Cegah Penyakit Difteri dengan Melakukan Imunisasi Lengkap pada Anak Anda

Amongguru.com. Cegah Penyakit Difteri dengan Melakukan Imunisasi Lengkap pada Anak Anda.

Beberapa hari belakangan ini kecemasan melanda kalangan orangtua, karena difteri sebagai penyakit yang tergolong kuno muncul kembali dan menyerang anak-anak di  bawah usia 11 tahun.

Berkembangnya penyakit ini sangat cepat, karena dalam kurun waktu tahun 2017, difteri sudah mewabah pada 95 kabupaten kota di 20 propinsi seluruh Indonesia. Dilaporkan juga bahwa terdapat 593 kasus difteri dan lebih dari 30 anak dinyatakan meninggal dunia akibat penyakit ini.

Penularan dari penyakit difteri tergolong mudah, sehingga penyebarannya menjadi begitu cepat. Penularan difteri dapat terjadi melalui percikan ludah atau bersin dari penderita difteri yang kemudian terhirup oleh orang yang sehat.

Penularan difteri juga dapat melalui barang-barang yang terkontaminasi oleh bakteri difteri (corynebacterium diptheriae) atau bersentuhan langsung pada luka di kulit penderita,

Penyakit ini menjadi lebih mudah tertularkan pada seseorang yang tidak memiliki kekebalan tubuh atau daya tahan tubuh yang rendah. Anak-anak rentan terkontaminasi bakteri difteri karena mereka cenderung memiliki daya tahan tubuh rendah.

Upaya untuk mencegah berkembangnya wabah dipteri sebenarnya sudah dilakukan pemerintah sejak lama. Selama tahun 1990, Dinas Kesehatan telah berhasil melakukan pencegahan terhadap berkembangnya penyakit difteri, yaitu dengan menggalakkan imunisasi difteri pada bayi yang baru lahir.

Akan tetapi, penyakit difteri kemudian muncul kembali pada tahun 2009 dan secara berlahan-lahan jumlahnya semakin meningkat setiap tahun hingga tahun 2017 ini.

Faktor kekebalan tubuh ternyata sangat mempengaruhi berkembangnya wabah difteri. Penyakit difteri yang pernah hilang di Indonesia dan kemudian muncul kembali disebabkan karena penurunan kekebalan tubuh penduduk Indonesia pada suatu wilayah tertentu.

Menurunnya kekebalan tubuh atau imunitas ini salah satunya disebabkan oleh program imunisasi yang tidak lengkap atau tidak sempurna. Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya dari penyakit difteri ini juga ikut menambah kecepatan berkembangnya penyakit difteri.

Cara paling efektif untuk mencegah meluasnya wabah difteri pada suatu wilayah ini adalah dengan melakukan vaksinasi.

Vaksin untuk imunisasi difteri dibagi dalam tiga jenis, yaitu: vaksin DPT-HB-HiB, vaksin DT, dan vaksin Td. Ketiga vaksin tersebut diberikan pada usia berbeda secara bertahap dengan urutan sebagai berikut.

  1. Imunisasi dasar pada bayi (di bawah usia 1 tahun) sebanyak 3 dosis vaksin DPT-HB-HiB dengan jarak masing-masing 1 bulan.
  2. Imunisasi lanjutan (booster) saat anak usia 18 bulan (1,5 tahun) sebanyak 1 dosis vaksin DPT-HB-HiB.
  3. Imunisasi lanjutan (booster) saat anak kelas 1 Sekolah Dasar (7 tahun)  sebanyak 1 dosis vaksin vaksin DT.
  4. Imunisasi lanjutan (booster) saat anak kelas 2 Sekolah Dasar (8 tahun)  sebanyak 1 dosis vaksin vaksin Td.
  5. Imunisasi lanjutan (booster) saat anak kelas 5 Sekolah Dasar  (11 tahun)  sebanyak 1 dosis vaksin vaksin Td.

Difteri dapat secara efektif dicegah dengan vaksin-vaksin tersebut apabila capaian imunisasi mencakup minimal 95 persen dari yang ditargetkan. Pada saat cakupan imunisasi mencapai 95 persen, maka secara otomatis akan terbentuk kekebalan tubuh sehingga bakteri tidak dapat berkembang.

Iimunisasi dapat diberikan kembali saat anak memasuki masa remaja (usia 11 – 18 tahun) untuk memaksimalkan keefektifan vaksin.

Demikian ulasan mengenai Cegah Penyakit Difteri dengan Melakukan Imunisasi Lengkap pada Anak Anda. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan