8 Fakta Finlandia Sebagai Negara Dengan Sistem Pendidikan Terbaik Dunia

8 Fakta Finlandia Sebagai Negara Dengan Sistem Pendidikan Terbaik Dunia

Amongguru.com. Finlandia dikenal sebagai negara yang memiliki sistem pendidikan terbaik di dunia.

Berdasarkan sebuah penelitian, pendidikan di Finlandia secara rutin berhasil mengungguli Amerika Serikat dalam bidang literasi membaca, sains, dan matematika.

Finlandia juga menempati skor terbaik dalam survei penilaian siswa internasional (PISA) yang diadakan setiap tiga tahun sekali semenjak tahun 2000.

Bukan tanpa alasan jika Finlandia menjadi negara dengan sistem pendidikan terbaik dunia. Salah satu faktornya adalah guru yang berkualitas.

Guru di Finlandia diseleksi dengan ketat mulai dari nilai, integritas, semangat dalam mengajar, dan karya apa yang dapat dihasilkan untuk menunjang pendidikan di negara tersebut.

Guru harus memiliki kualitas akademik yang baik, meraih gelar master dan menjadi sepuluh besar lulusan terbaik dari sebuah universitas.

Selain guru yang berkualitas, ada beberapa fakta lain yang menjadikan Finlandia sebagai negara yang memiliki kualitas pendidikan terbaik.

Berikut adalah 8 fakta Finlandia sebagai negara dengan sistem pendidikan terbaik dunia, yang dirangkum dari berbagai sumber.

1. Waktu belajar hanya 4 sampai 5 jam

Salah satu strategi yang diterapkan dalam pendidikan di Finlandia adalah mempersingkat waktu belajar di sekolah.

Peserta didik pada jenjang Sekolah Dasar di Finlandia hanya belajar selama 4 hingga 5 jam di sekolah setiap harinya.

Sedangkan peserta didik untuk jenjang SMP dan SMA, sistem belajarnya seperti sistem kuliah. Mereka akan datang ke sekolah hanya pada jam mata pelajaran yang dipilih saja.

Baca juga : Cara Menciptakan Sekolah Sukses di Negara Maju Singapura

Pemerintah Finlandia meyakini bahwa dengan jam sekolah yang singkat, akan mampu meningkatkan produktivitas dan efektivitas belajar peserta didik.

2. Lebih banyak waktu istirahat dan bermain

Waktu istirahat sekolah di Finlandia cukup lama, yaitu sekitar 45 menit. Selain itu, kegiatan sekolah di negara tersebut juga banyak diisi dengan bermain.

Anak-anak tidak dipaksa untuk belajar terus menerus, tetapi juga diberikan kesempatan untuk istirahat dan bermain.

Dengan diberikannya banyak waktu beristirahat dan bermain di sekolah, maka anak-anak akan lebih leluasa belajar.

Anak-anak lebih mudah menyerap materi pelajaran dengan baik, setelah mereka mengistirahatkan otak sejenak. Anak-anak juga dapat belajar melalui banyak cara, salah satunya dengan bermain.

3. Masuk sekolah pada usia 7 tahun

Finlandia membuat peraturan ketat terhadap batas minimal usia anak masuk sekolah. Di negara tersebut, syarat anak dapat masuk sekolah harus berusia tujuh tahun.

Dengan demikian, jika anak masih berumur kurang dari tujuh tahun, maka belum bisa diterima sekolah.

Pendidikan di Finlandia sangat mempertimbangkan kesiapan mental dari anak ketika memasuki dunia sekolah, sehingga diberlakukan peraturan batas usia masuk sekolah tersebut.

4. Tidak ada PR dari guru

Di negara Finlandia, peserta didik tidak akan diberi pekerjaan rumah atau PR oleh guru. Dengan tidak adanya PR dari guru, peserta didik akan mendapatkan waktu istirahat tiga kali lebih dari peserta didik negara lain.

Peserta didik akan punya banyak waktu mengerjakan kegiatan lain di luar pembelajaran di sekolah, milsanya untuk bermain atau mengembangkan hobinya. Mereka juga tidak merasa tertekan karena beban PR yang diberikan guru.

Pemerintah Finlandia merasa waktu belajar di sekolah sudah cukup baik dan tidak perlu ditambah lagi dengan mengerjakan PR.

5. Tidak ada sistem rangking

Di dalam menghindari kesenjangan pendidikan, maka pendidikan di Finlandia tidak mengenal sistem rangking.

Peserta didik di Finlandia dianggap sama dalam hal akademis, tidak ada yang dianggap pintar atau bodoh.

Hal tersebut akan menjadikan peserta didik leluasa bertemu dengan peserta didik lainnya, tanpa harus melihat nilai dan rangkingnya di sekolah.

6. Tidak ada Ujian Nasional

Salah satu keistimewaan pendidikan di Finlandia adalah adanya kepercayaan penuh dari pemerintah kepada guru untuk melakukan evaluasi pembelajaran.

Pemerintah Finlandia menganggap bahwa gurulah yang bisa menilai peserta didik, karena guru lebih mengetahui kemampuan belajar mereka.

Dengan tidak adanya Ujian Nasional ini, maka peserta didik tidak merasa tertekan dan dapat lebih mengasah kemampuan belajar mereka sesuai bidangnya.

7. Biaya sekolah gratis

Finlandia menjadi negara yang membebaskan biaya pendidikan bagi anak-anak yang bersekolah. Di negara tersebut, juga tidak ada istilah sekolah unggulan, karena sekolah dimanapun dianggap sama.

Dengan biaya sekolah yang gratis ini, maka orangtua tidak lagi dipusingkan dengan biaya pendidikan anak-anaknya.

Selain biaya pendidikan yang gratis, sekolah di Finlandia juga menggratiskan biaya transportasi, makan siang, dan kesehatan.

8. Fasilitas pendidikan lengkap

Pemerintah Finlandia menyadari bahwa kesuksesan pendidikan salah satunya ditopang oleh fasilitas sekolah yang lengkap dan memadai.

Salah satu upaya untuk melengkapi fasilitas sekolah di Finlandia adalah dengan dibangunnya ruang-ruang bermain dan ruang diskusi.

Selain itu, ruang olahraga juga di disediakan di beberapa lokasi sekolah untuk kebugaran tubuh peserta didik setiap saat.

Tinggalkan Balasan