunakan untuk mengobservasi peserta didik dalam belajar.
  2. Guru menjelaskan pokok-pokok materi yang diajarkan.
  3. Guru membimbing peserta didik untuk membuat kelompok belajar.
  4. Guru membagikan lembar kerja peserta didik kepada tiap-tiap kelompok.
  5. Guru memberikan informasi tentang langkah-langkah metode SQ3R dalam pembelajaran kooperatif
  6. Guru meminta peserta didik untuk melakukan langkah-langkah kegiatan SQ3R (survey, questions, read, recete, dan review)
  7. Survey: memeriksa atau meneliti atau mengidentifikasi seluruh teks.
  8. Questions: menyusun daftar pertanyaan yang relevan dengan teks.
  9. Read: membaca teks secara aktif untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang telah tersusun.
  10. Recete: menghafal setiap jawaban yang telah ditemukan
  11. Review: meninjau ulang seluruh jawaban atas pertanyaan yang tersusun secara singkat.

Keberhasilan pembelajaran dalam penelitian ini ditunjukan oleh ketuntasan belajar dan meningkatkanya keaktifan dan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran yang dilakukan.

E.  Tujuan Penelitian

Secara umum, tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPS. Sedangkan tujuan khusus penelitian ini adalah sebagai berikut.

  1. Untuk mengenalkan kepada peserta didik tentang pembelajaran IPS dengan metode belajar Survey, Question, Read, Recite, Review (SQ3R) dalam pembelajaran kooperatif.
  2. Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar mata pelajaran IPS materi Sistem Perekonomian Indonesia pada peserta didik kelas VIIIA SMP Negeri 1 Pringapus Kabupaten Semarang semester 2 Tahun Pelajaran 2012/2013 melalui penggunaan metode belajar SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) dalam pembelajaran kooperatif.
  3. Untuk mengetahui peningkatan aktivitas peserta didik selama mengikuti proses pembelajaran IPS materi Sistem Perekonomian Indonesia dengan menggunakan metode SQ3R SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) dalam pembelajaran kooperatif.
Baca juga : Contoh Laporan Lengkap PTK Bahasa Indonesia Pendekatan Multisensori.
F.  Manfaat Penelitian

Hasil Penelitian Tindakan Kelas ini diharapkan bermanfaat bagi pihak-pihak berikut.

  • Peserta didik
    1. Dengan menerapkan metode SQ3R, peserta didik dapat lebih mudah untuk memahami materi yang diajarkan.
    2. Dapat meningkatkan kemampuan peserta didik untuk bertanya, menjawab pertanyaan, mengemukakan pendapat, dan bekerjasama dalam kelompok.
    3. Dapat meningkatkan pemahaman peserta didik pada materi Sistem Perekonomian Indonesia.
  • Guru
    1. Sebagai motivasi untuk meningkatkan keterampilan dalam memilih strategi pembelajaran IPS yang sesuai dan bervariasi.
    2. Sebagai bahan pertimbangan untuk menggunakan metode pembelajaran IPS yang tepat dalam meningkatkan hasil belajar dan aktivitas peserta didik.
  • Sekolah

Sebagai sumbangan yang baik dalam rangka perbaikan kualitas pembelajaran IPS, khususnya pada sekolah tempat penelitian dan sekolah lain pada umumnya.

Contoh Laporan Lengkap Penelitian Tindakan Kelas IPS Metode SQ3R tersebut secara lengkap dapat Anda unduh pada link berikut.

Demikian Contoh Laporan Lengkap Penelitian Tindakan Kelas IPS Metode SQ3R. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan