Contoh Laporan Lengkap Penelitian Tindakan Kelas Bahasa Indonesia Pendekatan Multisensori

Contoh Laporan Lengkap Penelitian Tindakan Kelas Bahasa Indonesia Pendekatan Multisensori

Amongguru. Contoh Laporan Lengkap Penelitian Tindakan Kelas Bahasa Indonesia Pendekatan Multisensori.

Judul :

MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA TEKNIS BAHASA INDONESIA MELALUI PENDEKATAN MULTISENSORI PADA SISWA KELAS II SD NEGERI PRINGAPUS 03  KABUPATEN SEMARANG

BAB I

PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang

Membaca merupakan salah satu bidang akademik dasar, selain menulis dan berhitung. Aktivitas membaca meliputi dua proses, yaitu proses mengubah huruf atau kata menjadi sistem bunyi (decoding) dan proses pemahaman.

Berdasarkan hasil penelitian, lebih dari 10% murid sekolah dasar, khususnya untuk siswa kelas rendah, mengalami kesulitan dalam membaca (Listiyani, 1997: 19). Kesulitan membaca inilah yang menjadi penyebab kegagalan utama anak di sekolah.

Kesulitan membaca juga dapat menyebabkan anak menjadi merasa rendah diri, tidak termotivasi untuk belajar, dan sering mengakibatkan timbulnya perilaku menyimpang pada anak yang bersangkutan. Kondisi semacam ini pada umumnya terjadi pada masyarakat modern, yang menganggap keterampilan membaca sebagai kebutuhan vital bagi mereka.

Anak-anak yang mengalami kesulitan membaca, perlu ditangani sedini mungkin, agar masalah yang dihadapi tidak semakin membesar dan berlarut-larut.

Langkah-langkah penanganan anak yang mengalami kesulitan membaca, menurut Listiyani (1997) adalah meliputi pengukuran (assessment) dan tahap penanganan (treatment). Assessment bertujuan untuk mengetahui secara pasti jenis masalah yang dihadapi anak.

Berdasarkan hasil assessment inilah, guru diharapkan dapat menyusun program penanganan (treatment) yang sesuai.

Pembelajaran membaca yang diberikan di kelas I dan II sepenuhnya ditekankan pada segi mekanisnya. Artinya, jenis keterampilan membaca yang dilatihkan adalah jenis membaca teknis dengan tujuan utama untuk mengajar siswa dari yang tidak bisa membaca menjadi pandai membaca.

Keterampilan membaca pada siswa kelas I dan II diartikan sebagai keterampilan mengubah lambang-lambang tertulis menjadi bunyi atau suara yang bermakna.

Guru sering dihadapkan pada kesulitan ketika harus melakukan pembelajaran membaca permulaan, termasuk di dalamnya keterampilan membaca teknis. Kesulitan pembelajaran tersebut muncul dalam hubungannya dengan e atau ketidakmampuan siswa dalam memahami isi bacaan.

Berdasarkan buku yang diterbitkan oleh Depdikbud (2003), beberapa kemungkunan kesulitan yang muncul pada membaca permulaan, antara lain: (1) siswa kurang mengenali huruf; (2) siswa membaca kata demi kata; (3) kesalahan jeda; (4) penghilangan kata atau frase; (5) siswa membaca dengan pengulangan kata atau frase; (6) pembalikan huruf atau kata yang dibaca; (7) siswa menyisipkan kata pada kalimat yang dibaca; (8) siswa mengganti kata pada kalimat yang dibaca dengan kata lain; (9) siswa kesulitan mengucapkan konsonan tertentu; dan (10) siswa tidak mengenali makna kata atau kalimat yang diucapkannya.

Strategi pembelajaran diperlukan sebagai upaya untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam membaca permulaan.

Salah satu alternatif pengembangan keterampilan membaca untuk anak usia sekolah dasar, khususnya siswa kelas rendah adalah melalui pendekatan multisensori. Pendekatan multisensori dikembangkan berdasarkan asumsi bahwa setiap anak akan dapat belajar dengan baik jika materi pembelajarannya disajikan dengan melibatkan berbagai modalitas.

Adapun modalitas yang sering dipakai adalah tartil (perabaan), visual (penglihatan), auditori (pendengaran), dan kinetetik (gerakan). Dalam pelaksanaannya, keempat modalitas tersebut harus ada, agar belajar dapat berlangsung secara optimal.

Pembelajaran multisensori lebih memungkinkan siswa untuk dapat berkonsentrasi, tidak jenuh terhadap pembelajaran, karena terlibatnya seluruh modalitas, sehingga materi pembelajaran terasa lebih dekat dengan siswa.

Pendekatan membaca multisensori meliputi kegiatan menelusuri (perabaan), mendengarkan (auditori), menulis (gerakan), dan melihat (visual). Alat bantu yang dapat digunakan untuk mendukung pelaksanaan pendekatan membaca multisensori dapat berupa kartu huru, cat, huruf timbul, dan alat bantu lain yang dapat diraba oleh anak.

Terdapat dua macam teknik pembelajaran yang menggunakan pendekatan multisensori, yaitu yang dikembangkan oleh Fernald dan Gillingham. Dengan metode Fernald, anak dilatih membaca kata secara utuh, yaitu kata yang dibuat oleh anak itu sendiri, sehingga tidak ada kegiatan untuk memperkenalkan nama huruf atau bunyi secara individu.

Pembelajaran dengan metode Fernald diberikan pada membaca lanjutan. Sedangkan metode Gillingham sangat terstruktur dan berorientasi pada kesesuaian antara bunyi dan huruf. Setiap huruf diajarkan dengan multisensori.

Metode Gillingham sangat sesuai untuk diajarkan pada siswa kelas rendah (Depdikbud, 1997: 33). Sesuai dengan tujuan pembelajaran dan tingkat keterampilan membaca untuk siswa kelas rendah, peneliti kemudian memilih metode Gilllingham sebagai teknik pendekatan membaca multisensori.

Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, maka peneliti tergerak untuk berupaya meningkatkan keterampilan membaca teknis pada siswa kelas II SD Negeri Pringapus 03 Kabupaten Semarang melalui pendekatan multisensori.

B.  Perumusan Masalah

Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah: “Apakah dengan menggunakan pendekatan multisensori, akan dapat meningkatkan keterampilan membaca teknis pada siswa kelas II SD Negeri Pringapus 03 Kabupaten Semarang?” Permasalahan utama tersebut kemudian diperinci menjadi beberapa masalah sebagai berikut.

  1. Bagaimanakah kemampuan siswa dalam mengidentifikasi kesesuaian antara bentuk huruf dengan bunyi bacaan?
  2. Bagaimanakah keterampilan siswa dalam memahami bentuk huruf dan pelafalan?
  3. Bagaimanakah kecepatan siswa dalam membaca teknis.

C.  Rencana Pemecahan Masalah

Berdasarkan perumusan masalah tersebut, maka pemecahan masalah direncanakan dilakukan dalam bentuk penelitian tindakan kelas melalui beberapa siklus sampai ketuntasan belajar yang diinginkan tercapai.

Pembelajaran dilakukan terhadap subjek penelitian secara sengaja dan sistematis sesuai dengan metode yang digunakan. Guru menerapkan pendekatan multisensori untuk meningkatkan keterampilan membaca teknis Bahasa Indonesia siswa kelas II SD Negeri Pringapus 03 Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang.

Tolok ukur keberhasilan pembelajaran dilihat dari peningkatan keterampilan membaca nilai dan hasil belajar belajar siswa.

 D.  Tujuan Penelitian

Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pendekatan multisensori dapat meningkatkan keterampilan membaca teknis Bahasa Indonesia pada siswa kelas II SD Negeri Pringapus 03 Kabupaten Semarang. Sedangkan secara khusus, penelitian ini bertujuan sebagai berikut.

  1. Mengetahui kemampuan siswa dalam mengidentifikasi kesesuaian antara bentuk huruf dan bunyi bacaan
  2. Mengetahu keterampilan siswa dalam memahami bentuk huruf dan pelafalan.
  3. Mengetahui kecepatan siswa membaca teknis.

E.  Manfaat Penelitian

Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai informasi bagi dunia pendidikan untuk mengembangkan strategi pembelajaran membaca teknis melalui pendekatan multisensori, khususnya bagi siswa sekolah dasar, sehingga kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan.

Sedangkan dari segi praktis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada pihak-pihak berikut.

  1. Bagi Guru

Pendekatan multisensori dapat diterapkan guru dalam pembelajaran membaca teknis Bahasa Indonesia.

  1. Bagi Siswa

Hasil penelitian ini dapat menumbuhkan motivasi keterampilan membaca teknis yang dimiliki dan juga meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa.

  1. Bagi sekolah

Hasil penelitian ini dapat menjadi sumbangan yang baik dalam rangka penyempurnaan kurikulum pendidikan di sekolah, khususnya untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Contoh Laporan Lengkap Penelitian Tindakan Kelas Bahasa Indonesia Pendekatan Multisensori dapat Anda unduh di sini.

Baca juga :

Demikian Contoh Laporan Lengkap Penelitian Tindakan Kelas Bahasa Indonesia Pendekatan Multisensori. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan