Ciri-ciri Terjadinya Reaksi Kimia Beserta Contohnya

Amongguru.com. Penjelasan Ciri-ciri Terjadinya Reaksi Kimia Beserta Contohnya.

Di dalam reaksi kimia terdapat zat-zat yang mengalami perubahan kimia. Zat-zat tersebut saling bereaksi satu sama lainnya membentuk zat-zat yang baru. Semakin banyak jenis zat, akan semakin banyak pula kemungkinan reaksi kimia yang terjadi.

Perubahan pada reaksi kimia dapat menghasilkan zat-zat baru yang dapat diamati dengan pancaindra. Perubahan tersebut dapat dilihat dengan mengamati hasil reaksi atau pengaruh yang menyertai reaksi kimia tersebut.

Selanjutnya, hasil pengamatan dibandingkan dengan keadaan reaktan sebelum terjadinya reaksi kimia tersebut.

Perubahan kimia dapat diamati dengan adanya ciri-ciri, yaitu perubahan warna, perubahan suhu, terbentuknya endapan, dan terbentuknya gas. Berikut ini penjelasan tentang ciri-ciri terjadinya reaksi kimia beserta contohnya.

1.  Reaksi kimia dan perubahan warna

Adanya warna pada suatu senyawa menunjukkan bahwa reaksi kimia dapat menyebabkan terjadinya perubahan warna. Warna pada sebuah senyawa berhubungan erat dengan energi yang diserap oleh elektron-elektron suatu atom logam pada senyawa tersebut. Atom-atom yang bermuatan listrik tersebut dinamakan ion.

Logam-logam dengan karakteristik seperti ini dalam Sistem Periodik Unsur digolongkan sebagai logam transisi. Energi yang diserap tersebut besarnya sesuai dengan panjang gelombang energi sinar tampak (visible light) tertentu

Berikut ini adalah tabel beberapa ion dan warna yang dimiliki.

No

Nama IonContoh Senyawa

Warna Larutan

1

Cu+CuClTidak berwarna

2

Cu2+CuSO4Biru

3

Fe2+FeSO4Hijau

4

Fe3+FeCl3Kuning

5

Ni2+NiF2Hijau

6

Co2+CoCl2Merah muda

7

Mn2+MnCl2Merah muda

2.  Reaksi kimia dan perubahan suhu

Pada reaksi kimia, reaktan akan diubah menjadi produk. Perubahan yang terjadi dapat disebabkan oleh adanya pemutusan ikatan-ikatan antar atom reaktan dan pembentukan ikatan-ikatan baru yang membentuk produk.

Untuk memutuskan ikatan maupun membentuk ikatan yang baru diperlukan energi. Sehingga, pada reaksi kimia akan terjadi perubahan energi.

Reaksi kimia yang menghasilkan energi dalam bentuk panas disebut dengan reaksi eksoterm (dari bahasa Yunani, exo = keluar dan thermos = panas). Sebagai contoh, 24 gram logam magnesium apabila dibakar akan melepaskan panas sebesar 600 kJ.

2Mg(s) + O2(g) à 2MgO(s) + 600 kJ

Reaksi kimia yang menyerap energi panas disebut reaksi endoterm (dari bahasa Yunani, endo = ke dalam dan  thermos = panas). Contohnya adalah 12 gram karbon bereaksi dengan belerang, diperlukan 88 kJ panas dari lingkungan. Pada umumnya, reaksi kimia yang terjai termasuk dalam reaksi eksoterm.

C(s) + 2S(s) à CS2(s) – 88 kJ

Reaksi yang terjadi dalam suatu ruang dinamakan sistem, sedangkan tempat di luar sistem disebut dengan lingkungan.

Pada reaksi eksoterm, terjadi perpindahan energi panas dari sistem ke lingkungan, sehingga reaktan harus memiliki lebih banyak energi panas daripada produk. Kelebihan energi panas inilah yang dikeluarkan ke lingkungan.

Pada reaksi endoterm, terjadi perpindahan energi panas dari lingkungan ke sistem, sehingga produk harus memiliki energi panas lebih banyak daripada reaktan. Supaya reaktan dapat berubah menjadi produk, maka reaksi kimia akan mengambil energi dari lingkungan.

3. Reaksi kimia dan pembentukan endapan

Ketika kita mereaksikan dua larutan dalam suatu tabung reaksi, kadang-kadang  terbentuk suatu senyawa yang tidak larut, berbentuk padat, dan terpisah dari larutannya. Padatan tersebut dinamakan dengan endapan (presipitat).

Contohnya adalah pada saat mereaksikan larutan barium klorida dan larutan natrium sulfat. Keduanya merupakan larutan yang tidak mempunyai endapan atau jernih. Akan tetapi apabila kedua larutan direaksikan, akan diperoleh suatu endapan putih barium sulfat.

Cara yang dilakukan untuk memperoleh endapan tersebut adalah dengan melakukan penyaringan terhadap campuran kedua senyawa tersebut.

BaCl2(aq) + Na2SO4(aq) à BaSO4(s) + 2NaCl(aq)

 Peristiwa pengendapan mirip dengan kristalisasi, karena pada keduanya tidak terjadi pelarutan. Pada kristalisasi, terbentuknya padatan berlangsung secara perlahan-lahan sampai padatan yang berbentuk kristas terbentuk. Sedangkan pada pengendapan, terbentuknya padatan berlangsung dengan sangat cepat.

4. Reaksi kimia dan pembentukan gas

Salah satu petunjuk bahwa telah terjadi reaksi kimia adalah dihasilkannya produk yang berwujud gas. Secara sederhana, gas yang terbentuk ditunjukkan dengan adanya gelembung-gelembung dalam larutan yang direaksikannya.

Adanya gas juga dapat diketahui dari bau yang khas, seperti gas asam sulfida (H2S) dan amonia (NH3) yang berbau busuk.

Demikian ulasan mengenai Ciri-ciri Terjadinya Reaksi Kimia Beserta Contohnya. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan