Contoh Laporan Lengkap Penelitian Tindakan Kelas Bahasa Indonesia Menulis Pantun

Contoh Laporan Lengkap Penelitian Tindakan Kelas Bahasa Indonesia Menulis Pantun

Amongguru.com. Contoh Laporan Lengkap Penelitian Tindakan Kelas Bahasa Indonesia Menulis Pantun.

Judul :

UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS PANTUN MENGGUNAKAN MEDIA PERMAINAN KADOMITUN (KARTU DOMINO PANTUN) PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 32 SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2011/2012

PENDAHULUAN

BAB I

A.  Latar Belakang Masalah

Indonesia adalah negara yang kaya akan akar budaya dan menyimpan khasanah karya sastra klasik yang sangat beragam. Hampir di setiap daerah di Indonesia memiliki tradisi sastra, baik secara lisan maupun tulisan.

Naskah-naskah sastra klasik Indonesia dari berbagai daerah dapat berbentuk pantun lama, pantun, gurindam, karmina, mantra, dan prosa. Sastra-sastra klasik tersebut tentu mengandung muatan-muatan nilai budaya dan moral yang tinggi.

Sebagai negara yang memiliki beragam budaya dan tradisi nilai-nilai luhur, memperkenalkan karya-karya sastra lama merupakan jembatan pendidikan moral yang efektif.

Tetapi seiring derasnya pengaruh negatif budaya dari negara lain, maka masyarakat Indonesia banyak yang melupakan nilai-nilai luhur budaya bangsa tersebut. Sekolah diharapkan dapat menjadi mediator perkenalan dan apresiasi sastra lama.

Pada kenyataannya, pembelajaran sastra klasik ini juga masih banyak hambatan, karena permasalahan internal sendiri. Akhirnya pembelajaran sastra klasik ini masih menjadi anak bawang dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia.

Sastra klasik di SMP merupakan bagian kecil dari mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Disebut bagian kecil, karena sastra klasik ini harus berbagi porsi dengan materi sastra modern. Dalam standar isi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), sastra klasik yang diberikan di SMP adalah pantun dan dongeng (SMP kelas VII) dan syair (SMP kelas IX).

Porsi pertemuan yang terbatas memungkinkan pengenalan terhadap sastra klasik semakin terbatas pula. Umumnya siswa diperkenalkan terhadap sastra klasik melalui buku teks serta buku transliterasi sastra klasik. Sementara itu buku teks dan buku transliterasi tersebut banyak memiliki kelemahan, misalnya keutuhan dan keaslian ceritanya.

Keterbatasan pengenalan inilah yang menyebabkan hambatan dalam pembelajaran sastra klasik di sekolah. Hambatan tersebut kemudian merembet pada permasalahan utama, yaitu bahwa siswa-siswa SMP di Indonesia tidak mengenali budaya sastranya sendiri.

Hal ini juga disinyalir sebagai penyebab generasi muda kita tidak bangga terhadap jati diri budayanya sendiri.

Menulis pantun adalah bagian dari pembelajaran sastra klasik yang diajarkan pada siswa di jenjang SMP. Kompetensi yang diharapkan tercapai dari pembelajaran menulis pantun adalah salah satunya siswa dapat terampil dapat membuat berbagai jenis pantun.

Seperti halnya permasalahan dalam menulis karya sastra klasik yang lainnya, menulis pembelajaran pantun ini juga masih banyak mengalami hambatan.

Hambatan-hambatan siswa dalam menulis pantun ini berhasil peneliti identifikasi pada siswa kelas VII SMP Negeri 32 Semarang, melalui serangkaian observasi awal dan wawancara dengan guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia.

Faktor utama yang menjadikan rendahnya keterampilan menulis pantun pada siswa di SMP 32 Semarang adalah rendahnya minat. Kurangnya minat siswa dalam belajar pantun mungkin juga dipengaruhi oleh faktor metode yang diterapkan guru ketika melakukan proses pembelajaran dengan siswa.

Tetapi juga hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Setelah dilakukan proses wawancara, guru mengatakan bahwa dia telah berupaya menggunakan metode dan teknik mengajar yang interaktif dengan siswa.

Misalnya, dalam pembelajaran pantun, siswa diarahkan untuk berbalas pantun, kemudian siswa diperkenalkan dengan pantun-pantun lama dan diarahkan juga untuk membuat pantun baru. Usaha guru untuk memperkenalkan kepada siswa dalam menulis pantun tersebut ternyata kurang direspon baik oleh siswa, sehingga minat belajar siswa pun rendah.

Rendahnya hasil belajar siswa ini dapat dilihat dari perolehan nilai menulis pantun siswa yang sebagian besar masih di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), yaitu 75.

Hambatan-hambatan teknis yang terjadi dalam pembelajaran menulis pantun pada siswa antara lain: (1) keterbatasan ide yang dimiliki, sehingga siswa kesulitan dalam menyusun sampiran dan isi pantun; (2) keterbatasan waktu yang tersedia; (3) suasana hati yang kurang mendukung; dan (4) ketidak sesuaian isi pantun yang dibuat dengan jenisnya.

Diperlukan sebuah strategi yang tepat dan menarik dalam pembelajaran menulis pantun agar hambatan-hambatan tersebut dapat diminimalisir, sehingga kualitas pembelajaran siswa dapat meningkat.

Salah satu alternatif pembelajaran yang dapat diterapkan guru untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis pantun adalah penerapan permainan media kartu domino pantun. Permainan kartu domino pantun adalah suatu media pembelajaran yang diciptakan penulis dengan mengadaptasi permainan kartu domino.

Perbedaannya adalah dalam permainan kartu domino, nilai kartu ditentukan dengan bulatan sedangkan pada permainan kartu pantun ini, nilai kartu ditentukan oleh rangkaian sampiran dan isi pantun yang harus ditebak.

Diharapkan dengan terbiasa menerapkan permainan menggunakan media kartu domino pantun ini, siswa tidak merasa jenuh, karena mereka melakukan pembelajaran sambil bermain. Teknik ini juga memudahkan siswa untuk belajar dan berlatih menyusun sampiran dan isi pantun sesuai syarat pantun yang

B.  Identifikasi Masalah

Sesuai dengan uraian latar belakang masalah, maka beberapa identifikasi permasalahan dalam penelitian ini dapat diidentifikasi sebagai berikut.

  1. Minat siswa dalam mempelajari karya sastra klasik masih kurang. Siswa kurang merespon terhadap metode yang pernah dilakukan guru dalam pembelajaran menulis pantun.
  2. Kompetensi siswa dalam menulis pantun masih rendah, terbukti dari nilai yang dicapai siswa pada materi menulis pantun yang masih di bawah kriteria ketuntasan minimal.
  3. Siswa banyak mengalami hambatan teknis dalam menulis pantun, sehingga kemampuan siswa dalam membuat pantun sesuai dengan syarat yang benar masih rendah.

 C.  Pembatasan Masalah

Berdasarkan beberapa identifikasi masalah tersebut, maka batasan masalah yang akan dikaji lebih dalam pada penelitian ini adalah sebagai berikut.

  1. Subjek penelitian, yaitu siswa Kelas VII SMP Negeri 32 Semarang Tahun Pelajaran 2011/2012.
  2. Objek penelitian, yaitu permainan media kartu domino pantun untuk meningkatkan keterampilan menulis pantun pada siswa yang ditunjukkan oleh analisis nilai tes, nilai permainan, dan deskripsi hasil observasi.

D.  Rumusan Masalah

Perumusan masalah dalam penelitian ini sesuai dengan batasan masalah yang telah diuraikan adalah sebagai berikut.

Apakah melalui permainan media kadomitun (kartu domino pantun) dapat meningkatkan keterampilan menulis pantun pada siswa kelas VII SMP Negeri 32 Semarang tahun pelajaran 2011/2012?

 E.  Cara Pemecahan Masalah

Sebagai upaya meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis pantun,  maka dilakukan penelitian tindakan kelas dengan memberikan tindakan pada kelas VII G SMP Negeri 32 Semarang. Penelitian yang dilakukan adalah menerapkan permainan media kartu domino pantun.

Langkah-langkah yang dilakukan adalah guru terlebih dahulu menjelaskan tentang pengertian pantun dan jenis pantun, serta ciri-ciri pantun. Setelah siswa memahami tentang pantun, kemudian permainan dapat dilakukan dengan dibimbing oleh guru.

Permainannya adalah menyusun atau menebak sampiran atau isi yang sesuai dengan kartu yang telah dikeluarkan. Kolom domino yang ditebak yaitu bagian kolom bawah atau kolom atas, misalnya kolom bawah itu berisi sampiran, maka siswa harus mencari kartu yang kolom atasnya berisi isi pantun yang sesuai dengan sampiran pada kolom tersebut.

Kemudian diikuti oleh pemain lainnya dengan menyambung kartu pantun dengan rangkaian kata yang bersesuaian sehingga membentuk suatu pola yang tidak terputus. Penurunan kartu terus dilakukan hingga kartu pantun habis dan tidak ada lagi kartu yang dapat diturunkan.

Setiap siswa dibagikan 5 sampai 7 kartu, kemudian diletakkan satu kartu yang sebelumnya telah diacak atau dikocok. Jika siswa tidak mempunyai kartu yang tidak sesuai dengan kartu yang dimaksud, maka pemain diharuskan mengambil kartu dari tumpukan kartu yang telah disediakan, maka siswa selanjutnya yang bermain.

Permainan minimal dilakukan oleh dua orang. Pemain yang dapat menebak akan mendapatkan poin atau nilai 10, tetapi jika pemain melakukan kesalahan, maka nilainya akan dikurangi 5. Pemain yang mendapatkan nilai tertinggi adalah pemenangnya.

 F.  Tujuan Penulisan Makalah

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui seberapa besar peningkatan keterampilan siswa kelas VII SMP Negeri 32 Semarang dalam menulis pantun menggunakan permainan media kartu domino, yang ditandai dengan ketuntasan belajar dan aktivitas siswa secara menyeluruh dalam pembelajaran.

 G.  Manfaat Penulisan Makalah

Secara teoritis, hasil penelitian pada makalah ini dapat dijadikan sebagai bahan kajian pada penelitian lanjutan untuk mengembangkan strategi pembelajaran menulis pantun yang efektif pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di tingkat SMP, sehingga kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan.

Sedangkan dari segi praktis, hasil penelitian dalam makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada pihak-pihak berikut.

  1. Bagi guru, hasil penelitian ini dapat djadikan sebagai informasi tentang media yang dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan menulis pantun pada siswa SMP.
  2. Bagi siswa, penelitian ini merupakan umpan balik dalam memecahkan permasalahan yang timbul pada pembelajaran menulis pantun sehingga mampu meningkatkan kemampuan dan minat siswa dalam menulis pantun.

Bagi sekolah, hasil penelitian ini dapat memberikan sumbangan yang baik dalam rangka perbaikan pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya pada sekolah tempat penelitian dan sekolah lain pada umumnya.

Contoh Laporan Lengkap Penelitian Tindakan Kelas Bahasa Indonesia Menulis Pantun di atas dapat Anda unduh di sini.

Baca juga :

Demikian Contoh Laporan Lengkap Penelitian Tindakan Kelas Bahasa Indonesia Menulis Pantun. semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan