Contoh Laporan Lengkap Penelitian Tindakan Kelas IPA Metode SETS

Contoh Laporan Lengkap Penelitian Tindakan Kelas IPA Metode SETS

Amongguru.com. Contoh Laporan Lengkap Penelitian Tindakan Kelas IPA Metode SETS ini berisi tentang hasil penelitian tindakan kelas mata pelajaran IPA tentang metode pembelajaran SETS (Sains-Environment-Technology-Society)

Judul :

PENINGKATAN PEMAHAMAN PEMBELAJARAN IPA KONSEP KESEIMBANGAN EKOSISTEM MELALUI PENDEKATAN SETS (Science, Environment, Technology, and Society) PADA  SISWA KELAS VI SD NEGERI PRINGAPUS 02 KABUPATEN SEMARANG SEMESTER 2

BAB I

PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang Masalah

Proses pembelajaran merupakan interaksi dinamis antara kondisi sosial, tujuan pengembangan berpikir, teori-teori pembelajaran, dan tekonologi pendukung. Guru harus dapat mengintegrasikan semua faktor tersebut sehingga diperoleh hasil pembelajaran sebaik mungkin.

Metode pembelajaran yang diterapkan guru diharapkan dapat memberikan peluang kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir.

Pembelajaran IPA merupakan serangkaian proses yang kompleks dan saling berhubungan antara materi satu dengan lainnya. Konsep awal yang diterima siswa menjadi syarat untuk penguasaan konsep berikutnya.

Pengetahuan awal siswa pada setiap pengalaman belajarnya akan berpengaruh terhadap bagaimana mereka akan belajar dan apa yang akan mereka pelajari selanjutnya (Haryanto, 2000: 24). Sementara itu, pengembangan kurikulum IPA di negara kita masih belum berorientasikan kompetensi dasar sebagai acuannya.

Indikator pembelajaran yang ingin diperkenalkan kepada siswa dapat dikatakan belum memiliki arah yang jelas dan rambu-rambu penggunaan yang masih kabur. Kepadatan materi IPA sehingga tidak dapat ditampung oleh alokasi waktu, disebabkan kebiasaan guru melaksanakan pembelajaran berbasis materi, tidak berfokus pada pemilihan materi yang essensial sesuai indikator dalam sebuah kompetensi dasar.

Kurangnya substansi sains dan kadar pembelajaran, serta tidak sesuainya cara pembelajaran yang diterapkan guru, hanya akan membuat siswa memikirkan penerapan apa saja yang dapat mereka lakukan, tanpa harus memikirkan implikasi yang dapat merugikan lingkungan maupun membahayakan masyarakat.

Beberapa identifikasi masalah yang ada dalam penelitian ini dan sering terjadi dalam pembelajaran IPA, khususnya bagi siswa sekolah dasar adalah sebagai berikut: (1) selama ini siswa masih pasif dalam proses pembelajaran IPA; (2) masih rendahnya tingkat pemahaman siswa terhadap konsep IPA yang diajarkan; dan (3) kurangnya peranan guru dalam mengaitkan konsep IPA dengan perkembangan sains, dampak terhadap lingkungan, dan manfaat pembelajaran terhadap kehidupan di masyarakat.

Pembelajaran IPA yang dilakukan saat ini sebagian besar masih sekedar memberikan konsep-konsep sains, tanpa membahas keterkaitan dan penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut memunculkan kecenderungan bahwa tolok ukur keberhasilan pembelajaran hanya dilihat dari nilai tes dan ujian IPA saja.

Tetapi sebenarnya ada sisi lain yang lebih penting dalam menentukan keberhasilan pembelajaran IPA, yaitu adanya aplikasi sains ke bentuk teknologi, dan dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat.

Sejarah juga membuktikan bahwa kehidupan di masa lalu beserta pendidikan generasi mudanya kurang memperhatikan terhadap lingkungan sekitar. Setiap produk yang dihasilkan, baik teknologi maupun sumber daya manusianya berlomba-lomba untuk mengeksplorasi kekayaan bumi tanpa memperhatikan akibat yang ditimbulkan di masa yang akan datang.

Setelah berbagai masalah dalam kehidupan yang disebabkan oleh kerusakan bumi begitu menggejala, barulah sebagian negara, beberapa lembaga swadaya masyarakat dan aktivis pecinta lingkungan hidup bersuara. Sejak itulah dalam dunia pendidikan mulai diintegrasikan pendidikan berwawasan lingkungan, termasuk dalam pembelajaran IPA.

Pembelajaran IPA berwawasan SETS (Science, Environment, Technology, and Society) bertujuan untuk memperkenalkan kepada siswa tentang pemikiran yang preventif dan kuratif terhadap lingkungan beserta isinya (Achmad Binadja, 1999: 5).

Secara umum, pembelajaran berwawasan SETS adalah pembelajaran dengan cara pandang terhadap unsur-unsur SETS, yaitu Science (Ilmu Pengetahuan), Environment (Lingkungan), Technology (Teknologi), dan Society (Masyarakat) yang diturunkan dengan landasan filosofis sebagai suatu kesatuan unsur (Achmad Binadja, 2000: 1).

Melalui visi SETS diharapkan memberikan peluang kepada siswa untuk menggunakan pengetahuan yang telah mereka miliki secara lebih baik dan bertujuan baik dalam kehidupan sehari-hari dan di masa yang akan datang.

Pendidikan SETS secara umum memberikan penekanan pada konervasi nilai-nilai positif pendidikan, budaya, dan agama dengan tetap maju dibidang pengetahuan, teknoogi, dan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang selalu meningkat.

Dengan memasukkan unsur SETS dalam pembelajaran IPA, siswa akan dibimbing untuk menemukan dan mengungkap penyebab dari permasalahan yang timbul serta kemungkinan yang menyebabkan dampak bagi lingkungan dan masyarakat.

Lebih lanjut, tujuan yang diharapkan melalui pendekatan ini adalah siswa akan memiliki kemampuan untuk memahami dan menerapkan pengetahuan yang telah dipelajari serta menganalisis dan mensintesis pengetahuan baru berdasarkan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya dengan tetap memperhatikan lingkungan dan kebermanfaatan bagi masyarakat.

Pendekatan SETS memungkinkan siswa untuk tidak hanya mampu menyelesaikan soal-soal IPA, tetapi juga mengetahui perkembangan sains dan teknologi, dampaknya terhadap lingkungan, dan manfaatnya terhadap masyarakat.

Selain memberi peluang kepada siswa untuk belajar secara kontekstual, pendekatan ini juga berpeluang terhadap dikembangkannya life skills pada diri siswa. Sehingga, sangat relevan jika visi serta pendekatan SETS digunakan dalam pembelajaran di sekolah.

Berdasarkan uraian tersebut, maka peneliti mencoba mengenalkan dan menerapkan strategi pendekatan SETS dalam pembelajaran IPA kepada siswa melalui serangkaian tindakan pembelajaran dalam penelitian tindakan kelas dengan judul: Peningkatan Pemahaman Pembelajaran IPA Konsep Keseimbangan Ekosistem Melalui Pendekatan SETS (Science, Environment, Technology, and Society) pada Siswa Kelas VI SD Negeri Pringapus 02 Kabupaten Semarang.

Ada beberapa alasan mengapa peneliti memandang perlu dilaksanakannya penelitian ini, yaitu: (1) Konsep Keseimbangan Ekosistem dalam pembelajaran IPA berkaitan erat dan berhubungan langsung dengan kehidupan siswa, sehingga pendekatan SETS dipandang efektif untuk membantu siswa mengatasi kesulitan dalam memahami konsep tersebut, ; (2) melalui pendekatan SETS, siswa diharapkan tidak hanya mampu menguasai konsep yang diajarkan, tetapi juga dilatih untuk berpikir secara integratif sesuai dengan visi SETS; dan (3) sepengatahuan peneliti, belum ada penelitian yang berhubungan dengan penggunaan pendekatan SETS dalam pembelajaran IPA Konsep Keseimbangan Ekosistem.

B.  Identifikasi Masalah

Sesuai fakta pada latar belakang masalah, maka beberapa permasalahan dalam penelitian ini dapat diidentifikasi sebagai berikut.

  1. Dalam kenyataannya masih banyak guru yang menerapkan strategi pembelajaran konvensional, sehingga berdampak negatif terhadap lemahnya daya serap siswa. Pembelajaran konvensional dengan metode ceramah merupakan cara yang paling aman dilakukan guru untuk mengejar pencapaian target pembelajaran. Padahal, pencapaian suatu kompetensi sebagaimana tertuang dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar memerlukan variasi metode pembelajaran bagi siswa.
  2. Perkembangan sains dan teknologi serta dampaknya pada lingkungan dan masyarakat, menjadi semakin tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Sehingga, meniadakan keterkaitan keempat unsur tersebut menjadi tidak relevan dalam konteks pendidikan masa kini. Dalam kaitannya dengan pembelajaran IPA, masih banyak guru yang hanya berorientasi pada pencapaian hasil belajar siswa secara kontekstual dan tidak memberikan peluang terhadap perkembangan life skills siswa, dengan mengaitkan konsep yang diajarkan pada perkembangan sains dan teknologi serta dampaknya pada lingkungan dan masyarakat.
  3. Siswa masih banyak yang pasif dalam proses pembelajaran IPA. Aspek ilmiah yang ingin dikembangkan guru tidak tampak dalam diri siswa saat proses pembelajaran. Hal ini berdampak pada rendahnya hasil belajar yang dicapai. Siswa Kelas VI SD Pringapus 02 Kabupaten Semarang memiliki nilai rata-rata pencapaian hasil belajar di bawah KKM yang ditetapkan. Diperlukan stretegi pembelajaran yang khusus untuk mengatasi permasalahan siswa tersebut.

D.  Pembatasan Masalah

Berdasarkan beberapa identifikasi masalah tersebut, maka batasan masalah yang akan dikaji lebih dalam pada penelitian ini adalah sebagai berikut.

  1. Subjek penelitian, yaitu siswa Kelas VI SD Pringapus 02 Kabupaten Semarang tahun pelajaran 2009/2010.
  2. Objek penelitian, yaitu pendekatan SETS sebagai salah satu alternatif pembelajaran IPA Konsep Keseimbangan Ekosistem.

E.  Rumusan Masalah

Perumusan masalah dalam penelitian ini sesuai dengan batasan masalah yang telah diuraikan adalah sebagai berikut.

Apakah melalui pembelajaran berwawasan SETS (Science, Environment, Technology,  and Society) dapat meningkatkan pemahaman dan keaktifan siswa Kelas VI SD Pringapus 02 Kabupaten Semarang terhadap pembelajaran IPA Konsep Keseimbangan Ekosistem?

F.  Cara Pemecahan Masalah

Sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan keaktifan siswa dalam pembelajaran IPA Konsep Keseimbangan Ekosistem, maka dilakukan penelitian tindakan kelas dengan memberikan tindakan pada siswa Kelas VI SD Negeri Pringapus 02 Kabupaten Semarang. Penelitian yang dilakukan adalah mengajarkan Konsep Keseimbangan Ekosistem kepada siswa melalui pendekatan SETS (Science, Environment, Technology,  and Society).

Langkah-langkah dalam pembelajaran dapat dijelaskan sebagai berikut: (a) guru memberi penjelasan mengenai Konsep Keseimbangan Ekosistem yang diinginkan; (b) guru membawa siswa ke situasi untuk melihat teknologi yang berkaitan dengan Konsep Keseimbangan Ekosistem yang dibelajarkan; (c) guru mengajak siswa berpikir tentang akibat (positif dan negatif) yang terjadi dalam proses pentransferan Konsep Keseimbangan Ekosistem ke bentuk teknologi; (d) guru meminta siswa menjelaskan keterhubungan antara unsur udara dan unsur lain dalam SETS yang mempengaruhi berbagai keterkaitan antara unsur tersebut; (e) guru mengajak siswa untuk mempertimbangkan manfaat atau kerugian mengunakan Konsep Keseimbangan Ekosistem tersebut bila diubah dalam bentuk teknologi; dan (f) guru mengajak siswa untuk mencari alternatif solusi tahap kerugian pengubahan Konsep Keseimbangan Ekosistem ke dalam bentuk teknologi. Keberhasilan pembelajaran ditunjukan oleh ketuntasan belajar dan meningkatkanya keaktifan dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran.

G.  Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut.

  1. Mengenalkan kepada siswa sekolah dasar tentang pembelajaran IPA berwawasan SETS (Science, Environment, Technology, and Society).
  2. Untuk meningkatkan pemahaman dan aktifitas siswa dalam pembelajaran IPA melalui pendekatan SETS.

H.  Manfaat Penelitian

Secara teoritis, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai informasi bagi dunia pendidikan untuk mengembangkan strategi pembelajaran IPA melalui pendekatan SETS.

Sedangkan dari segi praktis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada pihak-pihak berikut.

  1. Bagi guru, hasil penelitian ini dapat djadikan sebagai motivasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA melalui pendekatan SETS.
  2. Bagi siswa, penelitian ini merupakan umpan balik dalam memecahkan permasalahan yang timbul dalam pembelajaran IPA sehingga mampu mencapai hasil belajar secara maksimal.
  3. Bagi sekolah, hasil penelitian ini dapat memberikan sumbangan yang baik dalam rangka perbaikan pembelajaran IPA, khususnya pada sekolah tempat penelitian dan sekolah lain pada umumnya.

Contoh Laporan Lengkap Penelitian Tindakan Kelas IPA Metode SETS dapat Anda unduh di sini.

Demikian Contoh Laporan Lengkap Penelitian Tindakan Kelas IPA Metode SETS. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan