Cegah Penyakit Berbahaya dengan Rutin Konsumsi Daun Salam

Cegah Penyakit Berbahaya dengan Rutin Konsumsi Daun Salam

Amongguru.com. Negara Indonesia kaya akan rempah-rempah yang tidak hanya bermanfaat sebagai bumbu masakan, tetapi juga dapat dimanfaatkan di bidang kesehatan. Sudah banyak penelitian ilmiah yang dilakukan untuk meneliti kandungan rempah-rempah, khususnya tanaman herbal.

Tanaman herbal tersebut dapat digunakan untuk pengobatan alternatif pada beberapa penyakit tertentu.

Daun salam (Syzygium polyanthum) merupakan salah satu tanaman herbal yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Daun salam sering digunakan sebagai bumbu penyedap masakan karena aromanya yang khas.

Tidak hanya sebagai penyedap masakan, daun salam ternyata juga menyimpan berbagai kandungan zat yang secara ilmiah terbukti mampu mengobati berbagai penyakit yang berbahaya.

Cegah Penyakit Berbahaya dengan Rutin Konsumsi Daun Salam

Cegah Penyakit Berbahaya dengan Rutin Konsumsi Daun Salam

Berikut ini adalah beberapa manfaat daun salam yang dapat digunakan untuk mencegah penyakit berbahaya.

1. Menurunkan Hipertensi 

Hipertensi (tekanan darah tinggi) merupakan penyakit yang perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan komplikasi mulai dari penyakit jantung, stroke, dan penyakit ginjal.

Daun salam dapat digunakan untuk menurunkan  darah tinggi, karena di dalam daun salam terkandung senyawa flavonoid yang merupakan senyawa penting sebagai antioksidan .

Flavanoid berperan dalam menurunkan efek detak jantung, dimana kecepatan detak jantung ini erat kaitannya dengan tekanan darah seseorang.

2.  Menurunkan kolesterol

Kandungan flavonoid pada daun salam juga dapat mencegah pengendapan lemak pada dinding pembuluh darah. Penambahan daun salam pada masakan daging adalah cara yang tepat untuk menetralkan pengaruh kolesterol pada tubuh.

3. Mencegah Resiko Diabetes

Diabetes ditandai dengan kenaikan kadar gula darah dalam tubuh. Penyakit ini sangat berbahaya karena komplikasinya dapat menyebaban gagal jantung, gagal ginjal, kerusakan fungsi hati, hipertensi, stroke, dan juga impotensi.

Sebuah penelitian di Peshawar, Pakistan, membuktikan bahwa kadar serum glukosa darah para partisipan yang mengkonsumsi daun salam secara teratur selama 21 hari mengalami penurunan hingga 26 persen. Mengkonsumsi rebusan daun salam secara rutin dapat menghambat penyerapan glukosa dalam usus dan meningkatkan penyimpanan glukosa pada otot.

4. Menurunkan Resiko Kanker

Penelitian menunjukkan bahwa senyawa fenolat dan flavonoid di dalam minyak daun salam mampu menghambat pertumbuhan sel kanker.

Secara khusus, kandungan parthenolide yang terdapat pada daun salam terbukti efektif untuk mengurangi risiko kanker serviks (leher rahim). Parthenolide merupakan zat yang mampu menahan ploriferasi dari sel kanker serviks.

5. Mencegah Asam Urat

Asam urat merupakan kondisi dimana terjadi kenaikan kadar asam urat disebabkan oleh zat sisa metabolsme berupa purin yang menumpuk dalam tubuh.

Kondisi tersebut selanjutnya akan menimbulkan kristal asam urat dalam ginjal sebagai organ yang memproduksi urine serta penumpukan pada sendi, sehingga terjadilah penyakit asam urat.

Daun salam bersifat diuretik (meningatkan produksi urine), sehingga akan mencegah resiko penumpukan purin dan menurunkan asam urat.

6. Menangkal Radikal Bebas

Senyawa flavonoid sebagai antioksidan pada daun salam terbukti mampu bereaksi dengan radikal bebas sehingga akan melindungi tubuh dari reaksi yang berbahaya dengan senyawa radikal bebas tersebut.

Flavonoid pada daun salam dapat mencegah oksidasi dalam sel tubuh. Oksidasi perlu dicegah, karena jika oksidasi pada tubuh tinggi dapat menyebabkan penyakit degeneratif. Daun salam segar mampu menghalangi reaksi oksidasi jahat yang dapat mengentalkan darah, sehingga peredaran darah menjadi lancar.

7. Menetralkan Racun

Eugenol adalah salah satu zat aktif yang terkandung dalam minyak atsiri daun salam. Senyawa ini secara ilmiah terbukti efektif untuk menekan racun dalam usus pencernaan, sehingga proses pencernaan dalam tubuh dalam berlangsung dengan lancar.

8. Mencegah Perkembangan Bakteri dan Jamur

Sebuah studi menunjukkan bahwa daun salam dapat menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella thypi dan jamur Candida albicans penyebab penyakit Candidiasis. Kandungan senyawa flavonoid, terpenoid, vitamin C, vitamin E, dan asam fenolat dalam daun salam juga mampu menurunkan infeksi beberapa bakteri dan jamur lainnya.

9. Mencegah Diare

Diare merupakan kondisi yang ditandai dengan encernya feses yang dikeluarkan dan frekuensi buang air besar yang meningkat. Biasanya, diare disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri pada usus pencernaan.

Minyak atsiri daun salam mengandung senyawa fenol yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli sebagai penyebab diare hingga 40 persen.

10. Mencegah Munculnya Plak Gigi

Plak pada gigi tidak hanya akan mengganggu penampilan seseorang, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan tubuh secara keseluruhan. Plak gigi adalah bakteri atau kotoran yang menempel dan hidup di dalam rongga mulut akibat sisa makanan pada gigi.

Jika dibiarkan, plak gigi yang semula berwarna kuning akan semakin mengeras dan menghitam, sehingga akan terlihat seperti batu karang yang menempel pada gigi.

Untuk mencegah munculnya plak pada gigi, dapat dilakukan dengan rajin mengkonsumsi rebusan daun salam. Kandungan senyawa flavonoid dan minyak atsiri daun salam dapat mengurangi pembentukan plak pada gigi.

Di bidang kecantikan, rebusan daun salam juga dapat dimanfaatkan untuk keperluan berikut.

1.  Mengatasi Rambut Rontok dan Ketombe

Air bilasan yang terbuat dari daun salam, efektif dalam mengobati ketombe dan rambut rontok. Minyak atsiri daun salam berguna sebagai tonik untuk rambut yang ampuh untuk memerangi ketombe dan juga rambut rontok.

2. Menyingkirkan Kutu Rambut

Rebusan daun salam juga bermanfaat untuk mengusir kutu pada rambut. Kutu rambut adalah parasit kecil pada kepala manusia dan dapat menghisap darah di kepala. Keberadaan kutu rambut di kepala tentu sangat mengganggu, karena pada saat menghisap darah di kepala akan menimbulkan rasa gatal yang tidak tertahankan.

3.  Mengatasi Stres Kulit

Daun salam dapat membantu mengatasi stres kulit, sehingga mencegah terjadinya kulit keriput dan penuaan dini. Caranya adalah dengan menghirup uap rebusan daun salam yang sudah dididihkan selama kurang lebih dua menit. Lakukan secara rutin untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Konsumsi Daun Salam

Pemakaian tanaman herbal, seperti halnya daun salam ini, tentu harus secara bijak dan juga cerdas. Tanaman herbal bukanlah satu-satunya obat yang direkomendasikan untuk penyakit berbahaya tertentu.

Anda dapat berkonsultasi dengan dokter atau herbalis mengenai dosis yang tepat untuk mengkonsumi daun salam jika Anda memilih tanaman herbal tersebut untuk pengobatan.

Konsumsi berlebihan dari ekstrak daun salam dapat membuat Anda mengantuk. Selain itu, penggunaan dengan jumlah yang terlalu banyak pada ibu hamil atau menyusui belum terbukti aman secara ilmiah.

Anda juga tidak diperbolehkan mengkonsumsi daun salam bersamaan dengan obat-obatan lainnya, misalnya obat diabetes atau insulin, karena akan mengakibatkan gula rendah (hipoglikemia).

Baca juga artikel terkait berikut.

Demikian ulasan mengenai Cegah Penyakit Berbahaya dengan Rutin Konsumsi Daun Salam. Semoga bermanfaat.

 

Tinggalkan Balasan