Cegah Covid-19, Persuratan Kemendikbud Melalui Pos Elektronik

Cegah Covid-19, Persuratan Kemendikbud Melalui Pos Elektronik 

Amongguru.com. Pemerintah Indonesia telah menetapkan Covid-19 sebagai bencana non alam yang berupa wabah penyakit, Dengan demikian, wajib diupayakan pencegahan agar kasus Covid-19 tidak semakin meluas.

Penetapan tersebut seiring dengan pernyataan Organiasi Kesehatan Dunia, WHO, bahwa Covid-19 telah menjadi pandemi global. Pandemi artinya

Pandemi merupakan epidemi yang terjadi dalam daerah yang sangat luas dan mencakup populasi yang banyak di berbagai daerah atau negara.

Pandemi juga dapat diartikan sebagai penyebaran penyakit atau infeksi virus ke seluruh dunia. Istilah pandemi ini tidak terkait dengan penyebaran geografis dan tidak ada perubahan karakteristik virus tersebut.

Virus Corona yang muncul di CIna sampai saat ini telah menyebar ke lebih dari 160 negara. Hal ini menunjukkan bahwa wabah Covid-19 sudah terjadi pada banyak negara di dunia.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memiliki tugas untuk menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan masyarakat, serta pengelolaan kebudayaan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara (Perpres Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2015).

Terkait dengan upaya pencegahan Covid-19 di bidang pendidikan, maka Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menetapkan beberapa kebijakan untuk satuan pendidikan di seluruh wilayah Indonesia. Salah satu bentuk kebijakan tersebut adalah dengan mengatur penyelenggaraan persuratan.

Baca : SE Mendikbud tentang Pembelajaran Daring Untuk Cegah Penyebaran COVID-19

Di dalam rangka  penyelenggaraan persuratan yang efektif dan efisien serta untuk pencegahan penyebaran Covid-19 melalui kontak fisik langsung dari orang ke orang dalam penyelenggaraan persuratan, surat yang ditujukan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan pimpinan unit organisasi Kemendikbud agar dikirim melalui pos elektronik sebagai berikut.

Surat yang masuk ke posel tersebut akan diproses di Sistem Naskah Dinas Elektronik (SINDE). Untuk penelusuran informasi dan status tindak lanjut surat, fitur jejak surat  pada SINDE dapat diakses oleh publik tanpa harus melakukan login di laman https://persuratan.kemdikbud.go.id, yaitu dengan memasukkan nomor surat secara lengkap dan kode pengaman.

Keterangan :

1. Jika membutuhkan informasi lebih lanjut terkait posisi surat, berikut adalah nomor telepon Tata Usaha yang dapat dihubungi:

  • TU Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: 021-5733128
  • TU Sekretaris Jenderal: 021-57851895
  • TU Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan: 021 – 57974167, 021-57955141
  • TU Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah: 021-5725610, 021-5725057
  • TU Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi: 021-57946104
  • TU Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi: 021-5725034
  • TU Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa: 021-4893443, 021-4706287
  • TU Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan: 021-5737102
  • TU Direktur Jenderal Kebudayaan: 021-5725542
  • TU Inspektur Jenderal: 021-5731138

2. Kemendikbud masih menerima surat dalam bentuk fisik (hard copy) jika diperlukan.

3. Jika surat dalam bentuk fisik sudah dikirimkan, salinan lunak (soft file) tidak perlu dikirimkan lagi, begitu pula sebaliknya.

Source : https://www.kemdikbud.go.id/

Tinggalkan Balasan