Aturan Penamaan pada Senyawa dan Beberapa Contohnya

Aturan Penamaan pada Senyawa dan Beberapa Contohnya

Amongguru.com. Senyawa merupakan gabungan dua unsur atau lebih dengan perbandingan tertentu. Senyawa hanya dapat diuraikan menjadi unsur-unsur pembentuknya melalui reaksi kimia.

Sifat senyawa dapat dibedakan menjadi tiga. Pertama, senyawa terbentuk dari unsur-unsurnya melalui reaksi kimia.

Kedua, senyawa merupakan zat baru yang mempunyai sifat khas dan berbeda dengan sifat unsur-unsur pembetuknya.

Ketiga, senyawa memiliki susunan yang tetap, artinya, perbandingan massa unsur-unsur penyusun suatu senyawa adalah tetap.

Pada awalnya, ketika masih sedikit senyawa yang ditemukan, senyawa-senyawa yang baru ditemukan tersebut sering diberikan nama sesuai dengan nama penemunya atau pun kejadian-kejadian yang sedang terjadi pada saat itu.

Akan tetapi, ketika lebih dari 12 juta senyawa baru telah ditemukan, maka sistem penamaan seperti itu dirasa membingungkan, sehingga kemudian ditemukan sistem penamaan baru yang lebih sistematis dan berlaku secara universal.

Penamaan senyawa yang terdiri atas dua atau tiga unsur, penamaannya menggunakan nama depan dan nama belakang.

Berikut ini adalah aturan penamaan pada senyawa dan beberapa contohnya.

1.  Senyawa yang Terdiri Atas Unsur Logam dan Unsur Nonlogam

Pada senyawa yang terdiri atas unsur logam dan unsur nonlogam, yang dijadikan nama dengan (yang disebut terlebih dahulu) adalah nama logam dan yang dijadikan sebagai nama belakang adalah nama nonlogam.

Misalnya, logam magnesium (Mg) bereaksi dengan nonlogam oksigen (O2) membentuk senyawa MgO, akan dibaca sebagai magnesium oksida.

Di bawah ini nama beberapa senyawa dan unsur pembentuknya dari logam dan nonlogam (nama senyawa selalu berahiran -ida).

Unsur Logam

Unsur Nonlogam Rumus Kimia

Nama Senyawa

Magnesium Oksigen MgO Magnesium oksida
Kalium Klor KCl Kalium klorida
Timbel Sulfur PbS Timbel sulfide
Kalium Brom KBr Kalium bromide
Kalsium Oksigen CaO Kalsium oksida

2.  Senyawa yang Terdiri Atas Unsur Nonlogam

Senyawa yang terdiri atas dua unsur nonlogam, maka nama belakangnyya diberi akhiran -ida. Apabila ada pasangan unsur yang bersenyawa lebih dari satu jenis senyawa. maka penamaan senyawa tersebut dapat dibedakan dengan menyebutkan angka indeksnya.

Angka-angka ini dinyatakan dalam bahasa Yunani, sebagai berikut.

1  :  mono

2  :  di

3  :  tri

4  :  tetra

5  :  penta

6  :  heksa

7  :  hepta

8  :  okta

9  :  nona

10  :  deka

Contoh :

CO  :  karbon monoksida

CO:  karbon dioksida

3.  Senyawa yang Terdiri Atas Unsur Hidrogen dan Nonlogam

Senyawa jenis ini dibentuk dari unsur-unsur golongan IA (unsur hidrogen) dengan unsur-unsur golongan VIIA. Reaksi yang terjadi antara unsur hidrogen dan unsur-unsur yang terdapat pada golongan VIIA menghasilkan beberapa senyawa, seperti HF, HCl, HBr, dan HI.

Terdapat dua aturan dalam pemberian nama pada senyawa-senyawa tersebut, sebagai berikut.

  • Menggunakan kata hidrogen sebagai nama depan, nama unsur nonlogam sebagai nama belakang, dan diakhiri dengan kata -ida. Misalnya, nama senyawa HF adalah hidrogen sulfida.
  • Menggunakan kata asam sebagai nama depan, nama unsur nonlogam sebagai nama belajang dan diakhir dengan nama -ida. Senyawa HF juga dapat diberi nama asam fluorida.

4.  Senyawa yang Terbentuk Atas Unsur Logam, Unsur Oksigen, dan Unsur Hidrogan

Aturan penamaan senyawa yang terdiri atas unsur logam, oksigen, dan hidrogen adalah dengan menggunakan nama unsur logam sebagai nama depan dan kata hidroksida (gabungan nama unsur hidrogen dan oksigen, yaitu OH) sebagai nama belakangnya.

Senyawa yang terdiri atas unsur logam, oksigen, dan hidrogen dikenal sebagai senyawa basa.

Misalnya, senyawa yang terbentuk atas unsur logam Na, unsur O, dan Unsur H, dapat dituliskan sebagai NaOH. Nama untuk senyawa NaOH adalah natrium hidroksida.

Senyawa yang terbentuk atas unsur logam K, unsur O, dan unsur H ditulsikan sebagai KOH. Nama senyawa KOH adalah natrium hidroksida.

Khusus untuk logam magnesium, kalsium, dan alumunium, penulisan dan nama senyawanya adalah sebagai berikut.

  • Mg(OH)bukan MgOH  (magnesium hidroksida)
  • Ca(OH)bukan CaOH (kalsium hidroksida)
  • Al(OH)bukan AlOH (alumunium hidroksida)

Baca juga :

Demikian ulasan mengenai aturan penamaan pada senyawa dan beberapa contohnya. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan