Cara Melatih Tahapan Berpikir Tingkat Tinggi Melalui Stimulasi Pertanyaan

Cara Melatih Tahapan Berpikir Tingkat Tinggi Melalui Stimulasi Pertanyaan

Amongguru.com. Pembelajaran berorientasi keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) pada prinsipnya bertujuan agar peserta didik menemukan permasalahan yang akan dikaji.

Pembelajaran HOTS dimulai dengan menyusun rencana serta melaksanakannya untuk memecahkan atau menemukan solusi dari permasalahan yang telah ditemukan.

Peran guru setelah mempersiapkan adalah memfasilitasi proses berpikir peserta didik lewat serangkaian pertanyaan, setelah peserta didik mengamati bahan awal sebagai pembuka pembelajaran.

Bahan pembuka tersebut bisa berupa uraian singkat, video, potongan berita koran, foto, gambar, sajak, dan lain sebagainya.

Setelah peserta didik mengamati bahan, maka guru menyampaikan pertanyaan-pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan ini merupakan strategi untuk memotivasi peserta didik mengkaji secara bertahap mulai persoalan sampai menemukan solusi.

Tahapan berpikir ini akan melatih para peserta didik bersikap kritis dan evaluatif untuk menemukan pemecahan masalah dan bagaimana melaksanakannya.

1. Contoh Kasus Satu

Guru menyampaikan uraian singkat, kemudian menyampaikan pertanyaan-pertanyaan yang mengajak peserta didik untuk berpikir tingkat tinggi.

Menemukan pokok kajian, contoh pertanyaan misalnya, Apa yang Saudara ketahui dari apa yang saya uraikan?

Guru mendorong peserta didik untuk dapat menguraikan fakta, contoh pertanyaannya: Dapatkah Saudara menjelaskan jawaban tersebut?

Guru melakukan proses formulasi terhadap permasalahan, seperti: Apa masalah yang muncul
dari peristiwa ini?

Pertanyaan yang diperlukan untuk mencari fakta pendukung, seperti : Apakah masalah itu benar-benar ada?

Mendalami, eksplorasi, dan merumuskan prediksi sebagai hipotesis, dapat seperti, Kalau tidak ada penyelesaian, dampak apa yang akan muncul?

Penemuan alternatif, Apa yang harus dilakukan? Penentuan aksi dan menarik kesimpulan, Dari kemungkinan-kemungkinan yang ada, apa yang terbaik untuk dilakukan?

Generalisasi, berpikir holistik, misalnya : Untuk melaksanakan kebijakan atau langkah ini, apa saja yang perlu dipersiapkan?

2. Contoh Kasus Dua

Di dalam memulai proses pembelajaran di kelas setelah guru masuk ruang kelas, guru memberi salam, menyampaikan kesimpulan bahasan pertemuan sebelumnya, menyampaikan tujuan pembelajaran atau pertemuan yang akan dilakukan.

Guru kemudian memberikan cerita tertulis kepada para peserta didik untuk dibaca (Waktu dapat sesuai dengan bobot bacaan yang disajikan).

Guru mengajak peserta didik mendiskusikan isi cerita dengan mengajukan pertanyaan sebagai berikut.

a. Pertanyaan untuk mendorong peserta didik menjelaskan apa isi cerita yang telah dibaca, seperti, Apa yang terjadi? Siapa saja yang terlibat dalam cerita? Apa yang mereka kerjakan?

b. Guru berusaha mengungkap tanggapan peserta didik atas pengalaman yang ada dalam cerita, Apa yang mereka rasakan pada cerita ini? Apakah Saudara bisa merasakannya?

c. Guru mengungkap refleksi personal dan isu yang ada dalam cerita, Apa yang dipikirkan oleh para aktor yang terlibat dalam cerita? Apa yang Saudara pikirkan tentang hal itu?

d. Guru mengungkap pandangan moral peserta didik. Apa tindakan yang telah mereka lakukan? Bagaimana pendapat Saudara tentang perilaku mereka itu? Bagaimana seandainya perilaku yang muncul berbeda dengan yang ada dalam cerita?

e. Guru mendorong peserta didik mengemukakan pikiran-pikiran kritisnya, Dapatkah Saudara menjelaskan lebih detail?

f. Guru mendorong peserta didik memberikan definisi, klarifikasi dan analisis. Apa yang Saudara maksudkan dengan …?

g. Guru memberikan pertanyaan untuk memperoleh alternatif atau gagasan lain guna melakukan generalisasi. Apakah di antara Saudara-Saudara ada yang memiliki pendapat lain?

h. Pertanyaan untuk mencari bukti akan kebenaran cerita. Apakah cerita ini sungguh-sungguh terjadi?

i. Pertanyaan untuk melanjutkan diskusi. Apakah ada di antara Saudara yang memiliki pendapat berbeda?

j. Pertanyaan untuk membawa pada kesimpulan. Apa yang telah banyak dibicarakan selama ini?

3. Contoh Kasus Tiga

Setelah guru memasuki ruang kelas, guru menyampaikan salam, menjelaskan kesimpulan pertemuan sebelumnya, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan
dilaksanakan.

Pada akhir pertemuan, peserta didik mampu menjelaskan: a) arti demokrasi, b) bentuk demokrasi, c) kelebihan dan kekurangan demokrasi, d) persyaratan untuk dapat melaksanakan sistem politik demokrasi.

Kemudian guru mempersilakan para peserta didik untuk menyampaikan pendapat atas tujuan pembelajaran tersebut.

Jawaban dari peserta didik dijadikan bahan pertanyaan bagi peserta didik yang lain. Berbeda dengan pertanyaan pada dua kasus sebelumnya, pada kasus ke tiga ini “memiliki nuansa filosofi”, artinya pertanyaan yang diajukan memerlukan jawaban yang mendalam.

Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh guru diarahkan agar para peserta didik mengeluarkan pendapatnya sendiri yang benar-benar keluar dari pikirannya sendiri.

a. Pertanyaan untuk klarifikasi atas sesuatu hal.

1) Dapatkah Saudara menjelaskan apa yang dimaksud dengan sistem politik yang demokratis?

2) Apa yang Saudara maksud dengan demokrasi?

3) Dapatkah Saudara memberikan contoh negara yang demokratis dan yang tidak?

b. Pertanyaan untuk menggali bukti

1) Dapatkah Saudara memberikan bukti bahwa Negara “X” adalah negara yang demokratis? Apa data dan fakta yang ada?

2) Bagaimana kita tahu suatu negara dikatakan tidak demokratis?

3) Coba Saudara berikan alasan yang jelas!

4) Apakah alasan Saudara memiliki bukti? Jelaskan!

5) Apakah Saudara bisa memberikan contoh lain?

c. Pertanyaan untuk mendalami jawaban

1) Bisakah Saudara menjelaskan dengan cara lain bahwa Negara “X” adalah negara bersistem politik demokrasi dan Negara “Y” tidak bersistem demokrasi?

2) Mungkinkah suatu negara tidak termasuk di antara kedua sistem tersebut?

3) Adakah di antara Saudara berpendapat lain?

4) Apa perbedaan di antara pendapat di atas?

d. Pertanyaan untuk testing implikasi dan konsekuensi

1) Jika suatu negara semula tidak bersistem demokrasi kemudian berubah ke sistem demokrasi, apa yang akan terjadi?

2) Apakah yang lain juga setuju dengan yang telah disampaikan … ini? 3) Jika demikian apa yang harus dilakukan agar semua negara menjadi negara demokrasi?

4) Dapatkan Saudara memberikan bukti bahwa ini benar?

e. Pertanyaan tentang evaluasi diskusi

1) Apakah Saudara ada pertanyaan tentang apa yang kita diskusikan?

2) Jika ada, jelaskan pertanyaan Saudara!

3) Apakah pendapat Saudara ini berkaitan dengan apa yang sudah kita bicarakan?

4) Apakah kita sudah memiliki kesimpulan?

5) Apakah pembicaraan kita sudah menjawab pertanyaan apa yang dimaksud dengan negara demokrasi?

Source : Pedoman Pembelajaran HOTS 2019, Dirjen GTK

Berikut ini beberapa artikel yang dapat Anda baca terkait Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS)

1. Tiga Model Pembelajaran Kurikulum 2013 Berorientasi HOTS (Baca)

2. Prinsip-prinsip Pembelajaran Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi HOTS (Baca)

3. Jenis-jenis Pertanyaan Berorientasi HOTS dan Contohnya (Baca)

4. Penerapan Pendekatan Saintifik 5M Dalam Kurikulum 2013 (Baca)

5. Contoh Desain Pembelajaran Keterampilan 4C Pendidikan Abad 21 (Baca)

6. Empat Komponen Penting Peningkatan Mutu Pendidikan Menghadapi Abad 21 (Baca)

7. Kenali 4 C, Empat Keterampilan Abad 21 yang Harus Dimiliki Peserta Didik (Baca)

8. Tiga Aspek Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi HOTS dan Penjelasannya (Baca)

Demikian cara melatih tahapan berpikir tingkat tinggi melalui stimulasi pertanyaan. Terima kasih sudah  berkunjung dan semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan