6 Bentuk Penerapan Model Blended Learning Untuk Guru

6 Bentuk Penerapan Model Blended Learning Untuk Guru

Amongguru.com. Pembelajaran Abad 21 menekankan pada pengembangan keterampilan belajar peserta didik dengan memanfaatkan penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Model Blended Learning sejalan dengan tantangan pendidikan abad 21, dimana pembelajaran harus memadukan antara teknologi, strategi pembelajaran, cara berkomunikasi, dan juga asesmen.

Pengertian Blended Learning merujuk pada penggabungan atau kombinasi antara pembelajaran tatap muka (face to face) dengan pembelajaran secara virtual (online)

Baca :

Blended Learning melibatkan kelas dan belajar online. Model Blended Learning sangat efektif untuk guru dalam menambah efisiensi pembelajaran tatap muka dan memungkinkan terjadinya peningkatan diskusi.

Peserta didik juga dapat melakukan peninjauan informasi dari luar ruang kelas tanpa terbatas ruang dan waktu.

Pada intinya, tujuan dari Blended Learning adalah untuk memperoleh pembelajaran paling baik dengan cara menggabungkan berbagai keunggulan pembelajaran konvensional dan online.

Pembelajaran konvensional dengan tatap muka (face to face) memungkinkan untuk terjadinya pembelajaran yang interaktif, sedangkan secara online akan dapat memberikan materi tanpa adanya batasan ruang dan waktu.

6 Bentuk Penerapan Blended Learning

Di dalam Blended Learning, secara umum terdapat 6 (enam) model, sebagai berikut.

1. Face to Face Driver

Model ini akan melibatkan peserta didik tidak hanya sekadar tatap muka di ruang kelas atau laboratorium, akan tetapi melibatkan mereka ke dalam kegiatan di luar kelas dengan mengintegrasikan teknologi web secara online.

2. Rotation

Model rotasi (rotation) mengintegrasikan pembelajaran secara online sambil bertatap muka di dalam kelas dengan pengawasan guru.

3. Flex

Model flex memanfaatkan media internet dalam penyampaian pembelajaran kepada peserta didik. Di dalam hal ini peserta dapat membentuk kelompok diskusi.

4. Online Lap

Pembelajaran yang berlangsung di dalam ruang laboratorium komputer dengan semua materi pembelajaran di sediakan secara softcopy. Peserta didik akan berinteraksi dengan guru secara online.

5. Self Blend

Pada model self blend, peserta didik akan mengikuti kursus online sebagai pelengkap kelas konvensinal. Pembelajaran yang dilakukan tidak harus di dalam ruang kelas, akan tetapi bisa di luar kelas.

6. Online Driver

Online driver merupakan pembelajaran secara online, di mana dalam hal ini seorang guru bisa mengupload materi pembelajaran di internet.

Peserta didik dapat mengunduh materi tersebut dari jarak jauh, sehingga peserta bisa belajar mandiri di luar kelas dan dilanjutkan dengan tatap muka berdasarkan waktu yang telah disepakati.

Demikian 6 bentuk penerapan model Blended Learning untuk guru. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan