Ciri-ciri Bumi, Satu-satunya Planet Yang Dapat Dihuni Makhluk Hidup

Ciri-ciri Bumi, Satu-satunya Planet Yang Dapat Dihuni Makhluk Hidup

Amongguru.com. Bumi menjadi satu-satunya planet yang dapat dihuni makhluk hidup, karena memiliki atmosfer yang mengandung banyak oksigen.

Bumi juga memiliki cukup air untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Suhu udara di Bumi rata-rata 22 derajat Celcius, sehingga memungkinkan adanya kehidupan mahluk hidup.

Bumi menjadi planet ketiga dari Matahari dan planet terpadat serta terbesar kelima dalam sistem Tata Surya.

Bumi sudah terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu. Kehidupan di Bumi sudah mulai ada kurang lebih 3,5 miliar tahun lalu.

Lebih dari 70% permukaan Bumi merupakan perairan dan sisanya adalah benua dan pulau. Kutub Bumi sebagian besarnya tertutup es. Es padat terdapat  di Antartika dan es laut di paket es kutub.

Interior Bumi masih tetap aktif, dengan inti dalam terdiri dari besi padat, sedangkan inti luar berupa fluida yang menciptakan medan magnet, dan lapisan tebal yang relatif padat di bagian mantel.

Berikut ini adalah ciri-ciri Bumi, satu-satunya planet yang dapat dihuni makhluk hidup.

Bentuk dan Ukuran Bumi

Bentuk Bumi menyerupai sfeorid pepat, diibaratkan seperti bola yang bentuknya tertekan pipih di sepanjang sumbu dari kutub ke kutub, sehingga terdapat tonjolan di sekitar khatulistiwa.

Tonjolan tersebut muncul akibat adanya rotasi Bumi, yang menyebabkan diameter khatulistiwa 43 kilometer lebih besar dari diameter kutub ke kutub.

Ukuran diameter Bumi di bagian kutub sekitar 12.714 km, sedangkan di daerah khatulistiwa kurang lebih 12.757 km.

Komposisi Kimia Bumi

Massa Bumi adalah sekitar 5.98×1024 kilogram. Komposisi Bumi sebagian besarnya terdiri dari besi (32,1%), Oksigen (30,1%), Silikon (15,1%), Magnesium (13,9%), Belerang (2,9%), Nikel (1,8%), Kalsium (1,5%), dan Alumunium (1,4%), sisanya terdiri dari unsur-unsur lainnya (1,2%).

Akibat segregasi massa, maka bagian inti Bumi diyakini mengandung besi (88,8%), dan sejumlah kecil nikel (5,8%), belerang (4,5%), dan kurang dari 1% unsur-unsur lainnya.

Bumi adalah tempat tinggal bagi jutaan bahkan miliaran makhluk hidup, termasuk manusia. Sumber daya mineral Bumi dan produk-produk biosfer lainnya memberikan sumbangan terhadap penyediaan sumber daya untuk mendukung populasi manusia global.

Lapisan Bumi

Lapisan Bumi secara garis besar dibagi menjadi tiga lapisan utama, yaitu kerak bumi (crush), selimut bumi (mantle), dan inti bumi (core).

Apabila dilihat secara struktur, susunan lapisan Bumi ini mirip dengan telur, yaitu cangkangnya sebagai kerak, putihnya sebagai selimut, dan kuningnya sebagai inti bumi.

Kerak bumi merupakan lapisan bumi yang paling luar adalah kerak bumi dan menjadi tempat tinggal bagi seluruh makhluk hidup. Kerak bumi memiliki ketebalan sekitar 32 km.

Lapisan bumi selanjutnya adalah selimut bumi yang terletak tepat di bawah kerak bumi. Lapisan ini disebut juga dengan selubung bumi. Ketebalan lapisan selimut ini mencapai 2.900 km.

Inti bumi (core) merupakan lapisan bumi yang terakhir dan terletak dibawah selimut bumi atau tepat di tengah bumi. Lapisan yang memiliki ketebalan 3.500 km ini menjadi lapisan yang paling dalam dari bumi.

Bulan sebagai satelit alami Bumi

Bulan adalah satu-satunya satelit alami Bumi. Bulan merupakan satelit mirip planet besar dengan sifat kebumian.

Bulan memiliki diameter sekitar seperempat dari diameter Bumi dan merupakan satelit alami terbesar dalam Tata Surya menurut ukuran relatif planet

Bulan mulai mengorbit Bumi sekitar 4,53 miliar tahun yang lalu. Interaksi gravitasi antara Bulan dengan Bumi merangsang terjadinya pasang laut, menstabilkan kemiringan sumbu, dan secara bertahap memperlambat rotasi Bumi.

Kala Rotasi dan Kala Revolusi

Bumi memiliki dua gerakan, yaitu rotasi (perputaran pada porosnya) dan revolusi (perputaran mengelilingi matahari).

Kala rotasi Bumi adalah 24 jam atau satu hari, sedangkan untuk satu kali revolusi, Bumi membutuhkan waktu 365,24 hari.

Rotasi Bumi mengakibatkan terjadinya siang dan malam, gerak semu Matahari, adanya perbedaan waktu, dan pembelokan arah angin.

Sedangkan revolusi Bumi dapat mengakibatkan pergantian musim, gerak semu tahunan Matahari, perbedaan lamanya waktu siang dan malam, serta terlihatnya rasi bintang yang berbeda.

Atmosfer Bumi

Atmosfer adalah lapisan udara yang menyelimuti Bumi. Lapisan atmosfer Bumi terdiri dari troposfer, stratosfer, mesosfer, termosfer, dan eksosfer.

Lapisan stratosfer adalah lapisan yang paling istimewa, karena di dalamnya terdapat lapisan ozon. Lapisan ozon berfungsi untuk melindungi Bumi dari radiasi sinar ultraviolet.

Medan Magnet Bumi

Bumi memiliki dua kutub magnet, yaitu kutub utara dan selatan. Kutub-kutub magnet diberi nama semata-mata untuk memaparkan arah kutub-kutub tersebut di atas permukaan Bumi.

Kutub utara magnet bumi berada di sekitar kutub selatan Bumi, dan kutub selatan magnet bumi berada di sekitar kutub utara bumi.

Bumi memiliki garis gaya magnet dan dikelilingi oleh medan magnet yang paling kuat di dekat kutub magnet utara dan selatan.

Asal mula sebenarnya dari medan magnet Bumi belum sepenuhnya dipahami. Diyakini bahwa medan magnet tersebut berkaitan dengan inti dalam Bumi, yang hampir seluruhnya merupakan besi dan nikel.

Medan magnet bumi berfungsi untuk melindungi penduduk bumi dari radiasi kosmik (partikel listrik yang dihasilkan oleh matahari atau benda-benda langit lainnya) yang mengancam kesehatan.

Akan tetapi, karena adanya medan magnet bumi, partikel listrik tidak dapat masuk ke seluruh permukaan bumi, tetapi hanya akan masuk ke kutub-kutub bumi.

Baca juga :

Demikian ciri-ciri Bumi, satu-satunya planet yang dapat dihuni makhluk hidup. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan