Bunyi Sebagai Gelombang dan Syarat Terjadinya Bunyi

Amongguru.com. Bunyi Sebagai Gelombang dan Syarat Terjadinya Bunyi.

Tuhan telah menciptakan telinga sebagai alat pendengaran. Setiap saat kita dapat mendengar bunyi orang berbicara, suara nyanyian, suara musik, suara binatang, dan suara lonceng.

Bagaimanakah bunyi dapat terdegar oleh telinga manusia? Getaran yang merambat pada frekuensi tertentu akan menggetarkan gendang telinga, selanjutnya akan memberikan informasi ke otak sebagai suara atau bunyi tertentu.

Gelombang bunyi termasuk ke dalam gelombang longitudinal, karena perambatannya membentuk rapatan dan regangan. Pola rapatan dan renggangan ini akan menggetarkan udara di dekatnya dan menjalar ke segala arah.

Semakin besar frekuensi gelombang bunyi, maka semakin banyak pula rapatan dan renggangan yang dibetuk dan bunyi yang terdengar akan semakin nyaring.

Ketika getaran udara sampai ke telinga, maka informasi akan disampaikan ke otak, sehingga bunyi dapat di dengar.

Bunyi Sebagai Gelombang dan Syarat Terjadinya Bunyi

  • Bunyi Ditimbulkan Karena Adanya Sumber Bunyi atau Benda yang Bergetar

Salah satu syarat terjadinya bunyi adalah adanya sumber bunyi atau benda yang bergetar.  Sebuah seruling yang ditiup dapat mengeluarkan bunyi. Bunyi tersebut dihasilkan dari udara yang bergetar di dalam seruling. Ketika drum dipukul, maka kulit drum akan bergetar dan . getaran dari kulit drum tersebut menghasilkan bunyi.

Apabila getaran pada kulit drum melemah dan berhenti, maka bunyi drum juga tidak terdengar lagi. Seruling mengeluarkan bunyi karena udara di dalam seruling bergetar, sedangkan drum berbunyi jika kulitnya bergetar.

Berdasarkan dua peristiwa tersebut, dapat disimpulkan bahwa bunyi dihasilkan dari benda yang bergetar. Benda yang bergetar dan menghasilkan bunyi dinamaka sumber bunyi.

  • Bunyi Merambat Memerlukan Medium (Zat Perantara)

Gelombang bunyi hanya dapat merambat jika ada medium atau zat perantara. Karena bunyi memerlukan medium untuk perambatannya, maka bunyi termasuk dalam gelombang mekanik.

Medium tersebut dapat berupa udara (zat gas), zat padat, maupun zat cair. Bulan merupakan daerah hampa udara, sehingga di daerah tersebut tidak ada atmosfer. Karena tidak ada udara, maka bunyi tidak dapat didengar sama sekali di bulan.

Cepat rambat bunyi pada masing-masing zat tersebut berbeda-beda. Suatu eksperimen membuktikan bahwa sebuah bunyi nyaring membutukan waktu lima sekon untuk sampai ke telinga manusia melalui udara. Jika bunyi tersebut merambat melalui air, ternyata  lebih cepat dan hanya membutuhkan waktu empat sekon.

Apabila bunyi tersebut melalui besi, ternyata hanya ,membutuhkan waktu tiga sekon lebih cepat daripada dalam zat cair. Sehingga urutan cepat rambat bunyi pada medium dari terbesar ke terkecil adalah dari zat padat, zar cair, dan zat gas.

  • Bunyi Dapat Terdengar pada Frekuensi 20 Hz sampai 20.000 Hz

Pendengaran telinga manusia normal berada pada frekuensi 20 Hz sampai dengan 20.000 Hz. Daerah ini disebut sebagai daerah audiosonik. Frekuensi di bawah 20 Hz disebut darerah infrasonik, sedangkan daerah di atas frekueinsi 20.000 Hz disebut daerah ultrasonik.

Daerah infrasonik tidak dapat didengar oleh manusia, tetapi hanya dapat didengar binatang tertentu. Binatang yang dapat mendengar suara infrasonik adalah anjing dan jangkrik, sedangkan hewan yang dapat mendengar suara ultrasonik, atara lain anjing, lumba-lumba, dan kelelawar.

Demikian ulasan tentang Bunyi Sebagai Gelombang dan Syarat Terjadinya Bunyi. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan