Belanja Makanan di Pasar Tradisi Unik Muslim India Menyambut Lebaran



Belanja Makanan di Pasar Tradisi Unik Muslim India Menyambut Lebaran

Amongguru.com. Lain lubuk lain ilalang, itulah pepatah yang tepat untuk menyatakan perbedaan tradisi dan budaya, khususnya dalam menyambut lebaran di berbagai negara. Lebaran menjadi sebuah peristiwa penting bagi umat Islam, setelah sebulan penuh berpuasa di bulan Ramadhan.

Berbagai tradisi digelar untuk menyemarakkan suasana Idul Fitri. Perasaan suka cita terpancar ketika lebaran tiba.

India adalah salah satu negara dengan beragam tradisi dan budaya yang masih kuat dipertahankan sampai saat ini. India juga memiliki beberapa agama yang dianut oleh penduduknya.

Masing-masing pemeluk agama di India hidup secara berdampingan dan saling menghormati satu dengan lainnya. Toleransi antarumat beragama di India sangat dijaga di negara tersebut.

Belanja Makanan di Pasar Tradisi Unik Muslim India Menyambut Lebaran

Penduduk Muslim India juga merayakan lebaran dengan caranya sendiri. Malam lebaran merupakan malam yang selalu ditunggu-tunggu oleh umat Muslim India. Jika di Indonesia, malam lebaran diisi dengan takbir keliling dan tabuh bedug, maka lain halnya dengan di India.

Ketika malam lebaran, semua penduduk Muslim India akan tumpah ruah ke pasar-pasar terdekat dengan tempat tinggal mereka. Mereka akan berbelanja beberapa bahan makanan untuk keperluan lebaran.

Belanja Makanan di Pasar Tradisi Unik Muslim India Menyambut Lebaran

Berkunjung ke pasar di menit-menit terakhir pada malam menjlang Idul Fitri sudah menjadi tradisi umat Muslim India, yang dikenal dengan Festival Chand Raat. Festival ini sekaligus menandai berakhirnya bulan Ramadhan dan hanya digelar pada malam sebelum Idul Fitri.

Festival Chand Raat menjadii semakin meriah dengan adanya bazar-bazar yang memamerkan berbagai pakaian, perhiasan, barang-barang seni, serta beberapa hasil kerajinan. Jasa pembuatan henna juga akan banyak bermunculan pada saat festival berlangsung.

Pasar akan tetap buka sepanjang malam Idul Fitri, karena semakin malam jumlah pengunjung semakin bertambah banyak. Ketika malam lebaran, pada pedagang dan pemilik toko mendapatkan keuntungan yang besar dari hasil penjualannya.

Makanan yang paling banyak dibeli Muslim India pada malam lebaran adalah malai dan juga krim susu. Makanan tersebut akan dinikmati oleh penduduk Muslim India bersama-sama dengan keluarga pada saat lebaran.

Beberapa toko susu akan buka sampai pagi hari untuk melayani pembelian malai yang terus meningkat menjelang lebaran.

Malai dibuat dengan cara memanaskan susu murni pada suhu tinggi (sekitar 80 derajat) selama kurang lebih satu jam kemudian didinginkan, sehingga terbentuk laisan protein lemak berawarna kuning pada permukaan. Malai biasanya dinikmati dengan sejenis roti yang bernama naan. 

Ketika hari lebaran, penduduk Muslim India mengenakan baju tradisional mereka saat melakukan ibadah salat Ied. Suasana lebaran sudah terasa pada malam Idul Fitri, karena pada malam tersebut umat Muslim India saling bersilaturahmi satu dengan lainnya.

Untuk makanan hidangan, biasanya penduduk Muslim India akan menyajikan Sheerkhurma yang disuguhkan bagi tamu yang datang bersilaturahmi.

Umat Muslim di India juga melakukan pembayaran zakat fitrah yang bertujuan untuk mensucikan diri. Akan tetapi, zakat fitrah yang dibayarkan menggunakan biji jelai (barley), kurma, kismis, atau tepung. Ada juga yang memberikan zakat berupa uang yang setara dengan harga beberapa bahan makanan tersebut.

Setelah melaksanakan salat Ied, penduduk Muslim di India menyiapkan makan bersama dengan keluarga dan sanak saudara mereka. Selanjutnya, mereka akan saling bersilaturahmi dan memberikan ucapat selamat Idul  Fitri.

Baca juga artikel terkait berikut :

Demikian ulasan mengenai Belanja Makanan di Pasar Tradisi Unik Muslim India Menyambut Lebaran. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan