7 Fakta Puasa Menyehatkan Tubuh dan Menyembuhkan Penyakit

7 Fakta Puasa Menyehatkan Tubuh dan Menyembuhkan Penyakit

Amongguru.com. Puasa merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menyehatkan tubuh, selain sebagai bentuk ibadah.

Apalagi puasa di Bulan Ramadhan, dimana umat Muslim di seluruh penjuru dunia diwajibkan untuk melakukannya.

Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa puasa adalah salah satu cara yang efektif untuk menjaga kesehatan tubuh. Bahkan dengan berpuasa, kambuhnya beberapa penyakit dapat dicegah.

Dengan berpuasa, maka tubuh kita melakukan pembersihan racun, mengurangi gula darah, menurunkan lemak, dan aktivitas lainnnya yang menunjang kesehatan tubuh.

Berikut ini adalah 7 fakta puasa menyehatkan tubuh dan menyembuhkan penyakit.

1. Puasa menyehatkan jantung

Pada saat puasa, akan terjadi penurunan denyut jantung, sehingga jantung memiliki waktu istirahat cukup yang tidak didapatkan pada hari-hari biasanya. Dalam sehari puasa, jantung mampu menghemat kurang lebih 28.800 denyut.

Penghematan denyut ini selain memberikan kesempatan jantung untuk beristirahat, juga mengurangi tekanan-tekanan yang dialami organ jantung sebagai alat pemompa darah. Jantung juga akan memperoleh suplai darah yang bersih selama kita berpuasa.

2. Puasa menjaga kesehatan pembuluh darah

Berpuasa akan dapat mengurangi resiko penyakit jantung dan pembuluh darah, seperti jantung koroner dan stroke.

Faktor pemicu yang paling banyak dihubungkan dengan kejadian gangguan pembuluh darah adalah tingginya kadar lemak (kolesterol) dalam darah, faktor koagulasi (penggumpalan), pembekuan darah, tekanan darah tinggi, dan juga kebiasaan merokok.

Konsumsi makanan yang tidak terkendali akan beresiko menghambat aliran darah pada pembuluh darah.

Darah dibutuhkan oleh tubuh, karena mengangkut oksigen dan juga nutrisi yang akan diserap oleh sel-sel tubuh.

Dengan melakukan puasa, maka pola hidup akan mengalami keteraturan. Ada pengendalian terhadap hal-hal tertentu yang dapat membatalkan puasa, misalnya pola makan.

Keteraturan dalam mengkonsumsi makanan yang terlalu asin, pedas, dan berlemak tinggi selama berpuasa, akan berdampak baik pada kesehatan organ tubuh, termasuk pembuluh darah.

3. Puasa menjaga kesehatan ginjal

Ginjal berfungsi untuk menyaring darah dari pengotornya yang berada dalam tubuh kita. Pengotor tersebut selanjutnya diproses oleh ginjal menjadi urine.

Selama berpuasa, ginjal akan mendapatkan kesempatan beristirahat sejenak, karena terjadinya pengurangan konsumsi air akan membuat kerja ginjal berkurang dalam memproduksi urine.Hal tersebut baik untuk memberikan perlindungan terhadap fungsi ginjal.

Berkurangnya volume air dalam puasa dapat meminimalkan volume air pada darah, sehingga memacu kinerja pembuluh darah dan fungsi kerja eritrosit (sel darah merah).

Pengurangan konsumsi air juga terbukti sangat efektif untuk meningkatkan konsentrasi urine dalam ginjal dan meningkatkan kekuatan osmosisnya. Peningkatan kekuatan osmosis ini dapat menjadi 12.000 ml osmosis per kg air.

Fungsi ginjal akan maksimal apabila kekuatan osmosis urine dalam tubuh mencapai 1000 sampai 12.000 ml osmosis/kg air.

4. Puasa mengobati asam lambung

Puasa menjadi cara yang ampuh untuk menjaga kesehatan lambung dan membebaskan tubuh dari penyakit asam lambung.

Pada saat berpuasa, usus dan lambung yang biasa aktif bergerak, secara perlahan menurunkan kualitas geraknya. Hal ini sebababkan karena perut kosong dalam jangka waktu cukup lama.

Semakin sedikit pergerakan usus dan lambung, maka lambung akan terhindar dari gesekan yang dapat menyebabkan luka.

Selain itu, dengan puasa sekresi asam lambung akan menurun. Apabila sekresi asam lambung turun, maka rangsangan yang dapat menimbulkan luka pada dinding lambung juga ikut menurun.

Hal ini akan sangat membantu penderita asam lambung untuk menjaga kadar asam lambungnya agar stabil.

5. Puasa menjaga kesehatan organ hati

Selama kita berpuasa, maka organ hati memiliki banyak waktu untuk beristirahat. Kondisi ini baik untuk menjaga organ tersebut dari gangguan kerusakan.

Pada saat kita puasa, terjadi pengosongan lambung, sehingga hati tidak banyak bekerja untuk proses pencernaan makanan.

Ketika lambung kosong, akan memudahkan organ hati untuk bekerja secara penuh dalam menyaring racun.

Pada saat berpuasa, asupan kalori dan kandungan lemak dalam makanan akan berkurang. Hal tersebut menjadikan penyerapan asam lemak di organ hati menurun, sehingga membuat hati menjadi lebih sehat.

Puasa juga mempercepat pembentukan protein dan lemak fosfat yang berfungsi untuk melakukan regenerasi sel dan membersihkan sel-sel hati dari lemak yang mengendap. Dengan demikian, hati akan terbebas dari fatty liver (pelemakan hati).

6. Puasa menurunkan tekanan darah tinggi

Puasa membuat organ-organ tubuh menjadi lebih sehat dan aliran darah menjadi lebih lancar. Dengan demikian,  puasa akan berdampak positif terhadap pengendalian tekanan darah.

Pada saat berpuasa, kita cenderung melakukan pengendalian makanan dan hal ini baik untuk menurukan asupan kalori harian..

Terciptanya keseimbangan gizi selama melakukan ibadah puada dengan sendirinya akan membuat tekanan darah menjadi normal dan terkendali.

Tingginya tekanan darah dapat disebabkan karena pola makan yang tidak terkendali saat puasa dan tingkat emosi yang juga tinggi.

 7. Puasa meningkatkan kecerdasan berpikir otak

Pada saat berpuasa, maka tubuh kita akan terbebas dari zat-zat beracun dan hal ini baik untuk merevitalisasi otak.

Berkurangnya zat beracun tersebut membuat sel-sel tubuh bekerja lebih maksimal, termasuk sel otak.

Neurotropik yang diturunkan oleh otak akan mengalami peningkatan ketika puasa, sehingga membantu tubuh dalam memproduksi lebih banyak sel-sel otak untuk meningkatkan fungsi otak, termasuk fungsi dalam berpikir.

Puasa membuat seseorang dapat berpikir secara lebih tajam dan kreatif. Rasa lapar akan memaksa kita untuk berpikir lebih tajam, kreatif, dan rasional.

Baca juga :

Demikian 7 Fakta Puasa Menyehatkan Tubuh dan Menyembuhkan Penyakit. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan