25 Prediksi Soal Postest PKP Berbasis Zonasi dan Kunci Jawabannya

25 Prediksi Soal Postest PKP Berbasis Zonasi dan Kunci Jawabannya

Amongguru.com. Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran guru.

Program PKP berbasis zonasi dikembangkan dengan menekankan pembelajaran berorientasi Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS).

Program PKP Berbasis Zonasi merupakan bagian dari program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan yang diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen serta Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negera dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.

Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) adalah pengembangan kompetensi guru yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan, bertahap, berkelanjutan untuk meningkatkan keprofesiannya.

Program PKB terdahulu yang dikembangkan oleh Ditjen GTK sebelumnya, yang didasarkan pada hasil Uji Kompetensi Guru, berfokus pada peningkatan kompetensi guru khususnya kompetensi pedagogi dan profesional.

Sedangkan Program PKP lebih berfokus pada upaya mencerdaskan siswa melalui pembelajaran berorientasi keterampilan berpikir tingkat tinggi

Tujuan Program PKP Berbasis Zonasi

Program PKP berbasis zonasi bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa melalui pembinaan guru dalam merencanakan, melaksanakan, sampai dengan mengevaluasi pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills, HOTS).

Zona peningkatan kompetensi pembelajaran (PKP) merupakan bagian dari strategi percepatan pembangunan pendidikan yang merata, berkualitas, dan berkeadilan (Integrasi Pembangunan).

Upaya yang dilakukan adalah melalui pengelolaan pusat kegiatan guru (PKG), kelompok kerja guru (KKG), musyawarah guru mata pelajaran (MGMP), dan musyawarah guru bimbingan dan konseling (MGBK), yang selama ini dilakukan melalui Gugus atau Rayon.

Zona peningkatan kompetensi pembelajaran bertujuan untuk :

  1. mewujudkan pemerataan pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan;
  2. meningkatkan efisiensi dan efektifitas peningkatan kompetensi pembelajaran;
  3. memudahkan dalam melakukan pemetaan kompetensi, kinerja, serta aktivitas guru;
  4. memudahkan dalam melakukan pembinaan terhadap program peningkatan kompetensi guru sesuai dengan hasil pemetaan yang dilakukan; dan
  5. memudahkan dalam melakukan supervisi dan koordinasi peningkatan kompetensi pembelajaran.

Penetapan zona peningkatan kompetensi pembelajaran dilakukan dengan mempertimbangkan rambu-rambu berikut.

  1. Penetapan zona didasarkan pada pengklasifikasian setiap Satuan Pendidikan menurut definisi/tema zonasi yang akan disusun.
  2. Penentuan sekolah nominasi pusat zona mempertimbangkan indikator skala nasional, yaitu Akreditasi Sekolah, serta indikator kontrol yang mencakup hasil Ujian Nasional (UN), Uji Kompetensi Guru (UKG), dan Hasil Penjaminan Mutu Pendidikan (PMP).
  3. Perancangan program peningkatan kompetensi pembelajaran yang ada di zona yang telah ditetapkan harus mempertimbangkan karakteristik satuan pendidikan, baik jarak, akses, maupun jumlah dan sebaran guru.
  4. Pemantauan terhadap wilayah-wilayah zonasi melalui pemberdayaan PKG/KKG/MGMP/MGBK dengan sekolah pusat zona sebagai basis kelompok/zona.

Manfaat Program PKP Berbasis Zonasi

Manfaat Program PKP Berbasis Zonasi adalah sebagai berikut.

  1. Membiasakan guru untuk membuat pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga penilaiannya.
  2. Membiasakan siswa untuk berpikir tingkat tinggi sehingga dapat meningkatkan kompetensinya.
  3. Memberikan acuan kepada kepala sekolah dalam pelaksanaan supervisi akademik.
  4. Memberikan acuan kepada pengawas sekolah dalam pelaksanaan supervisi akademik dan manajerial.

Prinsip Dasar Pelaksanaan Program PKP

1. Taat Azas

Program PKP Berbasis Zonasi dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang berlaku, baik yang diselenggarakan di pusat, provinsi maupun di kabupaten/kota.

2. Berbasis Kompetensi

Program PKP merupakan upaya Pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan. Dengan demikian, program ini berpedoman pada standar isi, kompetensi inti dan kompetensi dasar, standar proses, dan standar penilaian pada Kurikulum 2013.

3. Terstandar

Pengelolaan Program harus memenuhi standar yang ditetapkan meliputi standar pengelolaan, standar fasilitator, standar sarana dan prasarana, standar penilaian, standar penyelenggaraan, standar waktu pelaksanaan, dan standar sertifikat.

4. Profesional

Hasil analisa kesulitan peserta didik dalam mengikuti UN dan USBN menjadi dasar untuk PKP guru sesuai dengan jenjang satuan pendidikan.

Selain itu, hasil UKG guru dan hasil UKK guru kejuruan digunakan dalam analisis kebutuhan peningkatan kompetensi di masing-masing PKG, KKG, MGMP, atau MGBK.

5. Transparan

Proses perencanaan dan pelaksanaan mulai dari persiapan, pelaksanaan sampai dengan pelaporan dilakukan secara terbuka dan transparan serta dapat diketahui semua pihak yang berkepentingan.

6. Akuntabel

Proses dan hasil Program dapat dipertanggungjawabkan kepada pemangku kepentingan pendidikan secara administratif, finansial, dan akademik. Kredibilitas dari pelaksanaan proses dan hasil program dapat dipercaya semua pihak.

7. Berkeadilan

Semua guru pada setiap sekolah diharapkan akan mengikuti Program PKP Berbasis Zonasi. Pemerintah Daerah dapat membantu dan berkontribusi dalam mengalokasikan dana melalui APBD terkait penyelenggaraan program PKP Berbasis Zonasi.

Sasaran Program PKP Berbasis Zonasi

Sasaran Program PKP Berbasis Zonasi adalah guru pada semua jenjang satuan pendidikan mulai dari TK/TKLB, SD/SDLB, SMP/SMPLB, SMA/SMALB, dan SMK/SMKLB.

Penyelenggara Program PKP Berbasis Zonasi

Program PKP Berbasis Zonasi merupakan kegiatan yang dikoordinasikan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan melibatkan UPT, Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota, masyarakat penyelenggara satuan pendidikan, asosiasi profesi guru serta komunitas Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK).

Pelaksana Program PKP Berbasis Zonasi bagi guru Sekolah Dasar (SD) adalah PPPPTK Matematika, PPPPTK IPS, PPPPTK IPA, PPPPTK Bahasa, PPPPTK Penjas dan BK, PPPPTK TK dan PLB, serta LPPKS.

Pelaksana Program PKP Berbasis Zonasi bagi guru mata pelajaran umum pada jenjang TK, PLB, SMP, SMA dan SMK adalah PPPPTK sesuai bidang mapelnya dengan sasaran wilayah seluruh Indonesia.

Mekanisme dan Struktur Program PKP Berbasis Zonasi

Pelaksanaan Program PKP Berbasis Zonasi dirancang dalam bentuk pelatihan berjenjang mulai dari Pembekalan Narasumber Nasional, Instruktur Nasional, dan Guru Inti.

Sedangkan struktur Program PKP Berbasis Zonasi sesuai dengan jenis dan tahapannya terdiri dari :

  1. Workshop Tim Pengembang;
  2. Pembekalan Narasumber Nasional/Instruktur Nasional/Guru Inti; dan
  3. Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran Berbasis Zonasi

Pola Program PKP Berbasis Zonasi

Program PKP Berbasis Zonasi dilaksanakan dengan pola pembelajaran sebagai berikut.

1. Pelaksanaan In (in service learning)

Pada kegiatan In, peserta dan fasilitator akan melakukan pertemuan tatap muka di pusat zona atau tempat lain yang telah ditetapkan.

Selama kegiatan ini, partisipasi dan sikap peserta selama kegiatan berlangsung dinilai oleh fasilitator sebagai salah satu unsur penilaian kegiatan peningkatan kompetensi pembelajaran berbasis zonasi.

Hasil yang diharapkan selama kegiatan In disesuaikan dengan materi yang disampaikan, baik teori maupun praktik, serta tagihan yang harus dikerjakan oleh peserta.

2. Pelaksanaan On (on the job learning)

Peserta On adalah guru yang telah mengikuti kegiatan In-1 dan In-2. Setiap kegiatan On dilakukan di sekolah masing-masing peserta selama lebih kurang 1 minggu atau setara dengan 10 JP (asumsi 2JP/hari).

Hasil yang diharapkan selama kegiatan On disesuaikan dengan praktik yang harus dilakukan peserta, serta tagihan yang harus dikerjakan selama kegiatan.

25 Prediksi Soal Postest PKP Berbasis Zonasi dan Kunci Jawabannya

Pelaksanaan Program PKP Berbasis Zonasi akan diakhiri dengan tes akhir pelatihan atau postest.

Di dalam membantu Bapak/Ibu peserta program PKP Berbasis Zonasi, berikut adalah 25 prediksi soal postest PKP dan Kunci Jawabannya.

Prediksi Soal Postets PKP dan kunci jawabannya ini berbentuk pilihan ganda dengan empat alternatif jawaban.

Soal nomor 1

Pola pembelajaran pada program PKP Berbasis Zonasi untuk guru sasaran adalah ….

A. In 1- On 1 – In 2 – On 2 – In 3 – On 3 – In 4 – On 5

B. In 1 – In 2 – In 3 – On 1 – On 2 – On 3 – In 4 – In 5

C. In 1 – In 2 – On 1 – In 3 – On 2 – In 4 – On 3 – In 5

D. In 1 – In 2 – On 1 – On 2 – In 3 – On 3 – In 4 – In 5

Kunci jawaban : C

Soal nomor 2

Pernyataan berikut yang bukan merupakan mekanisme penetapan zona pengembangan kompetensi dan kinerja guru adalah …

A. Penetapan zona didasarkan pada pengklasifikasian setiap Satuan Pendidikan menurut definisi/tema zonasi yang akan disusun.

B. Penentuan sekolah nominasi pusat zona mempertimbangkan indikator skala nasional, serta indikator kontrol yang mencakup hasil Ujian Nasional (UN), Uji Kompetensi Guru (UKG), dan Hasil Penjaminan Mutu Pendidikan (PMP).

C. Pemantauan terhadap wilayah-wilayah zonasi melalui pemberdayaan PKG/KKG/MGMP/MGBK dengan sekolah pusat zona sebagai basis zona.

D. Analisa jumlah guru sesuai bidang tugas tugas yang diampu pada masing-masing zona.

Kunci jawaban : D

Soal Nomor 3

Tagihan untuk guru sasaran pada kegiatan On 1 adalah ….

A. desain pembelajaran  Unit 1

B. RPP Unit 2

C. RPP Unit 1

D. laporan Best Practice

Kunci jawaban : C

Soal nomor 4

Praktik pembelajaran Unit 2 dilaksanakan pada kegiatan …

A. In 1

B. On 2

C. In 4

D. On 1

Kunci jawaban : B

Soal nomor 5

Program PKP berbasis zonasi merupakan program yang bertujuan untuk ….

A. meningkatkan kompetensi profesional guru yang berorientasi pada keterampilan tingkat yinggi (Higher Order Thinking Skills)

B. meningkatkan kompetensi siswa melalui pembinaan guru dalam merencanakan, melaksanakan, sampai dengan mengevaluasi pembelajaran yang berorientasi keterampilan tingkat yinggi (Higher Order Thinking Skills)

C. mengembangkan kompetensi guru sesuai dengan kebutuhan, bertahap, berkelanjutan untuk meningkatkan profesionalitasnya dalam melaksanakan pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan tingkat yinggi (Higher Order Thinking Skills)

d. meningkatkan kompetensi siswa melalui peningkatan kompetensi pedagogik dan profesional melalui pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan tingkat yinggi (Higher Order Thinking Skills)

Kunci jawaban : B

Soal nomor 6

Berikut ini contoh kegiatan penguatan pendidikan karakter berbasis budaya sekolah adalah ….

A. melaksanakan upacara bendera setiap hari Senin dan membuat peraturan sekolah

B. mengembangkan muatan lokal sesuai dengan kebutuhan daerah

C. mengundang tokoh masyarakat, seperti seniman, walikota, dan pemuka agama dalam kegiatan rutin sekolah

D. memberikan tugas kepada siswa dan menggunakan metode pembelajaran yang sesuai

Kunci jawaban : A

Soal nomor 7

Perhatikan beberapa contoh kegiatan berikut!

(1) Gerakan Indonesia membaca

(2) Menyediakan pojok baca di sekolah

(3) Sosialisasi literasi dengan melibatkan tokoh masyarakat

(4) Melibatkan orangtua menjadi sukarelawan untuk membacakan buku di dalam kelas

(5) Menyelenggarakan kampung literasi

Kegiatan yang merupakan contoh Gerakan Literasi Masyarakat adalah ….

A. 1, 2, dan 3

B. 2, 3, dan 5

C. 2, 3, dan 4

D. 3, 4, dan 5

Kunci jawaban : D

Soal nomor 8

Pada akhir pembelajaran, guru membagikan selembar kertas dan meminta siswa menggambarkan simbol senang, sedih, atau bosan, setelah menerima pembelajaran. Aktivitas tersebut merupakan penerapan dari literasi ….

A. sains

B. digital

C. finansial

D. numerik

Kunci jawaban : A

Soal nomor 9

Berikut ini yang bukan merupakan contoh literasi digital dalam  kehidupan masyarakat adalah ….

A. membeli pulsa seluler ke minimarket

B. memesan tiket kereta api melalui aplikasi

C. mengukur kecepatan angin menggunakan anemometer

D. membayar tol menggunakan e-toll

Kunci jawaban : A

Soal nomor 10

Perhatikan pernyataan di bawah ini!

(1) Keterampilan berpikir tingkat tinggi erat kaitannya dengan keterampilan berpikir sesuai dengan ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik sebagai satu kesatuan proses pembelajaran.

(2) Keterampilan menentukan dan mengeksplorasi permasalahan.

(3) Keterampilan merencanakan solusi, melaksanakan, dan mengevaluasi masalah.

(4) Enam elemen dasar FRISCO, yaitu Focus, Reason, Inference, Situation, Condition, Overview.

(5) Dimensi Pengetahuan terdiri atas dimensi pengetahuan faktual, konseptual, Prosedural, dan metakognitif.

Pernyataan di atas yang merupakan ciri-ciri keterampilan berpikir tingkat problem solving adalah ….

A. (1) dan (2)

B. (2) dan (3)

C. (3) dan (4)

D. (4) dan (5)

Kunci jawaban : B

Soal nomor 11

Kompetensi Dasar :

“Menganalisis hubungan antar komponen ekosistem dan jaring-jaring makanan di lingkungan sekitar.”

Indikator kunci yang tepat untuk kompetensi dasar di atas adalah ….

A. menjelaskan interaksi yang terjadi dalam ekosistem

B. menyebutkan pengertian ekosistem

C. membandingkan interaksi yang berlangsung dalam ekosistem

D. menyebutkan komponen-komponen ekosistem

Kunci jawaban : C

Soal nomor 12

Peserta didik berdiskusi menyusun rencana pembuatan proyek pemecahan masalah yang meliputi pembagian tugas, persiapan alat, bahan, media, dan sumber yang dibutuhkan.

Aktivitas pembelajaran tersebut merupakan model project based learning pada sintaks ….

A. pertanyaan mendasar

B. memonitor keaktifan dan pengembangan proyek

C. mendesain perencanaan produk

D. menyusun jadwal pembuatan

Kunci jawaban : C

Soal nomor 13

Indikator : “Mengidentifikasi benda-benda yang ada di kelas” jika dimasukkan ke dalam matriks kemampuan berpikir dan dimensi pengetahuan, berada pada posisi ….

A. Mengingat (C1) – Faktual

B. Memahami (C2) – Konseptual

C. Memahami (C2) – Faktual

D. Menerapkan (C2) – Konseptual

Kunci jawaban : A

Soal nomor 13

Berikut ini yang bukan merupakan target kompetensi dari Kompetensi Dasar “Menganalisis bentuk-bentuk interaksi manusia dengan lingkungan dan pengaruhnya terhadap pembangunan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat Indonesia” adalah ….

A. mengkorelasikan pengaruh interaksi manusia dengan lingkungan terhadap pembangunan ekonomi masyarakat Indonesia

B. menggeneralisasi pengaruh interaksi manusia dengan lingkungan terhadap pembangunan sosial masyarakat Indonesia

C. menghubungkan pengaruh interaksi manusia dengan lingkungan terhadap pembangunan budaya masyarakat Indonesia

D. menjelaskan bentuk-bentuk interakshi manusia dengan lingkungannya

Kunci jawaban : D

Soal nomor 15

Guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin agenda-agenda masalah yang relevan dengan bahan pelajaran, kemudian salah satunya dipilih dan dirumuskan dalam bentuk hipotesis, merupakan aktivitas model Discovery Learning pada sintaks ….

A. Pembuktian (Verification)

B. Pengolahan Data (Data Processing)

C. Identifikasi Masalah (Problem Statement)

D. Pengumpulan Data (Data Collection)

Kunci jawaban : C

Soal nomor 16

Kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan peserta didik untuk mencari dan menyelidiki sesuatu secara sistematis kritis dan logis sehingga mereka dapat merumuskan sendiri temuannya.

Model yang tepat untuk kegiatan pembelajaran di atas adalah ….

A. Inquiry Learning

B. Discovery Learning

C. Problem Based Learning

D. Project Based Learning

Kunci jawaban : A

Soal nomor 17

Contoh aktivitas pembelajaran yang mengasah Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi adalah ….

A. membandingkan hasil pengamatan cuaca melalui alat manual dan aplikasi

B. melihat video cuaca

C. mencatat hasil pengamatan cuaca

D. membaca berbagai sumber tentang cuaca dan iklim

Kunci jawaban : A

Soal nomor 18

Peserta didik berdiskusi dan membagi tugas untuk mencari data/bahan-bahan/alat yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah.

Aktivitas peserta didik tersebut pada model project based learning merupakan sintaks …

A. Orientasi peserta didik pada masalah

B. Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar

C. Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok

D. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya

Kunci jawaban : B

Soal nomor 19

Peserta didik mengamati tumbuhan yang ada di sekolah, kemudian diminta menyebutkan nama-nama tumbuhan tersebut.

Aktifitas pembelajaran tersebut termasuk merupakan bentuk pengetahuan …

A. metakognitif

B. konseptual

C. prosedural

D. faktual

Kunci jawaban : D

Soal nomor 20

Aktifitas peserta didik dalam model Discovery Learning pada sintaks Pembuktian (Verification) adalah ….

A. Mengolah data dan informasi baik melalui wawancara, observasi, dan sebagainya, lalu ditafsirkan.

B. Mengumpulkan berbagai informasi yang relevan, membaca literatur, mengamati objek, wawancara dengan narasumber, melakukan uji coba sendiri dan sebagainya.

C. Melakukan pemeriksaan secara cermat untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis yang ditetapkan dengan temuan alternatif, dihubungkan dengan hasil pengolahan data.

D. Merumuskan bentuk pertanyaan, atau hipotesis, yaitu pernyataan sebagai jawaban sementara atas pertanyaan yang diajukan.

Kunci jawaban : C

Soal nomor 21

Perhatikan cuplikan berita berikut!

Di tengah giatnya pemerintah membangun infrastruktur dimana-mana, ratusan pelajar di kecamatan Tompobulu, Maros, Sulawesi Selatan harus  berjuangmati-matian menuntut ilmu. Bahkan ada yang rela mempertaruhkan nyawa dengan berenang di sungai, karena tak ada akses jembatan. Di desa Bonto Matinipuluhan, siswa terpaksa berenang di sungai tiap ke sekolah. Belakangan, wilayah ini pun ramai dikunjungi komunitas relawan pedulipendidikan. Mereka tidak hanya datang mengajar, bahkan mereka menggalang donasi untuk membantu perlengkapan sekolah dan membangun ruang belajar yang layak. Setiapa khir pekan, mereka datang tanpa pamrih, meski harus berjalan kaki hingga puluhan kilometer. Ironisnya, pemerintah tak pernah  hadir memberikan perhatian.

Sumber : https://news.detik.com/berita/4001024/cerita/perjuangan-keras-anak-pedalaman-di-maros-meraih-cita-cita.

Pertanyaan berikut yang merupakan soal HOTS berdasarkan teks di atas adalah ….

A. Mengapa siswa di Maros harus berjuang untuk pergi ke sekolah?

B. Jika Anda seorang Kepala Desa, apa yang akan Anda lakukan?

C. Apa yang dilakukan para relawan?

D. Apakah pemerintah sudah turun tangan dalam menangani masalah tersebut?

Kunci jawaban : B

Soal nomor 22

Perhatikan kutipan teks berikut!

Pemerintah Indonesia pernah menerapkan program transmigrasi, terutama dari dalam Pulau Jawa keluar untuk mengatasi masalahkependudukan. Kini ,transmigrasi dianggap sudah tak relevan lagi. “Dulu karena kita menganggap penduduk itu beban, maka yang kita pikirkan adalah transmigrasi dari Jawakeluar.  Hari ini itu bukan lagi solusi yang efektif,” kata JK di Istana Wapres, Jalan Kebonsirih, Jakarta Pusat, Jumat ( 24/8/2018).

Berdasarkan kasus di atas, apa yang Anda lakukan untuk mengatasi masalah kependudukan tersebut? Jelaskan alasannya!

Indikator soal yang paling tepat untuk soal di atas adalah ….

A. Disajikan teks, siswa dapat menjelaskan pengertian kependudukan.

B. Disajikan kasus tentang kependudukan, siswa dapat menjelaskan terjadinya ledakan pendudukan di suatu negara.

C. Disajikan teks tentang kependudukan, siswa dapat menyebutkan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya ledakan penduduk.

D. Disajikan permasalahan kontekstual tentang kependudukan, siswa dapat menyelesaikan permasalahan tersebut menggunakan konsep kependudukan.

Kunci jawaban : D

Soal nomor 23

Perhatikan soal berikut!

Sebuah termometer X air membeku pada suhu 10⁰X dan air mendidih pada suhu 90⁰X. Termometer ini digunakan untuk mengukur suhu suatu zat cair. Apabila pada skala Celcius menunjukkan angka 40⁰C, maka berapakah skala yang ditunjukan pada termometer X?

Contoh soal tersebut berada pada level kognitif ….

A. pengetahuan

B. penalaran

C. aplikasi

D. evaluasi

Kunci jawaban : C

Soal nomor 24

KD Keterampilan :

“Membuat karya tentang konsep jaring-jaring makanan dalam suatu ekosistem.”

IPK Kunci untuk Kompetensi Dasar tersebut adalah ….

A. Merancang karya tentang konsep jaring-jaring makanan dalam suatu ekosistem.

B. Membuat karya tentang konsep jaring-jaring makanan dalam suatu ekosistem.

C. Menjelaskan konsep jaring-jaring makanan dalam suatu ekosistem.

D. Menghubungkan konsep rantai makanan dengan jaring-jaring makanan dalam suatu ekosistem.

Kunci jawaban : B

Soal nomor 25

IPK Pengetahuan :

  1. Mendeskripsikan konsep suhu
  2. Mengikuti cara konversi antar skala termometer
  3. Mendeskripsikan jenis-jenis termometer
  4. Menentukan konversi antar skala termometer

Contoh pemberian stimulus untuk mencapai IPK tersebut adalah ….

A. Membagikan kartu pertanyaan kepada peserta didik.

B. Meminta peserta didik berdiskusi materi suhu.

C. Memfasilitasi peserta didik melakukan praktik suhu.

D. Memfasilitasi peserta didik mengumpulakan data pengamatan.

Kunci jawaban : A

Berikut ini beberapa artikel terkait Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS).

  • Tiga Model Pembelajaran Kurikulum 2013 Berorientasi HOTS (Baca)
  • Cara Melatih Tahapan Berpikir Tingkat Tinggi Melalui Stimulasi Pertanyaan (Baca)
  • Jenis-jenis Pertanyaan Berorientasi HOTS dan Contohnya (Baca)
  • Penerapan Pendekatan Saintifik 5M Dalam Kurikulum 2013 (Baca)
  • Contoh Desain Pembelajaran Keterampilan 4C Pendidikan Abad 21 (Baca)
  • Empat Komponen Penting Peningkatan Mutu Pendidikan Menghadapi Abad 21 (Baca)
  • Kenali 4 C, Empat Keterampilan Abad 21 yang Harus Dimiliki Peserta Didik (Baca)
  • Tiga Aspek Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi HOTS dan Penjelasannya (Baca)
  • Prinsip-prinsip Pembelajaran Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi HOTS (Baca)

Demikian yang dapat admin bagikan mengenai 25 prediksi soal postest PKP Berbasis Zonasi dan kunci jawabannya. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan