Ciri-ciri Planet Jupiter, Planet Terbesar Dalam Sistem Tata Surya

Ciri-ciri Planet Jupiter, Planet Terbesar Dalam Sistem Tata Surya

Amongguru.com. Jupiter merupakan planet kelima yang terdekat dengan Matahari dalam sistem Tata Surya.

Jupiter juga menjadi planet dengan ukuran paling besar di antara planet-planet lainnya. Massa Jupiter 2,5 kali lebih besar dari massa seluruh planet lain di Tata Surya.

Diameter Jupiter mencapai kurang lebih 142.796 km, sehingga dijuluki juga sebagai planet raksasa. Sebagai pembanding, garis tengah Bumi kurang dari 13.000 km, hampir 1/11 dari garis tengah Jupiter.

Nama planet ini diambil dari nama dewa Jupiter pada mitologi Yunani. Beberapa nama satelit dari planet Jupiter juga diambil berdasarkan anak-anak tokoh mitologi tersebut, seperti Callisto, Ganymede, Io, dan Europe.

Berikut ini ciri-ciri lainnya dari planet Jupiter untuk Anda ketahui.

1. Komposisi dan Struktur

Jupiter dapat dengan mudah dilihat karena selain memiliki ukuran yang sangat besar juga mampu memantulkan lebih dari 70% cahaya Matahari yang jatuh di atas permukaannya.

Sebagian besar komposisi planet Jupiter terdiri atas gas hidrogen dan helium. Inti Yupiter berbatu dan tersusun atas unsur-unsur berat.

Meskipun demikian, planet ini tidak memiliki permukaan yang padat seperti planet-planet raksasa lainnya.

2. Satelit

Jupiter memiliki satelit terbanyak dibandingkan ketujuh planet lainnya dalam Tata Surya. Planet Jupiter memiliki 67 satelit alami.

Diameter satelit-satelit tersebut tercatat kurang dari 10 kilometer dan baru ditemukan setelah tahun 1975.

Empat satelit terbesar Jupiter, yang dijuluki sebagai satelit Galileo adalah Io, Europa, Ganymede, dan Callisto.

3. Massa, Gravitasi, dan Medan Magnet

Jupiter merupakan planet terbesar yang terdapat pada tata surya. Massa planet Jupiter  diperkirakan 318 kali lebih besar dibandingkan dengan massa planet bumi.

Hal ini menunjukkan bahwa planet Jupiter memiliki massa sekitar 1,8986 × 1027 kilometer kubik dengan kerapatan massanya sekitar 1330 kg/m3.

Percepatan gravitasi pada permukaan planet Jupiter kurang lebih 2,4 kali lebih besar dari percepatan gravitasi bumi, yaitu sekitar sekitar 23,52 m/s2.

Jupiter adalah planet dalam sistem Tata Surya yang memiliki medan magnet paling besar. Medan magnet Jupiter 14 kali lebih kuat dibandingkan medan magnet Bumi.

4. Atmosfer

Atmosfer atas Jupiter terdiri dari 88–92% hidrogen dan 8–12% helium berdasarkan volume serta 75% hidrogen dan 24% helium jika dihitung berdasarkan massa.

Atmosfer Jupiter juga mengandung metana, uap air, amonia, dan silikon. Terdapat pula karbon, etana, hidrogen sulfida, neon, oksigen, fosfin, dan sulfur.  Lapisan atmosfer terluar dari Jupiter mengandung kristal amonia beku.

Kecepatan angin yang bertiup pada planet Yupiter sebesar 100 m/s atau 360 km/jam. Akibat kemiringan sumbu Jupiter yang rendah, maka kutub-kutub Jupiter menerima lebih sedikit radiasi matahari jika dibandingkan dengan wilayah khatulistiwa.

Konveksi di bagian dalam planet mengalirkan lebih banyak energi ke wilayah kutub, sehingga menyeimbangkan suhu di lapisan awan.

5. Bintik Merah Raksasa

Ciri khas yang tampak dari planet Jupiter adalah adanya bintik merah raksasa. Bintik merah raksasa ini sebenarnya adalah badai antisiklon yang diduga sudah ada sejak tahun 1665.

Badai ini cukup besar, sehingga dapat dilihat dengan menggunakan teleskop dari Bumi.. Dimensi Bintik Merah Raksasa tercatat sebesar kurang lebih 24–40.000 km × 12–14.000 km.

Diameter tersebut cukup besar untuk menampung dua atau tiga diameter Bumi. Ketinggian maksimal badai ini adalah 8 km.

Badai semacam ini banyak ditemui pada raksasa gas dengan atmosfer yang bergolak. dan dapat berlangsung selama beberapa jam atau berabad-abad.

6. Kala Rotasi dan Revolusi

Jarak Yupiter dari matahari sekitar 778.000.000 km. Planet ini memerlukan waktu 11,86 tahun untuk mengelilingi matahari dalam satu kali putaran.

Jupiter juga merupakan planet yang berotasi paling cepat jika dibandingkan dengan rotasi planet lain.

Waktu yang diperlukan planet Jupiter utuk melakukan satu kali rotasi adalah sekitar 9 jam 50 menit.

Kecepatan rotasi tersebut menyebabkan tiupan angin yang sangat kencang dan menimbulkan terjadinya badai terus menerus.

7. Suhu dan Iklim

Suhu rata-rata di planet Jupiter sekitar -123,5 derajat Celcius. Planet Jupiter memiliki kemiringan sumbu yang relatif kecil, yaitu 3,13 derajat.

Hal tersebut mengakibatkan planet Jupiter tidak mengalami perubahan musim yang signifikan jika dibandingkan dengan perubahan musim di Bumi dan Mars.

Meskipun demikian, hampir setiap waktu di permukaan Jupiter terjadi badai, terutama pada bagian titik besar yang tampak berwarna merah.

Demikian ulasan mengenai ciri-ciri planet Jupiter, planet terbesar dalam sistem Tata Surya. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan