Capaian Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan SDLB SMPLB SMALB (Fase A-F)

Capaian Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan SDLB SMPLB SMALB (Fase A-F)

Amongguru.com. Berikut ini adalah Capaian Pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan untuk jenjang SDLB SMPLB SMALB (Fase A-F).

Capaian Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan untuk satuan pendidikan SDLB SMPLB SMALB (Fase A-F) ini dapat menjadi referensi guru dalam melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan Kurikulum Merdeka

Capaian pembelajaran menjadi istilah baru pada Kurikulum Merdeka, sebagai pembaruan dari Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar yang dirancang untuk menguatkan fokus pembelajaran terhadap pengembangan kompetensi.

Pengertian Capaian Pembelajaran (Learning Outcoming) adalah kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik pada setiap fase, dimulai dari fase fondasi pada PAUD.

Capaian Pembelajaran (CP) merupakan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dirangkaikan sebagai satu kesatuan proses yang berkelanjutan sehingga membangun kompetensi yang utuh dari suatu mata pelajaran.

Apabila dianalogikan dengan sebuah perjalanan berkendara, maka Capaian Pembelajaran pada Kurikulum Merdeka memberikan tujuan umum dan ketersediaan waktu untuk mencapai tujuan tersebut. Untuk mencapai tujuan akhir, maka pemerintah membuatnya ke dalam enam etape yang disebut fase. Setiap fase lamanya 1-3 tahun.

Penyusunan Capaian Pembelajaran per fase merupakan upaya penyederhanaan, sehingga peserta didik dapat memiliki waktu yang memadai dalam menguasai kompetensi.

Capaian Pembelajaran untuk pendidikan anak usia dini (PAUD) terdiri atas satu fase, yaitu fase Fondasi. Sedangkan Capaian Pembelajaran untuk pendidikan dasar dan menengah terdiri dari 6 fase (A–F), atau tahapan yang meliputi seluruh jenjang pendidikan dasar dan menengah (SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, SDLB, SMPLB, SMALB, Paket A, Paket B, dan Paket C).

Capaian Pembelajaran untuk pendidikan dasar dan menengah juga disusun untuk setiap mata pelajaran. Pembagian fase dalam Capaian Pembelajaran ini ditentukan oleh pemerintah. Meskipun demikian, sekolah memiliki keleluasan dalam menentukan strategi, cara, atau alur untuk mencapai Capaian Pembelajaran tersebut.

Peserta didik berkebutuhan khusus dengan hambatan intelektual dapat menggunakan Capaian Pembelajaran pendidikan khusus. Sementara itu, peserta didik berkebutuhan khusus tanpa hambatan intelektual dapat menggunakan Capaian Pembelajaran umum dengan menerapkan prinsip modifikasi kurikulum.

Perumusan capaian pembelajaran juga harus disertai dengan kriteria penilaian yang tepat, sehingga dapat digunakan untuk menilai bahwa hasil pembelajaran yang diharapkan telah dicapai. Capaian pembelajaran bersama dengan kriteria penilaian digunakan untuk mengidentifikasi tujuan belajar yang lebih terukur.

Ketuntasan Capaian Pembelajaran hanya dapat diidentifikasi setelah siswa mengikuti proses pembelajaran melalui penilaian dan harus dapat didemonstrasikan dalam kehidupan nyata.

Tujuan Capaian Pembelajaran

Setiap jenjang pendidikan memiliki tujuan Capaian Pembelajaran yang berbeda-beda. Berikut ini adalah tujuan Capaian Pembelajaran untuk masing-masing jenjang pendidikan.

1. Tujuan Capaian Pembelajaran PAUD

Pada jenjang pendidikan PAUD (TK/RA/BA, KB, SPS, TPA), Capaian Pembelajaran bertujuan untuk memberikan arah yang sesuai dengan usia perkembangan pada semua aspek perkembangan anak sehingga kompetensi pembelajaran yang diharapkan dicapai anak pada akhir PAUD dapat dipahami dengan jelas agar anak siap mengikuti jenjang pendidikan selanjutnya.

Capaian Pembelajaran di jenjang pendidikan PAUD (TK/RA/BA, KB, SPS, TPA) juga bertujuan untuk menarasikan kompetensi pembelajaran yang diharapkan dicapai anak pada akhir PAUD agar anak siap mengikuti jenjang pendidikan selanjutnya.

2. Tujuan Capaian Pembelajaran SD-SMA

Pada jenjang pendidikan SD-SMA, Capaian Pembelajaran bertujuan untuk menunjukkan kemajuan belajar siswa dari satu tingkat ke tingkat berikutnya. Capaian Pembelajaran pada jenjang pendidikan ini juga harus disertai dengan kriteria penilaian yang tepat sehingga dapat digunakan sebagai bukti tercapainya hasil pembelajaran yang diharapkan.

Capaian Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan SDLB SMPLB SMALB (Fase A-F)

Prinsip Perumusan Capaian Pembelajaran

Di dalam menyusun capaian pembelajaran, perlu memenuhi prinsip-prinsip perumusannya. Berikut ini adalah  prinsip perumusan Capaian Pembelajaran.

1. Terukur dan spesifik

Capaian Pembelajaran harus dapat diukur dan spesifik, berdasarkan hierarki tahapan konseptual proses pembelajaran yang hasil belajarnya dapat digunakan untuk mendeskripsikan kemampuan peserta didik.

Capaian Pembelajaran harus ditulis berdasarkan Taksonomi Bloom karena telah terbukti relevan untuk untuk membantu mengembangkan hasil belajar.

2. Fleksibel

Fleksibel berarti sesuai dengan proses dan tahapan belajar siswa. Capaian pembelajaran membawa perubahan dalam pendekatan pembelajaran di kelas dari yang berfokus kepada guru menjadi fokus kepada siswa.

3. Otonomi

Sekolah diberi kebebasan untuk menyesuaikan capaian pembelajarannya sesuai dengan keunikan dan kemampuan masing.masing peserta didik. Setelah dirumuskan, capaian pembelajaran harus dituangkan dalam alur dan tujuan pembelajaran.

Capaian Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan untuk satuan pendidikan SDLB SMPLB SMALB (Fase A-F) selengkapnya dapat dibaca dan di unduh pada tautan berikut ini.

 

Unduh

Demikian Capaian Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan untuk satuan pendidikan SDLB SMPLB SMALB (Fase A-F). Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan